[Series] Something Has Happend Chapter Nine

” Cinta adalah Persahabatan, jika aku tidak bisa menjadi sahabatnya maka aku tidak bisa mencintainya “

Tapi bagaimana jika dua sahabat yang sebenarnya jatuh cinta justru mengingkarinya dan terpisah dalam luka. Mereka berdua selalu bersama sejak kecil, Kris dan Sooyoung adalah sahabat. Mereka tumbuh bersama dalam suka dan duka, saling berbagi dan menjaga. Namun saat mulai mengenal cinta, keduanya harus mengalami banyak kesalahpahaman.

Bagaimana kisah cinta mereka akan berakhir ?

Akankah cinta dua sahabat akan bersatu ?

.

.

.

Gambar

Something Has Happend

Title: Something Has Happend

Casting : Choi Sooyoung, Kris Wufan, Shim Changmin, Summer (OC)

Sub Cast : SMEntertaiment

Rate : 17 (Teenagers)

Genre : Romance, Angstr, Friendship

Disclaimer : ©Cast milik Tuhan

Lenght : 3169 words

NB : Coment please ^^ and follow me here

.

.

Gambar

Sooyoung baru saja tiba di bandara Incheon setelah perjalanan selama beberapa jam,, dia diantar oleh Changmin dan Victoria saat akan berangkat. Butuh kesabaran cukup banyak untuk membuat Changmin berhenti merengek agar Sooyoung tidak pergi,, dia berulang kali menarik tangan Sooyoung saat gadis itu akan masuk ke gerbang keberangkatan, padahal saat Sooyoung meminta ijin padanya Changmin langsung menyetujuinya. Sooyoung berjalan melewati gerbang kedatangan dan berhenti di sana,, dia mendesah perlahan dan tersenyum tipis

seperti kembali ke rumah lama,, ada banyak hal yang aku rindukan dari negara ini .. salah satunya kau ‘ Sooyoung membatin

“ SOOYOUNG UNNIE !! “ seseorang tiba tiba berteriak memanggil namanya

Sooyoung menoleh kebelakang dan melihat dua gadis cantik yang tingginya hampir sama dengannya berlari kearahnya.

Gambar

“ Yonna .. Seohyun-ah “ kata Sooyoung sambil merentangkan tangan menyambut kedua temannya

“ kau akhirnya tiba Soo, aku sangat merindukanmu “ kata Yoona

“ aku juga merindukanmu, unnie “ kata Seohyun

“ aku sangat sangat merindukan kalian berdua “ kata Sooyoung sambil mempererat pelukannya “ kapan kalian sampai ke Jepang ? “ dia menambahkan

Yoona dan Seohyun adalah beberapa teman yang dia dapatkan di Jepang,, perusahaan ketiganya saling bekerja sama,, itulah yang membuat mereka akhirnya saling bertemu dan menjadi teman baik.

“ dua hari yang lalu,, tadinya aku berharap kita bisa berangkat bersama “ kata Yoona

“ hmm .. aku juga,, tapi beberapa pekerjaan menyebalkan itu membuatku harus berangkat sendiri tanpa kalian “ kata Sooyoung

“ bagaimana kabar Changmin oppa ? “ Seohyun bertanya

“ dia baik,, dia menitipkan salam untuk kalian “ Sooyoung tesenyum manis

Mereka berjalan menuju sebuah mobil merah yang menunggu mereka,, “ bagaimana persiapannya ?? “ Sooyoung bertanya

“ sudah hampir selesai,, kita hanya perlu menambahkan beberapa hal “ kata Yoona

“ ohh .. unnie ! ” kata Seohyun tiba-tiba sambil mnepuk lengan Sooyoung, ” kau akan tinggal di asrama sekolah selama acara kemah nanti,, jadi aku belum memesan hotel untukmu. Tidak apa apa kan ? “ Seohyun cemberut

Sooyoung mengacak rambut Seohyun sambil tersenyum,,

“ tidak apa,, aku akan lebih senang jika bisa tinggal bersama kalian dan anak-anak “ kata Sooyoung sambil merangkul mereka berdua.

“ aku hampir lupa kau sangat suka anak-anak kecil “ kata Yoona

“ Changmin oppa dan Sooyoung unnie seharusnya cepat menikah agar unnie bisa cepat punya anak kecil “ kata Seohyun tiba-tiba

“ Hyaa !! kenapa kau jadi bisa memikirkan hal-hal seperti itu hah ? kau tidak boleh terlalu sering keluar dengan Kyuhyun oppa,, dia sama buruknya dengan Changmin oppa ! “ kata Sooyoung jengkel

“ Changmin oppa ??!! kau bilang oppa ?? sejak kapan kau mulai memanggilnya oppa hah ? “ kata Yoona sambil mengerutkan alisnya

Sooyoung mendadak menoleh kepada keduanya dengan panik, “ itu .. ermh .. itu .. aku .. “ kata Sooyoung dengan gelagapan

“ kalian sudah saling akur ?? “ tanya Seohyun

“ aku hanya .. “ Sooyoung mulai menggaruk-garuk kbelakang epalanya

“ senang mendengarnya,, kau akhirnya mau menerima Changmin oppa “ kata Yoona

Sooyoung hanya tersenyum pasrah pada kedua temannya itu,, setidaknya keputusan yang dia ambil disetujui oleh kedua temannya yang selama ini juga tahu tentang pertunangannya dan Changmin. Sesampainya di mobil mereka, Yoona dan Seohyun membantu Sooyoung memasukan kopernya ke bagasi. Namun saat mereka sudah akan masuk ke mobil tiba tiba, “ Oh My God !! “

Yoona tiba-tiba berhenti dan berteriak cukup kencang,, Sooyoung dan Seohyun sama-sama berhenti sambil menoleh ke kanan kiri dengan cepat dan takut.

“ kenapa ?? “

“ ada apa unnie ?? “

“ aku lupa sesuatu “ kata Yoona menepuk dahinya

“ apa yang kau lupakan ?? “ Sooyoung bertanya

Yoona kemudian membentuk ekspresi serius di wajahnya dan menrik nafas dalam sebelum bicara dengan sangat cepat, “ ada potongan harga di pusat perbelanjaan dekat sini,, potongan harga hingga 70 persen “ kata Yoona dengan wajah polos

Sooyoung dan Seohyun menjatuhkan rahang mereka saat mereka membuka mulut lebar-lebar, Sooyoung dengan cepat mendelik dengan jengkel sementara Seohyun hanya merenges.

“ HYA IM YOONA !! kau mau mati hah ?? “

“ kenapa ? “ Yoona mengedipkan mata

“ kau membuat kami hampir terkena serangan jantung karena berteriak dan berhenti tiba-tiba !! “ kata Sooyoung

“ tapi yang aku katakan benar kan ? lagipula kita memang masih membutuhkan beberapa barang lagi untuk acara perkemahan nanti “ kata Yoona dengan enteng

“ tapi unnie tidak perlu berlebihan seperti itu “ kata Seohyun dengan sabar

“ aku tahu aku tahu “ Yoona tersenyum lebar “ maafkan aku “

Gambar

Sooyoung memutar bola matanya dan mendesah keras,, dia segera masuk kedalam mobil meninggalkan Seohyun dan Yoona yang saling bertukar pandang.

Mobil yang mereka gunakan melaju di jalanan kota Seoul yang cukup padat,, ketiga gadis cantik itu saling bercerita tentang banyak hal konyol di sepanjang perjalanan. Sooyoung berulang kali menatap keluar melalui jendela,, sudah banyak yang berubah dengan kota ini,, rasanya sudah sangat lama Sooyoung tidak pernah menikmati keindahan kota ini lagi sejak dia pindah. Sooyoung menjadi penasaran dengan keadaan rumahnya yang dulu,, mungkin saja sekarang sudah ada orang lain yang menghuni rumahnya. Tiga puluh menit kemudian tiga gadis cantik itu sampai di pusat perbeanjaan yang tadi dibicarakan Yoona,, tanpa menghabiskan waktu lebih lama mereka segera melakukan hal yang paling disukai cewek,, apalagi jika bukan berbelanja. Yoona membeli banyak barang untuknya,, dia kerepotan membawa banyak tas belanja di tangannya,, dua gadis yang lain juga sama.

“ omo !! “ kata Seohyun yang mendadak tiba-tiba

Kedua gadis yang lain berhenti dan menoleh ke arahnya,, “ ada apa Seohyunie ?? “ Sooyoung bertanya

“ kita belum memesan tambahan mantel untuk anak anak “ kata Seohyun

Yoona menepuk dahinya,, “ aku lupa !! kau benar juga,, kita butuh beberapa tambahan mantel “ dia menambahkan

“ kalau begitu biar aku yang belikan “ kata Sooyoung

“ tidak perlu unnie,, aku yang akan membelinya,, kalian tunggu di mobil saja “ kata Seohyun

“ tidak tidak,, biar aku yang belikan ! aku juga lupa membawa mantelku,, aku tidak tahu Korea akan sedingin ini “ kata Sooyoung sambil tertawa kecil

“ emm .. baiklah,, tapi jangan terlalu lama,, jika butuh bantuan segera telepon kami,, kami menunggumu di mobil “

Sooyoung mengaguk dan bejalan meninggalkan Yoona dan Seohyun yang yang melambai padnaya sebelum berjalan ke arah berlawanan.

Di tempat lain,,

“ Apa lagi yang harus kita beli daddy ? “ kata Summer sambil menggandeng tangan ayahnya

“ emm .. tunggu sebentar .. kita masih butuh jas hujan,, sepatu,, topi untukmu dan kita juga harus membeli roti, jeruk,, dan daging untuk nenekmu “ Kris berkata sambil membaca kertas di tangannya

Pasangan ayah dan anak ini sedang menghabiskan minggu mereka dengan berbelanja bersama untuk keperluan perkemahan Summer dan bahan makanan untuk makan malam mereka. Sejak dua puluh menit yang lalu mereka berkeliling seluruh pusat perbelanjaan, nampaknya mereka belum selesai dengan daftar belanjaan mereka

“ bagaimana dengan baju ? “ Summer bertanya

“ nenekmu sudah membelikan untukmu kemarin “

“ nenek ?? pasti modelnya kuno “ Summer cemberut

“ bagaimana kau tahu ? “ Kris bertanya

“ neneklah yang membelikan pakaiaan yang akan kuberikan pada Jeno di hari ulang tahunnya dua bulan yang lalu,, dan daddy harus melihat bagaimana ekspresi Jeno saat itu “ kata Summer dengan polos

Kris hanya tertawa kecil dan menggeleng kepala,, dia kemudian mengangkat tubuh Summer dan menggendongnya, “ kalau begitu kita beli mantel saja,, kau sudah punya banyak baju bagus di rumah “ kata Kris sambil mencium pipi Summer

“ oke daddy “ Summer tersenyum lebar

Mereka berdua pun pergi menuju toko mantel terdekat disana,, Kris menurunkan Summer begitu mereka sampai di depan pintu. Tapi belum sempat mereka masuk Kris tiba tiba berhenti ..

“ ada apa daddy ? “ Summer bertanya

“ sepertinya daddy meninggalkan kantong belanjaan kita di toko sebelumnya,, disana ada pesanan nenekmu “ kata Kris sambil menepuk dahinya. Summer hanya menggeleng kepalanya,, “ daddy benar-benar ceroboh “

Kris merenges lebar,,“ kau tunggu di sini sebentar sayang,, daddy akan kesana dan mengambilnya,, atau kau bisa masuk dulu dan memilih mantel yang kau suka “ kata Kris

“ hmm “ Summer mengangguk patuh

“ jangan pergi kemanapun ! kau tahu nomer daddy jika terjadi sesuatu,, jangan membuat masalah ! “ kata Kris sambil berlari meninggalkan Summer

“ daddy lah yang sedang membuat masalah “

Summer kemudian melewati pintu toko dan masuk ke dalam,, dan saat dia baru berkeliling beberapa detik seorang pelayang mendekat dan menghampirinya.

“ selamat datang Nona kecil,, ada yang bisa saya bantu? “ kata pelayan tadi dengan ramah

“ terima kasih unnie cantik “ Summer tersenyum manis “ aku diminta daddy untuk mencari mantel untukku “ dia menambahkan

“ benarkah ?? warna apa yang kau suka ? “

“ emmh .. “ Summer berfikir sebentar “ ungu “

“ ahh .. jadi kau suka warna ungu ? Kami punya banyak model mantel yang sesuai dengan ukuranmu, kau mau yang bermotif at – “

“ Permisi,, apakah ada matel dengan ukuran ini yang berwarna ungu ? “

Belum selesai pelayan tadi dengan kalimatnya seseorang di belakang tiba-tiba memotong kalimatnya. Summer dan pelayan tadi menoleh ke belakang bersamaan,, dan Summer membuka matanya sangat lebar. Dia menatap gadis yang berdiri di belakang pelayan tadi lekat-lekat dengan ketidak percayaan .. ‘ tidak mungkin !! aku pasti bermimpi ! Mommy,, apa ini benar ? ‘ Summer berbicara dalam hati.

Summer tidak bisa melepaskan tatapannya pada seorang gadis tinggi langsing dengan rambut cokelat panjang bergelombang yang terurai idah di belakang bahunya. Otaknya mendadak terasa macet seolah ada monster seperti di kartun yang sering dia tonton yang menembakakn pistol pembeku pada kepalanya.

“ tentu saja ada Nona,, saya akan menunjukannya kepada anda setelah ini,, saya sedang melayani gadis kecil ini “ kata pelayan tadi

“ ahh .. kau sedang melayani gadis kecil ini ? “ kata gadis berambut cokelat tadi,, dia kemudian melongok ke arah Summer “ maaf gadis cantik “ dia menambahkan sambil tersenum sangat manis pada Summer.

Summer bahkan tidak sempat mengangguk atau menjawab apapun karena kekagetan yang masih mengusainya, gadis itu hanya terdiam dengan mulut terbuka lebar dan mata berkaca-kaca. Setelah itu, gadis berambut cokelat tadi berjalan pergi ke deretan mantel di dekat meja kasir.

“ jadi gadis kecil,, kau mau yang bermotif atau yang polos ? “ pelayan tadi kembali berbicara pada Summer

Summer masih tidak menjawab,, pelayang itu kemudian melambaikan tangan di depan wajahnya, “ kau baik-baik saja gadis kecil ? “

“ eh .. ?? “ Summer kembali dari lamunannya dan berkedip beberapa kali “ Aku rasa .. sebaiknya aku menunggu daddy sebentar lagi “ kata Summer lirih.

Pelayan tadi tersenyum ramah,, “ baiklah kalau begitu,, kau bisa menunggu di sebelah sana sampai ayahmu datang “ kata pelayang tadi sambil menunjuk bangku di sebelah kanan mereka.

“ hmm “

Summer hanya mengangguk sambil masih memperhatikan gadis tadi yang sekarang sedang berdiri di meja kasir. Setelah pelayan tadi meninggalkannya,, Summer berjalan perlahan mendekati gadis tadi. Semakin dekat Summer semakin menyadari bahwa apa yang dilihatnya memang benar dan dia tidak sedang bermimpi. Begitu sampai di sebelah gadis tadi Summer dengan tangan gemetar mancoba meraih tangan gadis tadi. Gadis tadi sedikit terkejut saat ada yang menggandeng tangannya dan saat dia menolah,, gadis kecil yang tadi dilihatnya sedang berdiri disana sambil menatapnya.

Gambar

“ oh ? bukankah kau gadis kecil yang tadi ? “ gadis tadi menoleh

“ hmm “ Summer hanya mengangguk

Gadis tadi kemudian berjongkok agar bisa menatap Summer dengan jelas, “ ada apa sayang ? apa aku bisa membantumu? “. Summer tersenyum manis, “ aku ..  sepertinya aku pernah melihatmu Nona “ Summer berkata lirih

“ eh ? “ gadis tadi memiringkan kepalanya “ tapi aku baru datang dari Jepang hari ini,, kau mungkin salah orang sayang “ dia menambahkan. “ benarkah ? tapi kalian sangat mirip,, atau mungkin unnie yang lebih cantik “ kata Summer

Gadis tadi tertawa dan membelai kepala Summer dengan lembut,, Summer merasakan perasaan hangat yang nyaman di sekujur tubuhnya.

“ terima kasih sayang,, tapi aku rasa kau lebih cantik dariku. Benarkan unnie ? “ Gadis tadi menoleh pada pelayang yang sedang berjaga di kasir,, pelayang tadi mengangguk dan tersenyum, “ See “ gadis tadi tersenyum lagi.

“ terima kasih, unnie “ kata Summer dengan tulus

“ kau di sini sendiri ? “ tanya gadis itu lagi

“ ani “ Summer menggeleng “ aku bersama orang tuaku “ dia menambahkan

“ kau pasti bersama ibumu kan ? “ gadis tadi berkata dengan ceria, “ memang menyenangkan berbelanja bersama ibu “

“ Bukan .. “ Summer menggelengkan kepalanya perlahan dan tertawa pahit “ ibuku sudah berada disurga sejak aku lahir “ dia menambahkan. Gadis tadi terhenti,, dia menatap Summer dengan rasa bersalah dan wajah sedih. Gadis itu kemudian meraih tangan Summer dan membelainya dengan lembut,, “ aku minta maaf sayang,, aku tidak tahu jika .. “

“ boleh aku minta satu pelukan ? “ kata Summer memotong kalimat gadis tadi

“ pelukan ? “

“ hmm .. aku selalu membutuhkan pelukan setiap kali teringan mommy “ kata Summer

Gadis tadi tersenyum dan kemudian merentangkan tangannya,, “ tentu saja,, kemarilah “

Summer berlari kecil ke dalam pelukan gadis tadi,, nyaman dan hangat rasanya ,, Summer tidak pernah merasakan perasaan seperti ini sebelumnya,, perasaan ini beda dengan saat dia memeluk ayahnya. Sangat nyaman,, sangat hangat dan sangat aman, perasaan yang tidak pernah dirasakan Summer sepanjang hidupnya,, dia ingin tetap seperti ini selamanya. Namun beberapa detik kemudian Summer menarik tubuhnya,, “ sudah merasa lebih baik ? “ gadis tadi bertanya.

“ jauh lebih baik “ jawa Summer “ terima kasih sudah mau memelukku, unnie “

“ terima kasih juga sudah mau meminta pelukan dariku,, adik perempuanku bahkan tidak mau aku memeluknya “ gadis tadi cemberut

Mereka kemudian tertawa bersama,, aneh rasanya melihat kedua orang asing ini bisa mendadak sedekat ini di hari pertama mereka bertemu. Jika orang yang tidak tahu, mungkin mereka akan mengira mereka adalah anak dan ibu.

“ aku sedang menunggu daddy “ kata Summer lagi

“ jadi kau bersama daddymu ? “

“ hmm .. dia daddy terbaik yang pernah aku punya “ kata Summer dengan bangga

“ benarkah ? aku jadi ingin bertemu dengannya “ gadis tadi tertawa kecil

“ kau harus bertemu dengannya unnie,, dia sangat tampan tapi sedikit bodoh “ kata Summer

“ kau tidak boleh bilang begitu “ kata gadis tadi sambil menggoyangkan jari telunjuknya

“ bukan aku yang bilang,, tapi mommy. Mommy bilang daddy pernah menyakiti seorang gadis dulu karena kebodohannya “

“ ah .. ” gadis tadi mengangguk-angguk, ” kurasa ayahmu dan gadis itu hanya salah paham “

“ aku rasa juga begitu unnie “

Hei .. It’s Pororo .. Handphone gadis tadi tiba-tiba berbunyi,, dia segera merogoh tasnya dan mengangkat teleponnya, “ hmm wae ? … ah maaf … baiklah aku akan kesana .. iya,, aku sudah memesannya “

Dia kemudian menutup teleponnya dan melihat Summer dengan sedih

“ maaf sayang,, aku rasa kita tidak bisa mengobrol lebih lama,, temanku sedang menungguku “ katanya

“ tapi daddy belum datang unnie,, bisakah kau menggu sampai dia datang “ Summer memohon

Gadis tadi menggigit bibir bawahnya dengan gelisah,, dia menarik Summer ke dalam pelukannya lagi sambil membelai kepalanya dengan penuh kasih, “ aku benar-benar minta maaf,, tapi aku sudah terlambat untuk pergi ke suatu tempat “

“ benarkah ?? “

“ hmm .. sebenarnya aku masih ingin mengobrol banyak dengan mu,, kau adalah gadis kecil ceria yang sangat menyenangkan, aku juga berharap bisa bertemu ayahmu,, tapi .. “

“ tidak apa-apa unnie,, kita pasti bertemu lagi. Aku, unnie dan ayah “ kata Summer mantap

“ benarkah ? bagaimana kau tahu ? “ gadis tadi memiringkan kepalanya

“ entahlah “ Summer menggeleng “ tapi aku janji kita akan bertemu lagi “

Summer mengeluarkan kelingkingnya,, gadis tadi tertawa kecil dan kemudian mengeluarkan kelingkingnya juga. Mereka mebuat janji jari kelingking,,

Gambar

“ sampai jumpa gadis kecil “

Gadis tadi mengambil pesanannya di kasir dan melambai pada Summer sebelum berjalan keluar meninggalkan toko. Beberapa menit kemudian Kris datang dengan terengah engah,, “ maaf Summer sayang,, nenekmu menelepon daddy dan daddy harus kembali lagi untuk membeli pesanannya yang lain. Kau sduah memilih mantelmu ? “ kata Kris sambil mengatur nafasnya.

“ kenapa daddy lama sekali ?? aku baru saja bertemu seseorang “ Summer tidak melanjutkan kalimatnya

“ siapa ? “ Kris mengerutkan alisnya dengan heran

“ sudahlah ! aku marah pada daddy ! aku tidak mau membeli mantel, aku mau pulang!! “

Summer berjalan meninggalkan ayahnya yang terpaku di tempat dengan banyak tas belanja memenuhi tangnnya, “ ada apa dengan anak itu ? “ Kris bergumam.

Dia berlari menyusul Summer yang sudah beberapa langkah di depannya,, “ kau yakin tidak mau berbelanja lagi ? daddy benar-benar minta maaf, sayang “

“ tidak mau,, aku mau pulang “ Summer cemberut

“ Kalau begitu daddy akan membelikanmu es krim “ Kris mencoba membuat Summer berhenti marah padanya

Summer dengan segera berhenti berjalan dan menoleh pada ayahnya,, “ aku tidak mau satu,, aku mau dua kotak es krim rasa cokelat dan anggur “ katanya

Kris hanya tertawa kecil dan mengelus kepala putrinya,, “ daddy akan membelikan tiga kotak es krim untukmu “

Dengan itu Summer melompat kegendongan Kris dan mencium pipi ayahnya,, “ terima kasih daddy “ kata Summer

“ jangan pernah lagi marah pada daddy, oke ? “

Summer hanya mengangguk,, dia sempat sangat kecewa karena kehilangan kesempatan besar tadi,, tapi dalam hatinya dia yakin kesempatan itu akan datang lagi nanti.

terima kasih sudah membantuku Mommy,, aku tahu kau yang sudah membawanya kembali sedekat ini ‘ Summer membatin dan mendongak ke atas ‘ sekarang biar aku yang meneruskannya

Sementara itu,,

Sooyoung berlari secepat yang dia bisa menuju parkiran mobil,, setelah beberapa saat mencari,, dia menemukan mobil yang tadi dinaikinya bersama dua gadis yang lain.

“ kemana saja kau hah ? “ kata Yoona begitu melihat Sooyoung duduk disebelahnya

“ maaf maaf .. aku bertemu seseorang “ kata Sooyoung sambil terengah-engah

“ seseorang ? siapa unnie ? “ Seohyun bertanya

“ entahlah .. tapi aku merasa wajahnya mirip seseorang yang aku kenal “ kata Sooyoung

“ kau pasti terlalu banyak memikirkan Changmin “ Yoona menggoda

Seohyun yang duduk di belakang ikut tertawa,,

“ hya !! berhenti mengejekku atau aku tidak akan memberikan es krim ini “

Sooyoung mengeluarkan tiga cup es krim dari salah satu tas belanjannya,,

“ aku mau .. “ Yoona segera mencoba meraih salah satu es krim itu,, tapi Sooyoung menariknya menjauh “ aku tahu ! maaf Sooyoungku tersayang “

Sooyoung hanya tersenyum lebar dan membagikan es krimnya pada dua gadis yang lain. Merekapun kembali berjalan menuju tempar perkemahan.

.

.

Gambar

“ kita sampai “ kata Yoona dengan ceria

Mereka bertiga sedang berjalan bersama dengan menyeret beberapa koper Sooyoung menuju sebuah gerbang besi merah besar bertuliskan “ SELAMAT DATANG DI SUMMER CAMP “. Sooyoung tidak bisa menutupi ke kagumannya,, di balik gerbang besar itu ada hamparan ladang yang seperti di tutupi karpet rerumputan berwarna hijau. Beberapa bukit kecil tampak dihiasi dengan kincir angin besar warna-warni. Beberapa tenda sudah siap terpasang di sekeliling sebuah bangunan utama besar berwarna pelangi.,, di belakang tenda-tenda itu ada sekitar tiga rumah pondok dari kayu dan sebuah taman bermain besar di sebelah kanan.

“ cantik kan ? “ kata Yoona,, membangunkan Sooyoung dari kekagumannya

“ luar biasa .. “ kata Sooyoung “ cantik sekali “ dia menambahkan

“ Youngie ! “

Sooyoung berhenti mengagumi pemandangan saat mendengar seseorang memanggilnya, “ oppa !! “. Sooyoung segera berlari meninggalkan Yoona dan Seohyun menuju tiga pria yang di panggilnya ‘ oppa ‘.

Gambar Gambar Gambar

“ baru saja tiba ? “ tanya pria berwajah paling imut

“ hmm “ Sooyoung mengangguk dengan polos

“ Changmin hyung tidak bersamamu ? “ kata pria yang berdiri di tengah dengan eyeliner tipis

“ dia akan menyusul minggu depan “

“ kalian berdua baik-baik saja ? “ kata pria yang terlihat paling kurus

“ tentu saja, kami baik-baik saja “ Sooyoung tersenyum manis

“ Hya !! bisakah kalian ngobrol nanti saja dan bantu kami membawa koper-koper berat ini ? “ terdengar teriakan Yoona dari balik punggung Sooyoung,, keempatnya menoleh dan kemudian tertawa bersama. Xiumin,, Baekhyun dan Chen menghampiri Yoona dan Seohyun lalu mengambil koper di tangan mereka.

“ Sunny unnie tidak ikut ? “ Sooyoung bertanya

Mereka sudah tiba di dalam bangunan utama dan ketiga cowok itu sedang turun ke lantai bawah setelah meletakan koper-koper Sooyoung, “ kau belum dengar dari Changmin hyung ? “ Xiumin malah balik bertanya

“ apa ? “ Sooyoung berkedip dengn polos beberapa kali

“ Sunny sedang hamil anak kedua kami dan dia harus banyak istirahat jadi dia tidak bisa ikut perkemahan ini “

Sooyoung memekik senang,, menatap Xiumin dengan mata terbuka lebar, “ benarkah ? “

“ hmm “

“ aku akan membunuh Shim Changmin karena tidak memberitahuku tentang ini!! “ Sooyoung bergumam keras-keras

“ sudah sudah,, sebaiknya kita segera membereskan sisa persiapan yang belum selesai sebelum kemah di mulai dua hari lagi “ kata Baekhyun.

Mereka semua mengangguk bersamaan dan beberapa menit kemudian masing-masing dari sudah sibuk dengan tugas mereka masing-masing. Mempersiapkan kemah musim panas pertama yang mereka adakan, dan kemah musim panas pertama yang akan menjadi sangat berkesan bagi seseorang.

.

.

.

Gambar

BERSAMBUNG

Note : Readers,, bantu aku promosiin blog ini yaa >u< Terima Kasih sebelumnya ^^

Advertisements

12 thoughts on “[Series] Something Has Happend Chapter Nine

  1. Emmmmm mau bilang apa ya? Kurang panjang nih ceritanya. Belum puas baca tapi udh ‘bersambung’ . Abisnya tiap baca ff Dell sam El bawaannya gk mau berenti.
    Semoga next part publish segera ^^

    Ciiiiyyyyeeeeeee, tampilan blognya baru

  2. Ngakak mikirin summer bengong dengan mulut terbuka wkwk
    Semoga syoung ktmu sma kawan basket nya … luhan disemputin di mana thor?
    Yee minggu depan changmin nyusull sip lahh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s