[Series] Miracle In December – Chanyeol

Miracle In December mengisahkan tentang dua belas pria yang merindukan kekasih mereka. Karena kesalahan besar yang telah mereka buat,, mereka kehilangan wanita yang mereka sayangi. Mereka berusaha melihat apa yang tidak bisa mereka lihat. Mereka berusaha mendengar apa yang tidak bisa mereka dengar. Keegoisan mereka yang membuat mereka buta pada cinta sejati di sekitar mereka. Dan meski mereka bisa menghentikan waktu, dia tidak akan bisa kembali ..

Dua belas cowok dengan cinta yang berbeda namun takdir yang sama …

.

.

Gambar

Miracle In December

Title : Miracle In December

Casting :

Choi Sooyoung, Park Chanyeol

Sub Cast :

SMEntertaiment

Rate : 17 (teenagers)

Genre : Sad, Angst, Mariage Life

Words : 3119

Note : Setiap member akan memiliki kisah yang berbeda dengan Sooyoung

Story by :

Dellia

.

.

.

Gambar

“ kenapa harus aku ? “ seorang pria dengan rambut cokelat kemerahan bertanya dengan nada dingin

“ karena kau putra tunggal di keluarga ini ? “

“ dan kenapa aku harus melakukan perjodohan konyol ini ? “

“ jaga mulutmu Chanyeol !! “

“ kenapa abeoji ? apa ada yang sedang mengawasi kita sekarang ? dari perusahaan mana ? “

“ Park Chanyeol !!! “ Tuan Park merendahkan suaranya namun jelas terdengar kemarahan disana

“ aku tidak mau melakukan pertunangan ini, tidak akan pernah ! “

“ kau harus melakukannya .. atau keluarga kita akan jatuh miskin “ Tuan Park memohon

“ a-   apa ? “

“ perusahaan kita hampir bangkrut Chanyeol, dan kita membutuhkan Grup Choi untuk menyelamatkan kita “

Chanyeol terdiam tanpa kata, matanya mulai terlihat tenang tidak seperti semula. Sulit untuk melakukannya namun dia berusaha tersenyum.

“ haruskah itu ? “

“ jika kau mau menyelamatkan keluarga kita “

Dia mengnarik nafas panjang sebelum berkata lirih,, “ baik abeoji, aku akan melakukannya “

Gambar

Gereja sudah dipenuhi dengan orang-orang yang menunggu mempelai pria dan wanita. Beberapa menit kemudian pintu gereja terbuka dan nampak seorang pria tinggi dengan tuxedo rapih yang melekat di tubuhnya. Dia berjalan sendiri menuju altar dengan semua mata yang terarah padanya,,

“ dimana mempelaimu ? “ Si pendeta bertanya

“ dia akan segera tiba “ kata Chanyeol datar

Tepat saat pintu gereja terbuka lagi, nampak seorang gadis berambut cokelat bergelombang panjang melewati bahunya. Gaun pengantin putih tampak berkilau di sosoknya yang cantik,, di atas kepalanya melingkar sebuah mahkota bunga. Wajahnya bersemu merah dengan senyuman merekah di bibirnya, dia melangkah anggun dan mendekat ke altar.

“ aku percayakan putriku padamu “ kata seorang pria paruh yang berjalan bersama si gaids tadi

“ Neh, Tuan Choi “ Chanyeol membungkuk dalam

Chanyeol mengambil tangan si gadis tanpa senyum di wajahnya, mereka berdua menghadap pendeta untuk memulai pemberkatan.

Gambar

“ Mempelai pria, Park Chanyeol, maukah kau menerima Choi Sooyoung sebagai istrimu ? menjaga dalam suka dan duka hingga maut memisahkan kalian “ kata pendeta kepada Chanyeol

“ Iya, aku bersedia “

Pendeta itu menoleh pada Sooyoung,, “ Mempelai wanita, Choi Sooyoung, maukah kau menerima Park Chanyeol sebagai suamimu ? setia kepadanya dalam suka dan duka hingga mau memisahkan kalian “

“ Iya, aku bersedia “

“ Di hadapan Tuhan mereka berdua telah bersumpah bahwa mereka akan mencintai satu sama lain baik dalam suka maupun duka, dan saya meneguhkan pernikahan kalian beruda menjadi suami istri yang sah. Amin “

Gambar

Chanyeol membuka kemejanya dengan kasar sebelum menjauhkan diri di sofa, sementara itu Sooyoung yang masih mengenakan gaun pengantinnya lengkap tampak ragu di depan pintu.

“ k-   kau mau mandi dulu atau .. “

Namun Chanyeol sama sekali tidak menjawab dan hanya melangkah melewati Sooyoung untuk masuk ke kamar mandi. Sooyoung hanya menghela nafas dalam sambil menggigit bibir bawahnya.

Beberapa menit kemudian Chanyeol keluar dari kamar mandi dengan handuk terikat di pinggangnya. Sooyoung segera membalikan badannya dengan keget saat melihat suaminya yang telanjang dada. Namun Chanyeol tampaknya sama sekali tidak peduli dan sekali lagi menjatuhkan diri di sofa. Sooyoung segera berlari masuk ke kamar madi dengan seluruh wajah merahnya.

Setelah menunggu beberapa saat, Chanyeol mendengar suara pintu tertutup di belakang kepalanya, dia kemudian berdiri dari duduknya dan memakai celanannya. Tangannya sudah bergerak untuk mengabil kaosnya namun terhenti,,

Flasback,, 

“ aku harap kalian bisa segera punya momongan “ kata Tuan Choi

“ neh ? “ Chanyeol membelalak

“ anak kalianlah yang akan menjadi aset berharga untuk perusahaan kita “

Chanyeol menyeringai tajam,, “ jadi inikah gunanya pernikahan ini ? agar putri anda bisa menghasilakan putra yang akan meneruskan perusahaan anda ? “

“ bisa dibilang begitu “

Chanyeol tidak bisa menyembunyikan keterkejutan dan rasa jijik dari wajahnya,, “ jadi kami hanya perlu memberikan anda cucu kan ? “

Dan Chanyeol sama sekali tidak tertarik untuk menunggu Tuan Choi menjawab pertanyaannya, dia hanya mengedikan kepala kecil sebelum dengan dingin keluar dari cafe meninggalkan ayah mertuanya.

Flasback end,,

 

Chanyeol mengacak-acak rambutnya dengan frustasi,, namun dia segera berhenti saat mendengar bunyi klik dibelakang punggungnya. Chanyeol berbalik dan melihat Sooyoung berdiri diambang pintu,, rambutnya yang masih basah disampirkan ke bahu kanannya dan dia hanya memakai baju tidur terusan diatas lututnya. Chanyeol menghela nafas dalam sebelum melangkah mendekat, Sooyoung melonjak ke belakang saat tiba-tiba ada sosok pria tinggi berdiri dekat sekali di depannya.

“ a-   apa ? “ Sooyoung tergagap-gagap

“ kau tahu apa tujuan dari pernikahan ini ? “

“ n-neh ? “

Chanyeol menarik tangan Sooyoung dan menyeretnya sebelum melemparkannya diatas tempat tidur. Chanyeol kemudian menjatuhkan tubuhnya juga dan menahannya dengan kedua tangan kedua bahu Sooyoung.

“ C-chanyeol shi .. “ kata Sooyoung yang mulai panik

“ aku hanya melakukan apa yang diinginkan ayahmu “

“ a-  apa ? “ Sooyoung mengerutkan alisnya

“ ini “

Gambar

Sooyoung mengerjap matanya saat sinar matahari menembus jendela kamar, dia bangkit dari tidurnya dan merasakan dingin di sekujur tubuhnya. Dan gadis itu hampir saja menjerit keras saat mendapati tidak ada sehelai benangpun di tubuhnya, dia segera menarik sleimut menutupi seluruh tubuhnya tepat saat Chanyeol keluar dari kamar mandi dengan pakaian rapi,,

“ apa yang .. “

Namun Chanyeol hanya melirik Sooyoung tajam sebelum menganbil tasnya di sofa,,

“ kau mau kemana ? “ kata Sooyoung lirih

“ bukan urusanmu “ kata Chanyeol tajam

Sooyoung hanya menundukan kepala dengan takut tanpa berbicara apapun lagi setelahnya. Cahnyeol sudah berdiri di depan pintu, tangannya sudah menyentuh gerendel pintu namun dia mendadak berhenti, ” aku rasa ayahmu tidak memberitahumu “ katanya tanpa membalikan tubuhnya

“ eh ? “ Sooyoung mendongak

“ ayahmu hanya ingin mendapatkan keturunan untuk meneruskan perusahaan dari pernikahan ini “

Sooyoung membeku,, matanya tiba-tiba terasa berat.

“ dan aku sudah melakukan bagianku, sekaramng tinggal kau yang bertugas membesarkan bayi dalam kandunganmu “

“ aku ? sendirian ? “ Sooyoung mulai terisak

“ aku tidak menyetujui pertunangan ini sejak awal dan aku memang tidak mencintaimu, jadi .. bukan urusanku “

Chanyel membuka pintu dan membantinya dibelakang,, sama-samar dia masih bisa mendengra suara tangisan Sooyoung di dalam. Entah apa yang dia rasakan, apakan ini penyesalah atau hanya rasa kasihan ? tapi dia benar-benar tidak tahu bagaimana perasaannya sendiri.

Gambar

Chanyeol berdiri diam di depan sebuah makam, wajahnya kaku tanpa ekspresi. Matanya menatap kosong ke depan, tangannya sedikit gemetar dan kakinya terasa lemas.

“ kau sudah datang ? “

Chanyeol menoleh saat mendengar suara ayahnya,, “ abeoji ? “

“ hmm “

Tuan Park berdiri disisi putranya dan menatap makan di depan mereka, “ sudah sepuluh tahun sejak ibumu meninggal, kau pasti sangat merindukannya “ kata Tuan Park

“ setiap hari “ Chanyeol bergumam

Ayah dan anak itu terdiam untuk beberapa menit berikutnya tanpa sepatah katapun keluar dari mulut mereka. Tenggelam dalam piliran mereka masing-masing,, “ bagaimana kabar Sooyoung ? “ kata Tuan Park tiba-tiba

“ aku tidak tahu “

Tuan Park menoleh cepat pada putranya,, “ kenapa ? kalian bertengkar ? “

“ kami bahkan tidak pernah bicara ? “

“ Chanyeol .. “

Chanyeol menarik nafas dalam sebelum bicara,, “ kami tidak sempat bicara, aku berangkat kerja pagi hari dan pulang tengah malam. Yang aku tahu hanya kandungannya sudah memasuki bulan ke lima “

“ dan kau tidak berada di dekatnya ? “ Tuan Park membelalak

“ aku tidak pernah menerima pernikahan ini abeoji “

Tuan Park mendesah keras,, “ kenapa ? kau masih mengharapkan gadis itu ? gadis yang menyelamatkanmu sepuluh tahun yang lalu ? “

Chanyeol ingin berbohong dan berkata tidak. Namun seseuatu mendorongnya untuk mengakui bahwa dia masih terperangkap dimasa lalunya, “ tanpa dia aku tidak akan berdiri di sini “

“ aku tahu, nak. Tapi kau harus tetap melanjutkan hidupmu “

“ dengan menikahi perempuan yang tidak aku cintai ? percuma abeoji “

Tuan Park tidak mampu mengucapkan kata-kata apapun untuk mengubah hati putranya yang keras kepala, “ aku tidak akan mengatakan apa-apa untuk mengubah hatimu Chanyeol, aku hanya ingin kau mendengar satu hal “

Chanyeol menoleh pada ayahnya,,

“ cintailah orang yang mencintai kita bukan orang yang kita cintai, karena betapa berharganya waktumu saat kau masih bisa membahagiakan orang yang mencitaimu sebagai ucapan syukur karena cinta yang telah dia berikan “

Gambar

Sooyoung mondar-mandir diruang tengah dengan cemas, berulang kali melirik jam di tangannya yang sudah menujukan jam dua pagi.

“ dimana kau ? “ Sooyoung bergumam

Lalu saat itu dia mendengar pintu terbuka dia segera bersembunyi di balik dinding,, mengintip sedikit untuk memastika bahwa itu adalah suaminya. Chanyeol terhuyung dan jatuh ke sofa, mencoba berdiri sekali lagi tapi dia terjatuh lagi dan tidak bergerak.

“ ada apa dengannya ? “ Sooyoung bertanya lirih

Dia berjingkat mendekatti Chanyeol yang terkapar di sofa,, Sooyoung mencium bau alkohol darinya.

“ dia pasti mabuk “

Sooyoung berjalan ke kamar dan mengambil selimut untuk suaminya,, menutupkan keseluruh tubuhnya dan membelai kepalanya dengan lembut.

“ a- pa yang harus aku lakukan …. “

Chanyeol bergumam dalam tidurnya membuat Sooyoung hampir melonjak. Sooyoung duduk di dekat Chanyeol sekali lagi,, menatap wajah lelah suaminya.

“ aku pasti sudah menghancurkan hidupmu .. maafkan aku. Aku dan pernikahan bodoh ini telah merenggut kebebasanmu dan mungkin saja .. cinta sejatimu “

Air mata meleleh di wajah Sooyoung,, “ aku hanya berharap kau akan percaya padaku jika aku katakan aku sangat mencintaimu,, dan betapa senangnya aku saat melihat kau baik-baik saja “

Sooyoung membeli pipi Chanyeol perlahan,, “ terakhir kali aku melihatmu sepuluh tahun yang lalu aku selalu berdoa sepanjang malam bahwa kau akan selalu baik-baik saja dan aku bisa bertemu lagi denganmu suatu hari nanti. Apakah kau ingat padaku Chanyeol ? kau berjanji akan menikah denganku sehari setelah aku mengobati lukamu. Dan aku masih sulit percaya bahwa aku benar-benar menikah denganmu “ Sooyoung menarik nafas dalam “ tapi sepertinya kau sudah jatuh cinta pawa wanita lain dan melupakan janjimu, aku menyesal telah menghancurkan cintamu. Maaf “

Sooyoung membekap mulunya dengan telapak tangannya sendiri sebelum berdiri dan berlari untuk menghilang di ujung tangga.

Sementara itu, Chanyeol membuka matanya perlahan, seluruh tubuhnya terasa gemetar saking kagetnya. Otaknya masih sulit mencerna apa yang baru saja dia dengar,, rasa bersalah dan ketakutan merayap diseluruh hatinya.

“ k-  kau .. tidak mungkin .. “

Gambar

Chanyeol menuruni tangga lebih siang dari biasanya,, perlahan dia berjalan sambil mengikatkan dasinya.

“ jangan masukan kacang polong kenasinya, dan buatkan dia susu dengan sedikit madu tapi jangan terlalu manis “

Chanyeol berhenti seketika saat mendengar suara Sooyoung dari dapur.

“ kau bahkan masih ingat kesukaanku “ dia tersenyum kecil

 Sooyoung hampir menjatuhkan piringnya saat melihat Chanyeol memasuki dapur, dia segera meletakan piring di meja dan akan berjalan menuju kamarnya saat Chanyeol memegang lengannya.

“ makanlah dulu sebelum ke kamarmu “

“ aku akan makan nanti “ kata Soyoung lirih

“ makanlah bersamaku “

Sooyoung mendongak dengan keterkejutan jelas di wajahnya, Chanyeol setangah menyeretnya untuk duduk di meja makan. Namun keduanya hanya dia tanpa bicara bahkan menyentuh makanan mereka, suasana tersasa sangat canggung di antara mereka.

“ Soo .. “

Sooyoung berjengit jelas sekali saat Chanyeol menyebut namanya,, “ neh ? “

“ b-  bagaimana kandunganmu ? “

Chanyeol melirik perut Sooyoung yang sudah cukup besar,, “ ah,, b-   baik-baik saja .. “ kata Sooyoung canggung

“ kondisimu ? “

“ aku juga baik-baik saja .. “

Mereka lalu terdiam lagi,, masih merasa aneh satu sama lain. Tujuh bulan setelah mereka menikah, inilah pertama kalinya mereka duduk bersama untuk sarapan.

“ a- ada yang ingin kau bicarakan ? “ Sooyoung memberanikan diri untuk bertanya

“ eh ? “ Chanyeol mendongak

“ tidak biasanya kau bicara denganku, dan jujur saja .. aku merasa kurang nyaman “

Chanyeol tiba-tiba menyadari seberapa besar jarak yang telah dia buat diantara mereka. Dia telah menepati satu janjinya namun dia juga melukai janjinya yang lain disaat yang sama.

“ aku ingin minta maaf “

Sooyoung hampir tersedak minumannya,, “ kenapa ? “

“ aku sudah melangkah terlalu jauh dengan membawa keegoisanku,, menelantarkanmu dan bayi kita hanya karena aku tidak menyukai pernikahan ini. Padahal kau telah berjuang sendiri selama ini, mencopa bersabar padaku dan menjaga bayi dalam perutmu. Dan .. “ Chanyeol berhenti

“ dan ? “ Sooyoung mengerutkan alisnya

“ dan janjiku padamu “

“ huh ? “

Chanyeol berdiri dan berjalan mendekati Sooyoung sebelum berlutut di sebelah kursinya,, “ aku sudah pernah berjanji akan menikah denganmu dulu setelah kau menyelamatkan nyawaku, dan aku memang telah menepatinya. Namun aku tidak menjagamu seperti seharusnya,, aku sudah banyak melukaimu “

Gambar

Sooyoung tersenyum manis,, kebahagian terlihat jelas dikeua mata cokelatnya. Kebahagian bahwa pria diamasa lalunya telah kembali dan bahwa Canyeol mengingat semuanya

“ aku akan memperbaiki semuanya .. aku janji “

Gambar

Chanyeol membantu istrinya turun dari mobil,, “ hati-hati sayang .. “

“ terima kasih “

Mereka melangkah bersama memasuki rumah sakit untuk memeriksakan kandungan Soyoung.

“ selamat pagi “ sapa seorang perawat

“ selamat pagi, Dokter Xiumin sudah datang ? “ kata Chanyeol

“ Iya Tuan, beliau sudah ada di dalam “

“ terima kasih “ kata mereka berdua

Keduanya berjalan bersama lagi menuju ruang periksa Dokter Xiumin,, “ kau tunggu disini saja, sayang “ kata Sooyoung tiba-tiba

“ kenapa ? “ Chanyeol mengerutkan alisnya

“ bukan apa-apa,, tunggu saja disini “

“ baiklah, tapi kau harus berhati-hati “

:” aku tahu “

Sooyoung masuk ke dalam rungan saat Dokter Xiumin membaca beberapa dokumen,, “ selamat pagi Dok “ kata Sooyoung

“ oh,, Sooyoung shi. Silahkan duduk “

“ terima kasih Dok “

Dokter Xiumin menutup semua map dokumennya dan menatap Sooyoung,, “ kau baik-baik saja ? tidak ada yang sakit kan ? “

“ hmm,, aku baik-baik saja. Hanya lebih sering merasa lelah “

“ sudah aku bilang jangan melakukan hal yang terlalu berat, kenapa kau masih melakukannya ? “

Sooyoung hanya tertawa kecil,, namun wajahnya segera berubah murung, “ apa kami berdua tidak bisa selamat ? “ dia bertanya

“ k-  kami ? “ Xiumin mengerutkan alisnya

“ a-  aku .. aku juga ingin selamat Dok “ kata Sooyoung lirih

“ k- kenapa ? kau bilang kau hanya mau menyelamatkan bayimu, kenapa .. “

“ aku sudah punya alasan untuk bertahan hidup bersama bayiku, cintaku sudah kembali “

“ cinta ? “

“ hmm, cinta yang memberiku alasan lagi untuk hidup dan bertahan dari penyakit ini “

“ tapi kangkermu sudah menyebar ke seluruh tubuhmu, kau .. “

“ apa hanya keajaiban yang menjadi harapan terakhir yang bisa tunggu ? “

Dokter Xiumin mengangguk kecil dengan senyum pahit,,

Gambar

Chanyeol dan Sooyoung berjalan bersama di sepanjang sungai Han, saling bergandengan tangan dan tertawa bersama.

“ kau tidak dingin ? “ Chanyeol bertanya

“ ani, aku baik-baik saja “

Chanyeol tersenyum manis pada istrinya,, dia membeli dua es krim  cokelat dan duduk di bangku panjang.

“ aku masih tidak percaya bahwa kita benar-benar menikah, aku juga masih menyesal telah memperlakukanmu seperti itu “

Sooyoung mengambil tangan Chanyeol dan menggengamnya erat,,

“ aku sama sekali tidak memikirkan itu, aku harusnya memberitahumu lebih awal “

Chanyeol tersenyum cerah lagi,, “ aku berhutang banyak padamu sepuluh tahun yang lalu, kau yang menemukanku tergeletak di jalan dan merawatku selama seminggu. Kau juga yang bertengkar dengan ibu pantimu supaya aku boleh tinggal di panti asuhan untuk sementara waktu sampai ada yang mencariku, kau .. kau penyelamatku “

“ aku hanya melakukan yang akan dilakukan orang-orang, siapapun pasti akan menolong jika melihat seseorang tergeletak penuh darah di pinggir jalan “

“ aku tidak tahu, aku hanya sebrsyukur kaulah yang datang padaku “

Mereka berdua tertawa bersama,, “ kau tahu aku selalu mengingatmu sejak hari itu, aku selalu mengingat janjiku padamu dan menyadari bahwa aku telah jatuh cinta padamu. Itulah kenapa aku bersikap dingin padamu diawal pernikahan kita “

“ aku mungkin seharusnya memberitahumu sejak awal, aku hanya takut kalau kau tidak percaya padaku “

Gambar

Chanyeol menarik Sooyoung dalam pelukannya dan mendekapnya erat,, “ aku sudah tidak perduli lagi pada masa lalu, aku hanya tahu aku sangat mencitaimu “

Gambar

Chanyeol berlari secepat yang dia bisa, menabrak semua orang yang menhalangi jalannya, terlihat takut dan panik. Dia berhenti mendadak di depan ruang operasi dengan orang tua dan mertuanya berdiri disana.

“ bagaimana kondisinya ? “

“ masih belum ada kabar dari Dokter “ kata Nyonya Park

Chanyeol terjatuh dikakinya, terduduk lemas di lantai dan terengah-engah. Ketakutan yang lebih besar dari apapun melanda hatinya,,

“ Dokter sudah keluar “

Chanyeol segera berdiri dan menyeruak ke depan,, “ bagaimana kondisi istri saya Dok ? bagaimana bayi kami ? “

Dokter Xiumin tidak langsung menjawab, dia mengedarkan pandangannya pada semua orang sebelum menghela nafas panjang dan berbicara.

“ kngkernya sudah tidak bisa disembuhkan, kami kehilangan banyak darah karena kangker yang masuk ke pembulu darahnya dan menyebabkan pendarahan hebat. Selain itu .. “ Dokter Xiumin menatap Chanyeol “ kita hanya bisa menyelamatkan satu diantara mereka, antara ibu dan bayinya “

Gambar

Seluruh dunia seperti runtuh ditubuhnya, detak jantunya terasa berhenti dan dia menadak tuli. Dia tidak bisa mendegar apapun selain kepanikan di dalam kepalanya. Siapa yang akan dia pilih ? apakah dia memang harus memilih ?

“ selamatkan bayinya “ kata Tuan Park tiba-tiba

Chanyeol menoleh cepat pada ayahnya,, “ kenapa ? “ kata Chanyeol dingin

Tapi Tuan Park tidak menjawab,, dan saat itu Chanyeol mengambil keputusan.

“ selamatkan ibunya, selamatkan istri saya “

“ Chanyeol !! “ Tuan Park memekik “ kita harus .. “

“ aku akan berikan lebih banyak anak untukmu agar dia bisa mengurus perusahaan bodoh ini !! tapi aku hanya punya satu istri yang sangat aku cintai dengan seluruh hidupku, dan aku tidak akan membiarkan apapun merenggutnya dariku “

“ Chan .. “

“ AKU ADALAH SUAMINYA !! aku lebih berhak atas hidupnya dari pada siapapun “ Chanyeol berbalik pada Dokter Xiumin “ selmatkan istriku, aku mohon, aku tidak mau kehilangannya lagi “

Gambar

Gambar

Chanyeol memutar-mutar kotak hitam di tangannya, bersandar pada tembok dibelakngnya, dia tampak letih dan sedih. Chanyeol mengeluarkan dua cincin perak dari kota dan memasangkan di jari manis dan kelingkingnya. Sebuah senyum pahit yang menyakitkan terukir di ujung bibirnya,,

“ appa .. “

Gambar

Chanyeol menyeka air matanya dengan cepat dan menoleh untuk meilah putrinya,, “ Jin hee ? “. Dia meraih gadis kecil dengan rambut hitam berkilau sebelum menggendongnya,, “ appa menagis ? kenapa ? “

“ tidak apa-apa sayang, appa tidak menangis “

“ bohong ! appa pasti teringat omma lagi kan ? “

Chanyeol tersenyum manis,, “ dari mana kau tahu ? “

“ kita berdua selalu teringat omma “ Jin hee menjawab murung

“ pasti sangat berat untukmu, kau masih bayi saat omma mu pergi “

“ aku baik-baik saja selama ada appa disisiku, lagipula .. “ Jin hee merayap turun dari gendongan ayahnya “ aku percaya omma akan selalu ada di sini “ dia menunjuk hatinya “ omma akan selalu mengawasi kita dari surga “

Jin hee mengecup pipi ayahnya cepat sebelum berlari menjauh,,

“ kau benar Jin hee, omma akan selalu melihat kita dari surga. Tapi .. “ air mata meleleh di wajah tampannya “ appa hanya menyesal tidak bisa melakukan cukup banyak padanya yang telah memberikan seluruh cintanya “

Gambar

Chanyeol mengangkat tangannya dan mentap dua cincin di jarinya,, “ aku terlalu berjuang untuk menemukanmu yang tidak bisa kau lihat dan aku terlalu berjuang untuk mendengarmu yang tidak bisa kau dengar. Padahal kau sudah begitu dekat denganku dan menghabiskan semua lukamu dengan tetap mencintaiku “

Dia sudah merelakan kepergian Sooyoung sejak lama, namun dia hanya masih menyesali satu hal, bahwa dia tidak memberikan banyak waktu sebagai ucapan terima kasih pada gadis yang telah mencintainya dengan seluruh hatinya. Chanyeol ingin kembali lagi ke waktu dimana mereka megucap janji pernikahan bersama, dia ingin memulai penikahan mereka dengan cara yang lebih baik. Dia ingin mencintai Sooyoung lebih lama dan dengan seluruh hatinya.

Gambar

.

.

.

TAMAT

Advertisements

12 thoughts on “[Series] Miracle In December – Chanyeol

  1. Again again again -_- aku nangis -_-
    Gilaa eonni masa serial miracle in december aku nangis semuaaa?????
    Ditunggu yg selanjutnyaa eonni-chan^-^

  2. Dri awal smpe do yg paling berkesan ini sma kris suwer wkwk
    Soalnya ini sooyeol udh prnh saling mencintai dan bahagia walaupun endingnya gak enak juga

  3. chanyeol bner2 gilaa..kasian bgd chanyeol ditinggal sma soo. hiks. sumpah semua part dri MID bkin aku nangis dpt bgd feelnya

  4. chanyeol bner2 tega awalnya. kasian bgd chanyeol ditinggal sma soo.hiks. sumpah semua part dri MID bkin aku nangis dpt bgd feelnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s