[Series] Miracle In December – Kai

Miracle In December mengisahkan tentang dua belas pria yang merindukan kekasih mereka. Karena kesalahan besar yang telah mereka buat,, mereka kehilangan wanita yang mereka sayangi. Mereka berusaha melihat apa yang tidak bisa mereka lihat. Mereka berusaha mendengar apa yang tidak bisa mereka dengar. Keegoisan mereka yang membuat mereka buta pada cinta sejati di sekitar mereka. Dan meski mereka bisa menghentikan waktu, dia tidak akan bisa kembali ..

Dua belas cowok dengan cinta yang berbeda namun takdir yang sama …

.

.

Untitled-1

Miracle In December

Title : Miracle In December || Casting : Choi Sooyoung, Kim Jongin – Kai || Sub Cast : SMEntertaiment || Rate : 17 (teenagers) || Genre : Sad, Angst, Fantasy, SongFic || Words : 5279

|| Note : Setiap member akan memiliki kisah yang berbeda dengan Sooyoung ||

|| Story by :  Dellia ||

.

.

puppy-love (1)

“ Kemarilah, Monggu “ kata seorang pria dengan rambut cokelat dan kulit gelap pada seekor anjing kecil dengan bulu cokelat juga.

Anak anjing itu berjalan mendekat dengan patuh kepada majikannya, sebelum sang majikan mengangkat tubuhnya ke dalam gendingannya.

“ Anak baik, kau semakin kurus sekarang. Kenapa ? Kau merindukan ibumu ? “

Pria berkulit gelap itu berubah sedih dan murung, dia memaikaikan sebuah pita merah ke tubuh sang anak anjing dan meletakannya di atas tempat tidur sebelum dia sendiri mengenyakkan diri di sebelahnya. untuk beberapa saat pria itu berbaring dan menatap langit-langit kamarnya.

“ Aku juga sangat sangat merindukannya “

Pria itu memiringkan tubuhnya dan membelai si anak anjing dengan lembut, “ tapi dia tidak akan kembali .. semua salahku “

 

purple-heart

 

Sooyoung berjalan di sisi rak untuk mie instan dan seral, di tangannya ada sekeranjang penuh camilan, minuman ringan, sabun cuci, pasta gigi dan handuk yang semuanya sepasang.

“ Ehmm .. coba kulihat, “ Sooyoung mengambil dua bungkus ramen dan melihatnya secara bergantian, “ aku rasa dia tidak akan suka yang ini, ini terlalu pedas “ katanya dengan riang.

Sooyoung mengembalikan bungkusan ramen di tangan kirinya ke dalam rak sementara yang di tangan kanan ke dalam keranjang belanjanya. Dia kemudian berjalan dengan dengan ringan ke sisi lain untuk menyelesaikan daftar belanjaannya.

“ Disini kau rupanya “ kata seorang pria dengan rambut hitam pekat dan kulit lebih gelap yang tersenyum manis pada Sooyoung.

“ Aku sedang memilih selimut baru untuk Monggu kita, Kai “

“ Kau baru merajutkan untuknya minggu lalu “ kata Kai dengan heran

“ Dia sudah menyobeknya dibeberapa bagian “ Sooyoung merenges

Kai tersenyum sekali lagi sebelum berjalan lebih mendekati Sooyoung, “ Terserah kau saja,  sudah membeli semua yang dibutuhkan untuk rumah baru kita ? “

“ hmm, hanya tinggal membeli makan lama kita hari ini. Apa yang ingin kau makan, aku akan masak untukmu ? “

Kai berjalan ke belakang Sooyoung dan memeluknya, “ kau tidak lelah hari ini ? “ katanya dengan lembut.

“ Tidak juga, kenapa ? “

“ Aku tidak mau merepotkanmu dengan menambahkan tugasmu untuk memasak, kau masih harus memandikan Monggu “

Sooyoung terkekeh kecil, “ Aku akan senang melakukannya, kau mau makan sesuatu hari ini ? “

“ Tidak usah, kita mampir saja di kedai makanan di dekat apartemen kita dan membeli jajajjangmyun dan ayam goreng “

“ Hanya itu ? Kau biasanya makan lebih banyak “ Sooyoung bertanya dengan heran

“ Hmm, aku tidak terlalu lapar hari ini “

“ Baiklah, kalau itu maumu. Kita beli tiga porsi ayam goreng, oke ? “

Kai melepaskan pelukannya dan mengacak-acak rambut Sooyoung, “ oke!! “

 

purple-heart

 

“ Kau tunggulah di depan sini, biar aku yang masuk dan memesan “ kata Kai

“ Hmm “ Sooyoung meangguk dengan patuh dan berdiri diam di depan pintu kedai.

Sooyoung beberapa kali menendang kerikil kecil di kakinya sambil menunggu Kai kembali dari memesan makan malam mereka. Seraya menoleh ke kanan diri, dia terus menggosokan ke dua telapak tangannya untuk mengurangi udara dingin yang menembus mantelnya. Jalanan di sekitar mereka cukup ramai dengan pejalan kaki yang berjalan lalu lalang melewatinya.

“ Bukankah itu Sooyoung ? “

Dia mendengar seseorang menyebut namanya dari belakang namun dia tidak berani menolehkan kepala.

“ Dia yang merayu Kai, si cowok kaya anak dari pemilik yayasan Universitas Seoul ? “ kata seseorang yang lain.

Sooyoung berjengit kecil saat mendengar nama Kai juga disebut dan lebih kaget lagi saat mereka membicarakan topik berikutnya.

“ Aku dengar dari anak-anak lain, gadis itu melarikan diri dari panti asuhan da tinggal di jalan. Dia pasti sudah menggunakan tubuhnya untuk merayu Kai dan membuatnya terjebak bersama gadis sialan itu. Itulah kenapa Kai rela meninggalkan keluarganya dan hidup bersama gadis itu diluar rumah nya yang mewah “

“ Benarkah ? “

“ hmm, beritanya sudah menyebar di seluruh kampus, tapi gadis tidak tahu malu itu masih saja berani menampakan wajahnya didalam  kelas “

SXp2Q05xZWhoaUUx_o_hd-121011-sooyoung-cut---the-3rd-hospital-ep-12

Sooyoung mendadak tidak bisa menahan air mata di kedua mata cokelatnya, hatinya serasa diiris dengan pisau tajam saat mendengar kebohongan di belakangnya. Sooyoung melangkah perlahan, menjauh dari beberapa orang yang membicarakannya dibelakang, meninggalkan Kai yang masih tidak menyadari apapun di dalam. Setelah  cukup jauh, barulah dia berjalan lebih cepat dan akhirnya berlari.

Beberapa menit kemudian Kai keluar dari kedai dengan membawa dua kantong plastik di masing-masing tangannya, “ Maaf membuatmu menunggu, aku- “ Kai menoleh ke kanan dan kiri dengan bingung. “ Sooyoungie ? “

“ Hai, Kai “

Kai segera menoleh dengan penuh harap namun mengurungkan harapannya lagi yang justru berubah kejengkelan, “ ada apa Irene ? “ kata Kai dengan sinis

smrookies_1386640952_20131210_irene

“ Kenapa dingin sekali padaku ? “ kata Irene dengan manja

“ Jika tidak ada hal yang ingin kau bicarakan aku sebaiknya pergi “

“ Tidak, tunggu ! “

Saat Kai sudah akan berbalik, Irene mengambil lengannya dan menahan kepergiannya. Kai berbalik dan menyentakkan tangan Irene dengan cepat, “ Apa ? “

“ Sedanga apa kau di kedai kumuh seperti ini ? “ Irene bertanya

“ Bukan urursanmu ? “

“ Kau sedang membeli makan untuk gadis gembel itu ? “

“ Jaga mulutmu, Irene !! “ kata Kai dengan cepat

“ Kau masih mengurusinya ? Kenapa, Kai ? Apa gadis tidak tahu diri itu mengancammu dengan bayi di dalam perutnya ? Kau percaya kakalu itu anakmu ? “

“ Sooyoung tidak sedang hamil “

“ Lalu apa yang membuatmu repot-repot tinggal bersama gadis kotor itu ? “

“ Kau sebaiknya berhenti menggunakan kata-kata kasar untuk menyebut Sooyoung. Lagipula, dari mana kau tahu aku disini ? “

“ Kau tahu, beberapa anak buahku melihat gadis itu berdiri di depan sisi menunggumu “ kata Irene dengan bangga

Kai berjengit jelas sekali, “ Lebih baik tidak terjadi sesuatu pada Sooyoung atau aku akan membuatmu dan keluargamu tinggal di jalanan “

Dengan itu Kai berbalik lebih cepat dari sebelumnya, berlari secepat yang dia bisa melewati orang-orang yang melihat nya dengan jengkel dan aneh. Kai berhenti dengan terengah-engah di depan lampu lalu lintas, membungkuk dan mengatur nafasnya. “ Dimana kau .. “ gumamnya.

Lalu sebuah ide melintas begitu saja sebelum tubuhnya segera berbalik untuk kedua kalinya. Menjauh dari keramaian dan naik ke salah satu bus yang berhenti, dia duduk dengan gelisah dan berulang kali melongok ke luar jendela.

Pada pemberhentian ketiga, Kai melompat turun dan meneruskan berlarinya sampai dia berhenti di sebuah pemakaman tua yang jauh dari kota.

2008-07-21_Old_Chapel_Hill_Cemetery_2

Kai melangkah dengan pasti seolah dia tahu pasti kemana tujuan nya, menuju seorang gadis dengan rambut cokelat panjang yang sedang berjongkok di sebelah sebuah makam. Dari belakang bahunya nampak naik turun bersamaan dengan suara isakan lirih yang bisa dia dengar dengan jelas.

“ Mum.. aku sangat merindukanmu, dan aku masih tidak bisa menemukan ayah dimanapun “

Kai melangkah sekali lagi, lebih dekat dan perlahan-lahan. Dia baru berhenti setelah jaraknya hanya dua langkah dari gadis itu.

“ Aku baik-baik saja, mum. Aku masih kuliah dan akan segera lulus, aku harap kau bangga melihatku dari surga, aku akan jadi gadis baik seperti seharusnya. “ Gadis tadi menggerakan tangannya untuk menghapus air mata dipipinya, “ Mum, apa aku membuatmu khawatir selama ini ? Kau tidak mendengarkan perkataan buruk orang tentang aku kan ? Aku harap tidak, karena aku tidak mau kau menangis sama sepertiku, mereka selalu melihatku seperti itu, seolah aku adalah hal buruk yang tidak seharusnya ada. “

Kai menatap punggung gadis itu dengan sedih dan menahan keinginanya untuk kembali dan merobek mulut wanita-wanita yang sudah berkata kasar padanya.

“ Mum, aku sudah melakukan hal yang benar, kan? Apakah ini hal terbaik yang seharusnya aku lakukan ? Maksudku, Kai berasal dari keluarga baik-baik dan terpelajar. Aku tahu dia tidak seharusnya bertemu denganku dan masuk ke dalam kehidupan ku yang tidak pantas untuk nya, aku hanya gadis yatim piatu yang miskin dan – “

“ – dan aku cintai dengan seluruh hidupku “

Sooyoung menoleh dengan cepat, “ Kai ? “

“ Kenapa kau memikirkan hal ini lagi, Soo ? Aku sudah berulang kali mengatakan padamu, jangan dengarkan siapapun selain aku “

“ Aku hanya – ” Sooyoung menundukan kepalanya dan meneruskan dalam bisikan, ” aku rasa mereka benar, Kai. Kau tidak seharusnya bersamaku. Aku hanya akan – “

Tapi sebelum Sooyoung menyesaikan kata-katanya, Kai melangkah mendekat dengan cepat, menyelipkan tangannya di belakang telinga Sooyoung untuk mengangkat wajahnya, sebelum dia mempertemukan bibirnya dengan miliknya.

Sooyoung nampak terkejut pada awalnya namun perlahan dia memejamkan mata dan

menikmati ciuman mereka. Hnaya sebuah ciuman sederhana, dua bibir yang saling bersatu, namun cukup untuk menunjukan rasa cinta yang besar dari dalam hati.

Kai menarik dirinya dan menatap Sooyoung tepat di kedua mata cokelatnya dan membelai ke dua pipinya dengan lembut, “ Di tempat inilah aku berjanji padamu sepuluh tahun yang lalu, bahwa aku aku akan menjagamu selamanya “ katanya

“ Tapi itu tidak berarti kau harus meninggalkan keluargamu dan hidup denganku. Keluargamu benar, Kai. Aku tidak pantas untukmu “

“ Akulah yang paling tahu siapa yang pantas untukku, bukan orang lain “

“ Tapi – “

Kai menurnkan tangannya dan menatap Sooyoung, mata hitam pekat bertemu mata cokelat cerah untuk waktu yang cukup lama. “ Sepuluh tahun yang lalu, aku berjanji padamu sebagai seorang sahabat kecil. Namun tiga tahun yang lalu aku membuat janji yang sama namun dengan keadaan yang berbeda. Aku bukan lagi sahabat kecil yang menyayangimu, tapi aku adalah pria yang mencintaimu. “

Sooyoung hanya terdiam dan dia bahkan tidak tersenyum, mendadak menemukan ketenangan dan keyakinan namun dia tetap tidak bisa menghapuskan keraguan dan ketakutan dihatinya sepenuhnya.

“ Aku mohon padamu, jangan dengarkan orang tentang apapun yang mereka katakan tentang kita. Kau dan aku sudah berjanji akan hidup dan berjuang bersama untuk membuktikan pada mereka bahwa cinta kita adalah keajaiban. Dan suatu hari nanti mereka akan bisa menerima kita. “

“ Kau janji tidak akan menyesal ? “

Kai tersenyum lagi, dan kali ini mendekatkan tubuhnya untuk memeluk Sooyoung dengan erat, “ Aku janji “

“ Kau tidak akan menginggalkanku kan ? Aku sudah tidak punya siapapun lagi di dunia ini “

“ Aku tidak akan pernah meninggalkanmu “

 

purple-heart

 

“ Aku pulang “ kata Sooyoung begitu membuka pintu apartemennya

Terdengar suara gedebukan langkah kaki dari lantai atas sebelum seekor anjing kecil dan seorang pria kira-kira berusia dua puluha tahun berlari bersama. Namun si anjing kecil sampai lebih dahulu ke tempat Sooyoung dan melompat ke dalam gendongannya.

“ Kau kalah lagi, Kai, dari Monggu “

“ Dia curang, aku seharusnya yang menang “

“ Kau akan menyalahkan anjing kecil ? “ Sooyoung mengerutkan alisnya

Kai menatap Sooyoung dan Monggu bergantian, “ Oke .. okee, aku yang kalah “

Sooyoung tersenyum riang dan berjalan melewati Kai, masih dengan Monggu di gendongannya.

“ Bagaimana harimu, Monggu kecil ? Apa appa menjahilimu lagi ? “

Dan seolah bisa dia mengerti apa yang dibicarakan majikan nya, Monggu menggonggong kecil beberapa kali.

“ Oh, benarkah ? Kasihan kau, ayahmu memang jahat, kita akan mengurangi jatah cemilan nya malam ini, setuju ? “

Monggu menggonggong lagi dan kali ini lebih keras, membuat Sooyoung tertawa. Kai yang sudah menyusul di belakang menggeleng kepala dengan putus asa dan merebut Monggu dari dalam dekapan Sooyoung.

“ Naiklah ke kamarmu, anak baik. Appa punya urusan dengan gadis ini “

“ Hya, Kai ? “

Tapi sebelum Sooyoung bisa mencegah, Kai sudah berbalik badan setelah memastikan Monggu benar-benar naik ke lantai dua, dan menyudutkan Sooyoung di lemari es.

tumblr_mcmng0Mep81rk0vy5o1_500

“ K-kai ? “

“ Kenapa kau terus membuatku cemburu pada Monggu ? “

“ Ada apa dengan mu ? “

“ Apa kau sedang menggoda ku ? “

Kai berjalan semakin dekat, membuat Sooyoung tidak menemukan jalan lain saat dia membentur lemari es.

“ Akan aku tunjukan padamu bagaimana jadinya kau juga terus membuatku cemburu “

Kai menyeringai tajam untuk terakhir kalinya, sebelum menekan tubuh Sooyoung dengan tubuhnya dan memberinya sebuah hukuman kecil.

 

purple-heart

 

Sementara itu ditempat lain, di sebuah kediaman besar dan megas. Seorang gadis dengan rambut panjang melewati bahunya, dengan gaun pink manis yang melekat indah di bentuk tubuhnya yang sempurna, sedang berjalan menuju sebuah ruangan di ujung lorong panjang. Di sepanjang jalannya, dinding di sekitarnya di penuhi lukisan mahal dan karpet beludru berwarna gelap. Gadis tadi sampai di depan pintu, tersenyum dari sudut bibirnya sebelum mengetuk perlahan.

“ Siapa ? “ kata suara dari dalam

“ Ini saya, Nyonya, Song Naeun “

Terdengar suara langkah kaki dan beberapa detik kemudian pintu kayu itu berayun kebelakang, menampakan seorang wanita dengan pakaian kerja rapi dan rambut yang tersanggul tinggi.

bof_mom

“ Kau sudah tiba, Naeun “

“ Iya, Nyonya Kim “

“ Panggil saja aku omma “

“ Neh, omma “

Kedua wanita beda generasi tersebut masuk dan duduk di sebuah sofa, beberapa menit kemudian dua gelas cangkir teh hangat sudha menemani mereka.

“ Aku ingin minta maaf, Naeun, atas apa yang sudah putraku lakukan padamu. Dia telah membuat keluargamu malu “

“ Tidak, omma. Kai tidak bersalah, dia punya hak untuk memilih “

“ Tapi anak itu sudah memilih hal yang salah, gadis itu hanya akan merusak masa depannya “

“ Saya rasa juga begitu, omma “

Keduana terdiam untuk beberapa saat, mengambil cangkir teh mereka dengan sopan dan menyeruputnya sedikit sebelum kembali berbincang.

“ Naeun, aku harus bertanya satu hal padamu “

“ Apa itu, omma ? “

“ Apakah kau mencintai Kai ? “

Naeun tersenyum manis, “ Dengan seluruh hatiku, omma. Aku sudha jatuh cinta pada Kai sejak kami masih kecil, namun Kai mulai berubah sejak kami masuk SMA dan aku sudah tidak mengenalnya lagi saat kami masuk kuliah “

“ Ini semua karena gadis panti asuhan itu, karena dia yang merayu anakku, dia jadi anak yang selalu membantah pada orang tuanya “

“ Aku turut menyesal untuk itu “ kata Naeun

“ Tapi aku sudha tidka bisa tinggal diam, anak itu harus meneruskan perusahaan keluarga dna dia harus menikah dengan gadis yang tepat sepertimu “

“ Lalu, kita harus bagaimana, omma ? “

“ Aku punya cara, dan kau hanya perlu mengikuti perintahku. Aku akan melakukan apapun untuk memisahkan Kai dengan gadis itu “

 

purple-heart

 

Di suatu sore seperti biasa, setelah Kai pulang dari kuliah dan membersihkan diri, keduanya duduk di meja makan untuk makan malam. Namun Kai merasakn ada sesuatu pada Sooyoung, sesuatu yang ameragukan, lalu dia kemudian memutuskan untuk bertanya.

“ Ada apa ? “ Kai bertanya

“ Huh ? “ Sooyoung mendongak dari makan malamnya

“ Kau ingin mengatakan sesuatu ? “

Sooyoung hampir tersedak makanannya namun berhasil dia sembunyikan,, “ Bukan apa-apa “ katanya

“ Jangan berbohong, kau tahu kau tidak pernah bisa “

Sooyoung bertukar pandang dengan Kai untuk beberapa saat sebelum dia menarik sebuah kertas dari saku jaketnya dan mendorongnya di atas meja.

“ Aku dapat beasiswa kuliah di Jepang, jurusan kedokteran “

Kai mengambil kertas beasiswa itu dan membacanya, sebuah senyuman terukir di wajahnya namun ada hal lain yang membuatnya ragu. Kalau Sooyoung benar-benar menerima beasiswa ini, itu berarti dia akan pindah ke Jepang dan itu juga berarti mereka tidak akan bertemu.

“ Lalu kau menerimanya ? “ Kai bertanya

Sooyoung menggelengkan kepalanya, “ Aku belum bilang apapun, aku akan membicarakannya dulu denganmu “

“ Kenapa harus membicarakannya dulu denganku, ini keputusanmu Youngie “

“ Tapi aku ingin kau juga memutuskannya untukku, kita sudah hidup bersama, keputusanmu akan menjadi keputusanku juga “

Mereka terdiam lagi, saling bertukar pandang untuk pemikiran dalam. Keduanya mencoba mengambil keputusan yang sulit, tentang masa depan dan cinta. Mereka mencoba memikirkan apa yang akan terjadi di masa depan setelah keputusan yang mereka ambil.

“ Bagaimana Kai ? “ Sooyoung memecah keheningan diantara mereka

Kai menarik nafas panjang sebelum meraih kedua tangan Sooyoung dan tersenyum, “ Sejak kecil kau selalu ingin menjadi dokter agar tidak ada lagi keluarga yang saling berpisah, dan aku rasa .. sekaranglah kesempatanmu. Kau harus mewujudkan mimpimu dan membuktikan pada semua orang bahwa kau memang gadis hebat “

“ Lalu bagaimana denganmu, jika aku benar-benar menerima beasiswa ini maka kita akan – “

“ Aku akan menunggumu “ kata Kai kalem, “ aku sudah berjanji tidak akan membiarkanmu sendiri, aku akan menunggumu sampai kau kembali dan kita bisa memulai hidup bersama yang jauh lebih baik “

Sooyoung tersenyum dan bangkit dari duduknya untuk mengecup pipi kanan Kai, “ Aku akan segera kembali dan membuatmu bangga. Aku mencintaimu “

“ Aku juga mencintaimu “

 

purple-heart

 

Dua minggu kemudian, pada sore yang tenang, Kai mengatar Sooyoung kebandara dengan beberapa kopernya. Setelah menunggu dengan sangat gelisah beberapa menit, panggilan untuk keberangkatan terdengar dan keduanya berhenti sejenak di depan pintu gerbang keberangkatan.

“ Jaga dirimu baik-baik, jangan telat makan dan pakailah pakaian hangat saat musim dingin. Jangan biarkan pria manapun merayumu atau akau akan segera terbang ke tempatmu dan membunuh mereka “ kata Kai tajam

Sooyoung terkekeh kecil, “ Tidak akan ada yang bisa mengalihkan hati ku darimu, percayalah “

“ Aku tahu, aku percaya padamu “ kata Kai

Sooyoung lalu mengeluarkan dua gelang tali dari sakunya dan memakaikannya pada Kai, “ ini untukmu dan Monggu kita “

 original_men-s-personalised-rope-beads-bracelet

Kai membuka telapak tangannya dan melihat dua gelang tali berwarna biru, “ Apa ini ? “

“ Ini jimat perlidungan untuk kalian berdua “

“ Untuk kami ? “

“ Hmm, untuk kalian berdua “ Sooyoung memasangkan salah satu gelang itu di tangan Kai tanpa dia sendiri menyadari bahwa Kai tidak pernah melepas tatapannya dari gadis itu.

Dan begitu Sooyoung selesai mengikat gelangnya, dia merasakan Kai menariknya dengan kuat dan dia berakhir dengan jatuh di dalam pelukan si cowok hitam.

“ Kai ? “

“ Aku akan sangat merindukanmu “ Kai berbisik

Sooyoung tersenyum di balik bahu Kai dan mengeratkan kedua tangannya di pinggangnya, “ Aku juga akan merindukanmu, tapi .. “ Sooyoung menairk dirinya, “ Ini akan menjadi jalan terbaik untuk masa depan kita “

“ Aku tahu “ Kai tersenyum

“ Kai .. “

“ Hmm ? “

“ Yang kutakutkan bukanlah seberapa jauh jarak yang memisahkan kita, atau seberapa lama aku tidak akan berada disisimu. Yang membuatku takut hanya .. “

“ Apa ? “

“ Entahlah, aku hanya .. “

Kai mendekatkan wajahnya dan mengeup dahi Sooyoung dengan lembut, “ Cintaku tidak akan pernah beruba walau kau tidak disisiku, karena aku sudah mencintaimu maka itu berarti kau sudah tersimpan di hatiku. Dan selamanya, meski jarak dan waktu memisahkan kita, kau akan tetap selalu ada “

Dan sebelum Sooyoung benar-benar pergi, untuk terakhir kali dia membalik badanya dan melihat pria yang sangat dia cintai dengan seluruh hatinya sedang melambai dan tersenyum padanya.

“ Sampai jumpa, Kai “

 

purple-heart

 

Beberapa tahu berlalu, Kai dan Sooyoung tidak pernah benar-benar terpisah. Setiap detik mereka saling memikirkan, setiap menit mereka saling merindukan, setiap jam mereka saling mendoakan, dan setiap hari mereka saling bercerita meski hanya dari telepon.

Memang sulit rasanya, terpisah dan mencitai orang yang jauh dari samping kita, tapi kekuatan cinta mereka lebih kuat dari yang bisa dibayangkan, atau mungkin … tidak selamanya.

Menjelang tahun ketiga kepergian Sooyoung, gadis itu mendadak menghilang tanpa kabar. Hanya beberapa kali dalam sebualan dia akan menelepon, itupun hanya sekedar beberapa menit.

Kai mulai merasakan perubahan itu dan membuatnya semakin cemas, mungkinkah terjadi sesuatu pada gadisnya ? Ataukah dia hanya sedang terlalu sibuk ?

Dan pada saat itu, di kediaman keluarga Kim, Nyonya Besar sedang mempersiapkan sesuatu.

“ Kau sudah siap, Naeun ? “

Naeun nampak ragu namun dia tetap mengagguk, “ Apa anda yakin cara ini akan berhasil ? “

“ Tentu, aku sudah memikirkannya dengan sangat baik “

“ Kapan saya akan mulai bergerak ? “

“ Malam ini ! “ Nyonya Kim berjalan ke dekat jendela besar dengan tirai emas, “ Dan setelah semua berhasil, aku akan memanggil gadis miskin itu untuk menghancurkannya hingga sangat hancur “

 

purple-heart

 

Kai duduk di sofa di ruang tamu, menatap gagang telepon ditangannya dengan ragu, berulang kali memencet sebuah nomor namun di hapusnya hapusnya lagi.

“ Haruskah aku meneleponnya lagi ? Atau aku langsung menyusulnya ke Jepang saja ? “

Kai menarik nafas dalam untuk menyakinkan hatinya, memencet nomor yang sama entah untuk keberapa kalinya sebelum mendekatkan gagang telepon ke telingannya.

“ Angkat telepinnya, Soo .. “ gumam Kai

Namun setelah deringan ke enam sekalipun, tidak terdengar suara seseorang dari ujung sana. Kai akhirnya menyerah dan mengembalikan gagang telepon itu ke meja di sebelahnya. Kai menghenyakan tubuhnya ke sandaran sofa dan mendesah putus asa. Namun saat itu dia mendengar beli pintunya berbunyi, kai mengerutkan alisnya sebelum berjalan keluar untuk membuka pintu.

naeun

“ Naeun ? “ kata Kai dengan heran, “ sedang apa kau disini ? “

“ Aku datang untuk bicara denganmu “

Kai nampak tidak yakin namun dia tetap mempersilahkan Naeun utnk masuk dan duduk.

“ Bicaralah “

“ Tidak bisakan kita ngobrol santai dulu sebelum aku menjelaskan maksudku ? “ Naeun bertanya setengah memohon

“ Tidak, sekarang bicaralah “

Naeun mengheela nafas panjang sebelum bicara lagi, “ Aku tahu selama ini aku sudah membuatmu membenciku, aku selalu berusaha keras merebutmu dari gadis yang sangat kau cintai. Namun akhir-akhir ini aku menyadari bahwa aku tidak punya kesempatan. Aku kesini untuk mengajukanmu seuah penawaran “

“ Penawaran ? “

“ hmm, aku ingin kita bisa berteman “

“ Apa maksudmu berteman ? “ Kai mengerutkan alisnya

“ Iya, Kai. Sama seperti tujuh belas tahun yang lalu, kau dan aku adalah sahabat kecil. Tidak bisakah kita bersahabat seperti dulu lagi ? “

“ Kau tahu aku sudah tidak percaya padamu lagi setelah semua yang kau lakukan pada Sooyoung “

“ Aku tahu, aku kesini juga untuk itu “

“ Apa maksudmu ? “

Naeun membuka tas biru kecil miliknya dan mengeluarkan sebuah amplop putih besar sebelum mendorongnya di atas meja.

“ Apa ini ? “

“ Bukalah “

Kai tidak segan menyembunyikan kecurigaan di wajahnya saat menatap Naeun dan amplop di meja secara bergantian. Setelah beberapa detik memandangai Naeun, Kai akhirnya menarik amplop putih di meja.

Kai perlahan membuka penutupnya dan menuangkannya di atas meja, puluhan foto berserakan di sana dan detik berikutnya Kai membuka matanya lebar-lebar.

“ Kau bohong .. “ kata Kai dengan gugup

“ Aku tidak bohong, Kai. Aku dengar dari teman-teman yang lain bahwa Sooyoung mendapat beasiswa di Jepang, saat itu tadinya aku memutuskan untuk mendatangimu tapi aku tahu kau akan menolakku lagi. Tapi beberapa bulan ini, aku dengan dari temanku yang juga kuliah di jurusan yang sama dengan Sooyoung tentang ini semua. Semua aku tidak percaya awalnya, tapi setelah melihat foto ini. “

Naeun mengaliskan tatapannya lagi ke meja, ke tempat di mana puluhan foto mengerikan tergeletak. Di sana ada sekitar dua puluh foto Sooyoung dengan pakaian minim dan bersama puluhan lagi-laki, sementara beberapa menunjukan mereka sedang berpelukan bahkan bercimuna.

“ Aku tidak mau melukaimu dengan memperlihatkan semua foto ini, tapi aku juga tidak bisa membiarkan gadis itu menghianatimu “

“ Ta- tapi S-sooyoung tidak mungkin .. “

“ Dia sudah tidak pernah meneleponmu lagi kan ? Dia telah berubah, Kai “

Kai mengambil salah stau foto di sana yang memperlihatkan Sooyoung tersenyum di tengah banyak pria, hatinya hancur karena terluka dan kecewa. Mereka sudah membuat janji untuk saling menunggu, tapi apa sekarang ?

Pikiran Kai mendadak menjadi kacau, kekecewaan dan kesedihan di hatinya telah mengusai seluruh tubuhnya, air mata sudah membasahi kedua pipinya bersama kemarahan yang mendadak datang entah dari mana.

Saat itu Naeun tersenyum kecil dari sudut bibirnya dan berjalan untuk duduk di sebelah Kai dan memeluknya, “ Aku minta maaf, Kai “

 

purple-heart

 

Beberapa bulan kemudian,,

“ Kai, sebaiknya kau berhenti munim sekarang “ kata Kris dengan tegas

“ Satu gelas lagi dan aku yakin kau akan mati “ Suho menambahkan

Chen dan Chanyeol lalu bergerak bersamaan dan merebut gelas di tangan Kai namun cowok gelap itu justru melawan dan membanting gelas di depan teman-temannya.

“ Lepaskan aku !! biarkan aku sendiri ! “

Sehun yang sedari tadi hanya duduk diam di pojokan mendesah dnegan putus asa dan berdiri dari duduknya, “ Biarkan saja dia, tidak akan ada yang bisa menghentikannya, kita semua tahu itu “

“ Tapi dia akna mati jika terum mkinum alkohol seperti ini “

“ Mungkin pria putus asa ini memang sebaiknya mati “

“ Oh Sehun !! “ D.O dan Baekhyun memekik bersamaan

“ Lihat saja dia !! Dia sudah hancur, gadis itu sudah mengahncurkan hidupnya “ kata Sehun tajam

“ Kau percaya juga percaya ? Pada semua perkataan Naeun ? “ Lay bertanya

“ Naeun membawa buktinya “

“ Hanya beberapa lembar foto “ kata Tao

“ Lalu kenapa gadis itu tidak pernah meneleponnya lagi “

“ Itu mungkin karena – “

“ HENTIKAN !! “ Kai berteriak keras

Dia bangkin dari duduknya dengan sempoyongan na menerjang kelura dari deretan sofa, “ Aku tidak meu dengar siapapun bicara tentang gadis itu lagi, aku membencinya “ Kai bergumam tidak jelas

“ Hati-hati dengan kata-katamu, Kai, atau kau akan menyesal “

Kai hanya menyeringai sebelum berbalik dan meninggalkan ruangan sambil membanting pintu di belakangnya.

Kai berjalan ke lantai dansa sambil terhuyung, pandnagannya sudah sangat kabur saat dia tanpa sengaja menabrak seseorang.

“ Sooyoung .. “ gumam Kai

“ Ikut aku, Kai “

Kai tidak bisa melihat dengan jelas, dia hanya sama-samar tahu bahwa beberapa detik kemudian dia sudah naik mobil menuju suatu tempat.

“ Kenapa kau meninggalkan aku “ Kai mengigau sambil memejamkan mata

“ Karena aku mencintaimu .. “

Aneh rasanya, suara itu nampak asing baginya, namun matanya bisa melihat dengan jelas Sooyoung duduk di sebelahnya.

Mereka berhenti di sebuah apartemena, “ Kenpa kita pulang ke sini ? Aku tidka mau pulang, aku perlu bicara dengamu, Soo “

Namun gadis itu hanya diam saja dan terus menyeret Kai hingga dia tiba di dalam rumah. Mereka berdua melewati ruang tamu dengan cepat dan naik menuju kamar Kai, gadis itu melemparkan Kai ke atas kasurnya.

“ Aku akan melakukan sesuatu sebagai permintaan maaf .. “ kata gadis itu

Dan segera setelah itu, Kai merasakan sesuatu menindih tubuhnya dan mencium birbinya. Hal terakhir yang dia ingat adalah mereka berdua tidur bersama.

 

purple-heart

 

Kai membuka matanya perlahan saat sinar matahari menerja masuk ke dalam kamarnya melalui tirai-tirai putih di jendela. Dia bergerak sedikit untuk meregangkan tubuhnya dna merasakan dingin menusuk kulit. Kai melihat ke bawah dan menemukannya dirinya telanjang, dan sebuah suara membuatnya menoleh dengan cepat.

Kai mengambil celana panjang yang terjatuh di lantai dan berjalan turun ke lantai bawah.

korean-pop-band-exo-k-kai-topless

“ Iya, Nyonya Kim. Saya telah berhasil. Tentu saja, Kai sama sekali tidak curiga, dia bahkan memanggil saya dengan nama gadis itu. Saya berhasil menjebaknya, membuatnya membenci gadis itu dan akhirnya .. kami tidur bersama “

Kai tanpa sengaja menyenggol vas bunga di meja saat dia terhuyung ke belakang, dan Naeun menoleh dengan cepat. Dia berdiri dengan senyum jahat dan memperlihatkan tubuhnya yang hanya terbalut pakaian dalam, “ Kau sudah bangun, sayang ? “

“ Apa yang kau lakukan ? “

“ Bukan aku yang melakukannya, tapi kau yang meminta “

“ Bohong ! Aku tidak pernah menginginkanmu !! “

“ Tapi semalam kau mengatakan lain, kau bialng kau mencintaiku dan menginginkanku, karena itu kita suduh .. bercinta “

Dan sekali lagi terdengar bungi benda jatuh dan pecah. Kai dan Naeun menoleh, namun nampaknya Kai lah yang paling terkejut. Dia seberti tersiram air es di tengah malam, seluruh tubuhnya beku namun terasa lemas dalam waktu bersamaan. Air mata mendesak turun saat rasa bersalah dan marah menyergap hatinya.

“ So- sooyoung .. “ kata Kai dengan terbata-bata

“ Hai, Sooyoung. Kau sudah datang “ sapa Naeun riang

Sooyoung membekak mulutnya dengan kedua tangannya, menahan tangisan yang hampir pecah. Dia menatap Kai dengan sedih, berharap wahwa semua yang dia dengar dan lihat barusan hanyalah mimpi.

“ Soo .. “

large

Namun suara Kai yang dalam dan jelas jutru membuatnya menyadari bahwa semua ini adalah kenyataan. Sooyoung tidak bicara apapun sebelum dia berbalik dan berlari pegi, Kai dengan cepat berusaha mengejarnya namun saat dia baru saja melangkah Naeun menahannya.

“ Kau tidak bisa pergi “ kata Naeun

“ Lepaskan aku atau aku akan melukaimu “

“ Kau tidak akan berani melukaiku ! “

“ Lepaskan aku bilang !! “

“ Kau harus bertanggung jawab, Kai, pada anak kita “

“ Aku tidak menginginkan anak itu “

“ Tapi kau sudah melakukannya, dan lagipula .. ini semua adalah rencana ibumu “

Kai menoleh dengan cepat, “ Mom ? “

“ Hmm, dia ingin memisahkanmu dengan gadis malang itu “

“ Kau bohong ! “

“ Kau sendiri tidak yakin bahwa aku berbohong kan ? Kau sudah dengan pembicaraan kami, kau juga sudah tahu ibumu sangat membenci Sooyoung. Kau tidak punya pilihan, kau harus melepas gadis itu dan menikah denganku “

 

purple-heart

 

Dua bulan kemudian,,

““ Mempelai pria, Kim Jongin, maukah kau menerima Song Naeun sebagai istrimu ? menjaga dalam suka dan duka hingga maut memisahkan kalian “ kata pendeta kepada Kai

“ Iya, aku bersedia “ Kai berbisik lirih

Pendeta itu menoleh pada Naeun,, “ Mempelai wanita, Song Naeun, maukah kau menerima Kim Jongin sebagai suamimu ? setia kepadanya dalam suka dan duka hingga mau memisahkan kalian “

“ Iya, aku bersedia “

Kedua mempelai itu saling berhadapan untuk bertukar cincin dan kemudian berciuman, mereka berbalik menghadap para hadirin dan tersenyum manis. Pesta pemberkatan berlangsung tidak lama, Kai lebih memilih untuk kembali ke kamarnya dan meninggalkan Naeun untuk menemui tamu mereka.

Kai melepas tuxedonya dan meraih sesuatu dari kantong celananya, sebuah gelang tali biru yang sudah usang. Kemudian saat itu dia mendengan suara pintu terbuka dan sebelas orang pria mendekat padanya.

“ Maafkan kami, kami tidka banyak membantu “ kata D.O

“ Tidak apa-apa, ini semua salahku “

“ Aku masih tidak percaya ibumu yang melakukan ini semua “ kata Tao

“ Aku juga tidak bisa percaya, aku tahu dia tidak pernah setuju aku bersama Sooyoung, tapi aku benar-benar tidak percaya jika dia sampai harus mengancam Sooyoung dan membuatnya ketakutan. Dia tahu Sooyoung tidak akan ernah menceritakannya padaku, karena Sooyoung tidak mau melukaiku .. “ Kai berbalik dan menghadap teman-temannya, “ Hari itu, saat dia melihat aku dan Naeun dirumah, adalah hari dimana dia ingin mengatakan semuanya padaku. Dia ingin mencoba sekali lagi berbicara padaku dan berpisah baik-baik. Tapi lihat yang aku lakukan .. “

Luhan mendekat padanya dan menepuk bahunya lembut, “ Kalau begitu kau harus benar-benar melepasnya “

“ Biarkan Sooyoung melanjutkan hidupnya sendiri dan melupakanmu “ Baekhyun menambahkan

“ Maaf aku harus mengatakannya, Kai, tapi kau dan Sooyoung mungkin memang tidak ditakdirkan bersama “ kata Xiumin

“ Kai .. “

Kai seperti terkena serangan jantung hanya karena mendnegar suara itu, dia berbalik snagat perlahan dan kaku.

“ Sooyoung .. “

89637-girls-generation-sooyoung-seohyun-dress-to-impress-at-snowpiercer-vip-

Sooyoung berdiri di ambang pintu dengan dress krem di atas lutut dan jaket kulit hitam, rambutnya tergerai indah dan dia nampak cantik namun sedih. Dia berjalan mendekat perlahan dan dengan kesakitan di setiap langkahnya.

“ Kami akan membiarkan kalian berdua bicara “ kata Kris sebelum dia berjalan keluar diikuti dengan yang lain

“ Soo – “ Kai sudah bersiap untuk melangkah

“ Jangan mendekat “ Sooyoung segera menghentikannya, “ Atau aku akan kehilangan kekuatanku “

“ Sooyoung .. “

“ Butuh waktu berhari-hari untukku meyakinkan hati dan memutuskan mengucapkan perpisahan yang baik denganmu “

“ Perpisahan ? “

“ Iya, Kai, perpisahan. Kita memang seharusnya berpisah “

“ Jangan berkata seperti itu, aku mohon “

“ Inilah kenyataan, sejak awal kau dan aku memang berbeda, seharusnya kita menyadari itu “

Kai tidak dapat menahan air mata yang sudah menggenang di kedua mata hitamnya. Dia merasa sangat hancur melihat Sooyoung di depannya, cukup dekat namun terasa sangat jauh. Kenapa justru saat dia sudah bisa kembali dan mereka berdua sudah bisa memperbaiki semua, perpisahan justru yang mereka dapatkan.

tumblr_m9f3vfTgER1qeywzjo1_1280

“ Aku menyesal telah meninggalkanmu dan tidak menceritakan semuanya padamu, aku hanya tidak ingin kau khawatir. Aku begitu takut kehilanganmu dan membuatmu terluka, tapi .. “ Sooyoung mengambil nafas dalam, “ Sekarang aku sudah bisa menerima semua, bahwa jika kau dan aku tidak bisa bersatu, maka aku masih bisa menyimpan cinta ini untukku sendiri. Aku akan baik-baik saja, Kai, jangan mengkhawatirkan aku.

Sooyoung menghapus air matanya, melepas sebuah kalung dari lehernya dan meletakannya di meja, dia kemudian tersenyum untuk terakhir kalinya sebelum menghilang untuk selamanya

“ Selamat tinggal, Kai, semoga kau bahagia “

 

purple-heart

.

.

.

TAMAT

Advertisements

8 thoughts on “[Series] Miracle In December – Kai

  1. Dan aku benar2 membenci alur yang seperti ini. Bukan karena idemu chingu atau apapun itu. Aku hanya merasa kecewa dengan segala tindakan dari orang yang berniat memisahkan sebuah cinta yang tulus.

    Membaca ff-mu kali ini, mengingatkan aku dengan kisah hidup seseorang. Menyakitkan memang. Tapi itulah hidup. Cinta. Dan kesetiaan.

    Huhu~ kereen deh. Nyesek sendiri baca ff series Miracle In December ini 😥

  2. Kenapa ini sedih banget astagaa aku plg ga tega liat kisah cinta yg ga disetujuin cm karena status sosial. Rasanya gmn gt.. keren ff nyaaa, kerasa banget sakit hati dr mereka berduaa, ditunggu series lainnya, semangat! 😉

  3. konfliknya astaga, sookai T.T
    airmataku turun author, eomma kai bener bener kurang ajar memisahkan cinta sookai
    last series ditunggu ^^

  4. Ya ampun nyesek nya tuh dsini..bener2 konfliknya menguras hati gak kbyang klo jdi sookai hiks hiks ..
    Next aku harap slanjutnya itu sehun..

  5. Sad End.
    Sebenernya aku paling ga suka sama ff berakhiran sad.
    Tapi aku acungin 5 jempol untuk author.
    Feel nya kena banget.Aku sampe nangis di buatnya.:)

  6. Heran,,, setiap bca ff miracle in december, psti aku gk prnah absen klw mslah nangis.. Hikss ;(
    pdhla cast prianya slalu beda, tpi feelnya slalu aja dapet,,
    hikss..hikss..
    Aku ketik ini komntr smbil nngis loh thor,, huwwaaaa… Knp sedih bngt sih kisah hidupnya soo,,aisshhh ibunya kai jahat bngt ;(

    aisshh.. Aku kok kesel yah sma kai :@
    kpingin ada sequel yg buat soo bhagia, tpi kan gk mngkin lgi ;(
    huwaaaa… Hikss.. Thor, knp mlang bngt sih nasibnya soo ;(

    hebat thor, untuk kesekian kalinya aku msih brthan untk sllu mngis klw ngebca stiap series ff miracle in december 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s