[Series] Miracle In December -Baekhyun

Miracle In December mengisahkan tentang dua belas pria yang merindukan kekasih mereka. Karena kesalahan besar yang telah mereka buat,, mereka kehilangan wanita yang mereka sayangi.Mereka berusaha melihat apa yang tidak bisa mereka lihat. Mereka berusaha mendengar apa yang tidak bisa mereka dengar. Keegoisan mereka yang membuat mereka buta pada cinta sejati di sekitar mereka. Dan meski mereka bisa menghentikan waktu, dia tidak akan bisa kembali ..

Dua belas cowok dengan cinta yang berbeda namun takdir yang sama …

.

.

.

Gambar

Miracle In December

Title : Miracle In December

Casting :

Choi Sooyoung, EXO (all member)

Sub Cast :

SMEntertaiment

Rate : 17 (teenagers)

Genre : Sad

Note : Setiap member akan memiliki kisah yang berbeda dengan Sooyoung

Story by :

Dellia

.

.

.

Gambar

Baekhyun memejamkan matanya dan membiarkan angin sejuk membelai wajahnya, memberikan ketenangan dan perih dalam waktu bersamaan di dalam hatinya. Dia sedang berdiri di atap sebuah gedung tinggi, menghadap matahari senja yang telah menghilang, “ Hufff “

Untuk kesekian kalinya dia mendesah perlaha dan mulai membuka matanya untuk menemukan bahwa warna oranye matahari telah memenuhi sebagian besar langit, menunjukan bahwa sebentar lagi malam akan tiba. Tangannya lalu bergerak terangkat ke udara perlahan, menyebabkan sesuatu berkilau di salah dua jarinya.

“ kenapa justru saat cinta datang, kau malah menghilang ? “ dia bergumam

Flashback,,

“ selamat atas nilai tertinggi yang kau dapatkan Baekhyun “ kata seorang pria dengan jubah putih

“ Terima kasih Dokter Changmin, ini semua berkat anda “

“ tidak tidak, aku hanya melaporkan hasil kerjamu di sini “

“ saya hanya melakukan apa yang sudah menjadi tanggung jawab saya sebagai calon dokter “ kata Baekhyun sopan

Dokter Changmin tersenyum ramah dan mengambil cangkir kopinya,, namun dia bahkan belum menelan satu tegukan saat pintu ruangan tiba-tiba terbuka, “ Dokter Changmin, pasien di kamar 9 kondisinya tiba-tiba menurun sangat tajam “

Dokter Changmin melompat dari tempat duduknya, “ siapkan defribillator (alat pemacu detak jantung) dan alat bantu pernafasan tambahan secepatnya, kemudian beritahu Dokter Siwon kami membutuhkan bantuan di ICU “

Baekhyun yang juga terkejut namun tidak tahu apa yang terjadi hanya terdiam di tempatnya berdiri, namun sebelum Dokter Changmin keluar melewati pintu, dia tiba-tiba berhenti dan menoleh kepada Baekhyun, “ kau sudah diajari tanggap darurat tingkat pertama kan ? “

“ Neh ? Oh,, iya Dok “

“ bagus, kau bisa ikut membantu kami “

“ Neh “

Dan setelah mengagguk Baekhyun mengikuti Dokter Changmin berlari menuju kamar rawat. Mereka sampai diujung koridor sebelum berbelok ke kanan dan masuk ke pintu nomor dua. Ruangan sudah ramai dengan beberapa suster yang sedang berusaha melakukan pertolongan pertama, sementara di bagian pojok, orang tuda dari pasien menangis ketakutan.

“ kita kembalikan dulu detak jantungnya sebelum membawanya ke ICU “ Dokter Changmin berteriak mengatasi keributan di rungan itu. Seorang suster mengulurkannya dua alat seperti setrika namun dengan ukuran lebih kecil,, “ 200 joul, clear ! shock ! “ Dokter Changmin setengah berteriak. Dia kemudian meletakan alat tersebut ke dada pasien dan dia melejit kecil,, “ 300 joul, clear ! shock ! “ dia mencoba sekali lagi

Dan pasien itu sekali lagi meletik ke atas,, “ 400 joul, clear ! shok ! “

Elektrokardiograf (mesin detak jantung) di sebelah tempat tidur mulai menunjukan adanya tanda-tanda detak jantung. Semua orang di sekitar pasien bernafas lega, “ katakan pada Dokter Siwon bahwa pasien akan segera dipindahkan ke ICU “ kata Dokter Changmin “ dan Dokter Baekhyun .. “

“ neh ? “

“ berikan anastesi dan periksa tekanan darahnya, kemudian pergilah ke bagian obat dan katakan untuk memasukan parasetamol “

“ neh Dokter “

Dokter Changmin kemudian keluar dari ruangan bersama beberapa dokter dan orang tua pasien, menyisakan Baekhyun dengan seorang suster. Setelah setengah jam berada di ruangan itu, untuk pertama kalinya sejak tadi Baekhyun baru bisa melihat pasien yang sedang terbaring di tempat tidur. Dia adalah seorang gadis dengan rambut cokelat berkelombang panjang, wajahnya pucat sekali dan tubuhnya sangat kurus.

Gambar

“ silahkan Dok “ kata suster itu

“ neh “

Baekhyun mengambil suntikan dan botol anastesi diatas cawan besi,, “ kau bawa data diri pasien ini ? “ Baekhyun bertanya

“ Iya. Dok “

“ Tolong bacakan “

“ Neh. Namanya Choi Sooyoung, 21 tahun. Menderita leukimia stadium akhir dan baru masuk ke rumah saki dua bulan yang lalu. memiliki kelemahan pada tekanan darah dan kerusakan sistem otak kecil  “

Baekhyun yang tangannya sudah bergerak untuk mengambil tangan pasien mendadak behenti dan menatap gadis yang tergeletak tak berdaya di atas tempat tidurnya. Sebuah perasaan sedih dan iba merayapi hatinya,, “ dia bahkan baru 21 tahuh “ Baekhyun bergumam

“ apa ? “ suster mengerutkan alisnya

“ bukan apa-apa “

.

.

Baekhyun sedang berjalan di koridor kamar rawat, dia baru saja mengecek kondisi beberapa pasien yang dibawah tanggung jawabnya, “ permisi “ Baekhyun tiba-tiab berteriak

Seorang suster sedang mendorong kereta makanan tiba-tiba terlonjak kaget saat mendengar panggilan Baekhyun. Dia menoleh dan melihat Baekhyun berlari ke arahnya,, “ Anda akan mengantar makanan ke kamar nomor 9 ? “

“ iya, Dokter Baekhyun “

“ biar aku saja yang melakukannya “

“ tapi .. “

Sayangnya Baekhyun sudah bergerak untuk mengambil troli makanan itu bahkan sebelum si suster selesai bicara,, “ tidak apa-apa, lagi pula aku kan dokter walinya “. Baekhyun tersenyum lebar sebelum berjalan meninggalkan si suster yang terbengong di tempatnya.

Dia berbelok di ujung koridor dan masuk ke pintu ke dua di sebelah kiri, “ waktunya makan “

Seorang gadis tinggi dengan rambut cokelat berkilau melewati bahunya yang sedang berdiri di dekat jendela besar menoleh dan tersenyum lebar, “ makan “ dia memekik senang.

Gambar

“ bagaimana perasaanmu, Soo ? “

“ aku merasa lebih baik – kenapa hanya ini ? “ dia menunjuk nampan makannya, hanya ada nasi, ayam dan sup hangat untuknya.

“ kau tidak suka ? “ Baekhyun bertanya

“ aku sedang tidak mau makan sup, aku mau daging sapi dan es krim “ Sooyoung cemberut

“ kau tidak boleh makan macam-macam sebelum kau sembuh “

Seketika itu wajah Sooyoung yang riang berubah jadi murung,, “ aku tidak akan pernah sembuh “ dia bergumam lirih. Baekhyun nampak menyesali kata-katanya, dia berjalan mendekat perlahan dan meraih kedua tangan Sooyoung. “ kau akan sembuh, aku janji “. Sooyoung menggeleng kecil,, “ aku hanya akan sembuh jika ada keajaiban “

“ pasti ada keajaiban “ Baekhyun mencoba meyakinkan. Dan Sooyoung yang mulai menangis menenggelamkan dirinya didalam pelukan Baekhyun dan terisak kecil.

.

.

“ apa kau yakin mau berkeliling ? bagaimana jika kau merasa lelah ? “ kata Baekhyun dengan khawatir

“ aku akan baik-baik saja, aku sangat bosan jika harus tudir di kamar sepanjang hari “ kata Sooyoung dengan nada memohon

“ tapi .. “, Baekhyun tidak melanjutkan kalimatnya saat Sooyoung menatapnya dengan polos dan membuta hatinya melemah. mereka berdua keluar dari kamar dan berjalan di sepanjang koridor rumah sakit.

“ saya mohon bantulah putri saya Dokter !!! “

Baekhyun dan Sooyoung menoleh bersamaan, melihat seorang ibu yang berlutut di depan Dokter Changmin sambil menangis, “ kami akan melakukan semua yang kami bisa Nyonya, kami akan berusaha “ kata Dokter Changmin sambil berusaha membuat ibu wanita tua berdiri.

“ tolong kami Dokter !! “ wanita itu meraung semakin keras

Baekhyun berlari mendekat untuk membantu sementara Sooyoung mengikuti di belakang,, “ berdirilah Nyonya, serahkan semua pada kami “ kata Baekhyun

Dan setelah berusaha keras, Dokter Changmin dan Baekhyun berhasil menenangkan ibu itu dan membawanya masuk kembali ke dalam. “ ada apa dengan putrinya Dok ? “ Sooyoung bertanya. Dokter Changmin menghela nafas dalam,, “ putrinya mengalami kecelakaan bersama sang ayah, ayahnya meninggal kemarin malam dan putrinya harus kehilangan penglihatannya “

Sooyoung membekap mulutnya dalam keterkejutan,, “ apa tidak ada yang bisa dilakukan ? “

Dokter Changmin menggeleng,, “ jika ada yang berbaik hati mendonorkan matanya, maka dia akan selamat “

“ apa tidak ada sama sekali yang mau melakukannya ? “

“ aku tidak yakin,, sulit sekali mendapat orang yang mau mendonorkan organ tubuhnya “

.

.

Sooyoung dan Baekhyun duduk di atap rumah sakit sambil menikmati langit malam yang dihiasi bintang dan bulan.

Gambar

“ kau tidak kedinginan ? “ Baekhyun bertanya

“ sedikit “ kata Sooyoung

Baekhyun melepaskan jaketnya dan memakaikannya pada Sooyoung,, “ sekarang lebih hangat ? “

“ hmm, terima kasih “

Sooyoung menyadarkan kepalanya di pundak Baekhyun dan memejamkan mata,, “ Baccon ah “ dia bergumam

“ hmm ? “

“ berapa lama lagi yang tersisa ? “

“ apa ? “

“ waktuku “

seperti ada yang menyuntikan obat bius ke lidahnya, Baekhyun tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia hanya terdiam, sambil mencoba mencari jawaban yang dia sendiri sebenarnya tidak tahu. Sooyoung telah didiaknosa dokter bahwa dia tidak akan bertahan lebih dari enam bulan, tapi dia telah membuktikan lain, Sooyoung bisa melewati waktunya tida bulan lebih lama.

“ entahlah,, kenapa ? kau takut ? “

Baekhyun bisa merasakan Sooyoung menggeleng di bahunya,, “ tidak, awalnya memang aku takut, tapi sekarang tidak lagi “

“ kenapa ? “

Sooyoung mendongak dan menatap Baekhyun yang juga membalas menatapnya. Baekhyun selalu suka menatap kedua mata hitam Sooyoung, ada semangat dan kebahagiaan yang dapat dia lihat dari dua mata hitam itu. “ itu rahasia “ Sooyoung tertawa kecil.

Baekhyun juga tertawa kecil dan mengacak rambut Sooyoung dengan lembut,,

“ Ada sesuatu yang harus kau ketahui .. “ Sooyoung mendongak menatap langit berbintang

“ apa itu ? “

“ aku sudah memutuskan sesuatu “

“ memutuskan apa ? “

Baekhyun melirik ke samping dan melihat senyum tipis Sooyoung,, “ kau lihat bintang-bintang itu,, cantik kan ? “

“ hmm, cantik sekali “ dia berkata tanpa menngaliskan tatapannya dari Sooyoung

” aku sudah memtuskan untuk mendonorkan mataku pada Jinri jika waktuku sudah habis nanti “

Baekhyun tidak dapat menyembunyikn keterkejutan dari wajah dan reaksinya,, ” apa ? “

“ aku sudah memutuskannya “

“ tapi Soo .. “

” Aku juga ingin Jinri bisa kembali melihat lebih banyak hal-hal indah di dunia ini, dia berhak mendapatkannya, masa deoannya masih panjang “

“ kau yakin ? “

“ hmm, aku ingin meninggalkan sedikit saja kebahagiaan jika aku pergi meninggalkan dunia ini. Paling tidak agar ada ynga bisa memngingatku “

Baekhyun tersenyum kecil setelah diam cukup lama,, “ kau punya banyak orang yang pasti akan mengingtamu, termasuk aku “

.

.

Gambar

Hari demi hari kondisi Sooyoung semakin melemah, dia tidak lagi punya cukup tenaga untuk berjalan keluar kamarnya dan hanya bisa berbaring di tempat tidurnya. Namun bukan Sooyoung namanya jika tidak keras kepala, dia masih berulang kali merajuk pada Baekhyun untuk mengajaknya keluar kamar.

“ aku mohon, Baekhyun “

“ tidak, kau harus tetap istirahat ! “ kata Baekhyun tegas

“ aku tidak perlu istirahat “

“ jangan keras kepala Sooyoung,, istirahatlah! aku akan menemanimu disini “

Sooyoung yang tidak menemukan cara lain untuk merajuk dan akhirnya menyerah, dia mendiamkan Baekhyun selama beberapa jam kemudian. Yang dia lakukan hanya memencet-mencet remot tivi dengan kasar atau berguling-guling di tempat tidurnya. Baekhyun tidak bisa menahan diri untuk tidak tertawa geli melihat Sooyoung yang berusaha merajuk, dia lalu pergi keluar sebentar dari kamar sebelum lima menit kemudian telah kembali, “ kau masih marah ? “ Baekhyun bertanya.

Sooyoung membuang wajahnya ke arah jendela,,

“ ini untukmu “

Gadis itu melirik dari ujung matanya dan melihat sekotak es krim dan sebuah cokelat untuknya, seketika wajhanya berubah 180 derajat dari sebelumnya, “ terima kasih “

Dia segera melupakan marahnya dan mengambil makanan kesukaannya dengan cepat,, membuat Baekhyun tertawa, “ kau masih marah ? “

Sooyoung menggeleng sambil memakan cokelatnya seperti gadis kecil berusia lima tahun, dan Baekhyun menganggap itu imut. Setengah jam kemudian es krim dan cokelat itu sudah lenyap dan Sooyoung sudah bersandar lagi di kasurnya.

“ Baekhyun,, gumawo “

“ eh ? ah .. sama-sama, akan aku belikan lagi nanti “

Sooyoung menggeleng kecil,, “ bukan untuk itu “

Baekhyun memiringkan kepalanya,, ” lalu ? “

“ terima kasih untuk selalu berada di dekatku dan membuat semua waktu terberatku menjadi jauh lebih baik “

“ huh ? “

Sooyoung tertawa kecil,, “ awalnya semua terasa sangat berat dan membuatku terpukul, menyadari bahwa aku menderita penyakit seperti ini, menyadari bahwa ini akan menyakitkan dan menakutkanku, bahwa aku tidak akan sebesah dulu, menyadari bahwa aku tidak punya waktu banyak bahkan tidak bisa mewujudkan mimpiku untuk menikah dan membesarkan anak-anakku. Tapi .. semua terasa jauh lebih baik sejak kau bersamaku, kau selalu bersabar di dekatku meskipun aku sangat keras kepala. Kau selalu menjadi yang pertama datang padaku saat aku merasa lemah dan menyerah. Kau selalu memberiku banyak makanan yang lezat. Terima kasih “ Sooyoung tersenyum manis

Baekhyun berjalan mendekat dan duduk di sisi tempat tidur, meraih tangan Sooyoung dan menatapnya hangat, “ sudah tugasku sebagai dokter untuk menjagamu, lagi pula .. aku rasa, aku telah jatuh cinta padamu “

.

.

Baekhyun melangkahkan kakinya ke dalam rumah sakit dengan wajah paling riang yang pernah dia punya, sambil berjalan dia bersenandung dan terus menatap kotak putih di tangannya.

Gambar

Namun dia baru saja sampai di depan ruangannya dan baru memegang gerendel pintu saat ada yang memanggilnya, “ Dokter Baekhyun! “. Baekhyun menoleh dan melihat Kyungsoo berlari ke tempatnya,, “ ada apa ? “

Gambar

“ Dokter Changmin mencarimu “

“ aku ? wae ? “

“ Entahlah, tapi kelihatannya sesuatu yang serius “

Baekhyun menggumamkan terima kasih pada Kyungsoo sebelum meninggalkannya menuju kantor Dokter Changmin. Sesampainya di sana dia mengetuk pintu beberapa kali,,

“ masuklah “

Baekhyun muncul dari balik pintu,, “ anda mencari saya Dok ? “

“ hmm, duduklah “

Baekhyun merasakan perasaan buruk sejak awal masuk ke dalam dan melihat ekspresi Dokter Changmin yang sulit ditebak, “ ada apa Dok ? “

Dokter Changmin menghela nafas panjang sebelum mendorong amplot cokelat di atas meja,, “ apa ini Dok ? “

“ hasil pemeriksaan terakhir Nona Choi Sooyoung “

Perasaan buruk Baekhyun semakin bertambah saat tangannya mengambil amplop cokelat di meja. Dia membukanya perlahan dengan tangan bergetar,, “ Dokter, i-ini .. ? “

Segera setelah Baekhyun memmbaca kertas di dalamnya, matanya terbuka lebar dalam keterkejutan yang tidak bisa dia sembunyikan. Bukan hanya tangannya yang bergetar kali ini, tapi seluruh tubuhnya. Ada sesuatu yang terasa menyayat hatinya dan membuat seluruh nafasnya menghilang.

“ penyakit itu sudah menyebar ke seluruh tubuhnya dan masuk ke semua organ, dia tidak akan bertahan lagi “

Air mata mulai menggenang di mata Baekhyun,, kotak putih di kantongnya terasa sudah tidak berguna lagi,, atau sejak awal memang sudah percuma. Dia mendadak menyadari apa yang telah dia lakukan selama ini, dia selalu berusaha menyakinkan bahwa tidak akan terjadi apapun, bahwa semua akan baik-baik saja, bahwa semua hanya mimpi. Tapi kenyataan telah menjatuhkannya dengan keras, “ berapa lama lagi waktu yang tersisa ? “

“ tidak akan lebih dari seminggu “

.

.

Baekhyun melewatkan sisa waktu mereka dengan sebaik yang dia bisa, Sooyoung belum tahu apapun, tapi hal itu justru semakin menyiksanya. Sooyoung tidak pernah menunjukan kesedihannya pada siapapun, selalu ada semangat dan keceriaan dalam sorot matanya. Sosoknya yang hangat selalu membuatnya terlihat kuat, bukan seperti pasien dengan penyakir berbahaya dan waktu hidup yang sudah tidak lama.

Namun, tidak ada yang bisa membohongi kenyataan. Semakin hari Sooyoung semakin lemah, wajahnya semakin pucat dan tubuhnya semakin kurus. Suaranya tidak lebih dari sebuah bisikan lemah, matanya begitu sayu dan senyumnya mulai melemah. Dan Baekhyun yang mulai putus asa akhirnya merelakan semua, jika dia memang harus kehilangan Sooyoung maka terjadilah, tapi masih ada satu hal terakhir yang bisa dia lakukan.

Gambar Gambar

“ hati-hati dengan langkahmu “ Baekhyun berkata dengan lembut

Dia membantu Sooyoung berdiri dari kursi rodanya untuk duduk di bangku panjang diatap. Setelah memastikan Sooyoung duduk dengan nyaman, dia menyelimutkan semua selimut yang dia bawa untuk memastikan Sooyoung tetap hangat, “ masih dingin ? “

“ tidak “ Sooyoung menggeleng lemah “ duduklah “

Baekhyun patuh dan duduk dekat sekali dengan Sooyoung, merangkul bahunya dan mendekatkan tubuhnya, “ Sooyoungie .. “

“ hmm ? “

Suara Sooyoung terdengar sangat lemah dan hal itu menakutkan Baekhyun,, “ kau bilang kau ingin menikah dan menjadi istri yang baik kan ? “

“ hmm “ Sooyoung mengangguk

Baekhyun perlahan mengelurkan kotak putih dari daku bajunya dan membukanya di depan Sooyoung. Dua cincin perak berkilau dengan indah ditimpa cahanya bulan, “ Baekhyun .. a- apa ini ? “

Baekhyun berdiri dari duduknya dan membuat Sooyoung sedikit terkejut, dia berjalan ke hadapan Sooyoung dan berlutut di satu kakinya, “ Choi Sooyoung,, bersediakah kau menikah denganku ? “

Sooyoung membekap mulutnya dengan telapak tangannya, dia tidak bisa menyembunyikan keterkejutan dan kebahagiaan dari wajah pucatnya. Dia kemudian menurunkan tangannya dan tersenyum manis sebelum mengagguk kecil, “ Iya Byun Baekhyun, aku bersedia “

Baekhyun mengelurkan satu cincin perak itu dan memasangkannya ke salah satu jari kurus Sooyoung. Dia kemudian berdiri dan mendekatkan wajahnya untuk mencium bibir Sooyoung dengan lembut, “ aku mencintaimu “ Baekhyun berbisik

“ aku juga mencintaimu “

Baekhyun duduk lagi di sebelah Sooyoung dan sekarang menatap matanya lekat-lekat. Dia meraih kedua tangan Sooyoung sebelum berbicara lagi, “ Nona Choi Sooyoung, maukah kau, menerima Byun Baekhyun sebagai suamimu, menemaninya dalam suka dan duka, dan selalu setia bersamanya ? “ kata Baekhyun

Sooyoung terkekeh lirih sebelum menjawab,, “ Iya, aku bersedia “ dia lalu mengambil nafas dalam sebelum meneruskan bicara, “ Dan kau, Tuan Byun Baekhyun, maukah kau menerima Choi Sooyoung sebagai istrimu, menjaganya dalam suka dan duka, dan selalu berada di sampingnya ? “

Baekhyun berjuang sekuat tenaga untuk menahan air matanya dan tetap tersenyum,, dia sudah terlalu banyak merahakan banyak hal dari Sooyoung. Meskipun Baekhyun tau Sooyoung bukanlah gadis lemah, tapi semua ini pasti akan membutanya sedih. Kenyataan bahwa hidupnya sudah tidak lama lagi, bahwa penyakitnya telah merusak seluruh tubuh dan melemahkannya.

Baekhyun hanya menyesali satu hal, kenapa dia tidak datang lebih awal. Kenapa mereka tidak bertetmu lebih awal ? Jika begitu, mungkin kenangan mereka akan jauh lebih banyak meskipun akan menjadi lebih menyakitkan di perpisahan.

“ Iya, aku bersedia “ dia berkata dengan suara bergetar

Baekhyun meraih Sooyoung ke dalam pelukannya, seolah ingin mengatakan betapa dia mencintai gadis itu dengan seluruh hidupnya. “ kau menangis ? “ Sooyoung bertanya saat mendegar tangisan di balik punggungnya. Dia melepaskan pelukan mereka dan menunduk untuk melihat wajah Baekhyun,, “ kenapa ? “

Gambar

Baekhyun menggeleng dan tersenyum,, ” aku sangat bahagia bisa menikah denganmu “

“ aku juga “

Sooyoung kemudian begidik kedinginan dan mendekatkan tubuhnya pada Baekhyun yang dengan cepat merangkulnya lagi. Sooyoung menyenderkan kepalanya di bahu Baekhyun. “ Baekhyun .. “

“ Neh ? “

“ kau masih ingat saat aku bilang bahwa sekarang aku tidak pernah merasa takut lagi ? “

“ hmm, wae ? “

“ kaulah alasannya “

“ aku ? “

“ hmm,, aku sudah jatuh cinta padamu sejak pertama kali kau datang ke kamarku dan aku menjadi semakin senang saat tahu bahwa kau akan jadi dokter waliku. Berada di dekatmu membuatku selalu berharap bahwa suatu hari benar-benar akan ada keajaiban dan aku bisa hidup jauh lebih lama untuk menjadi istrimu dan ibu bagi anak-anak kita “ Sooyoung terdiam sejenak untuk mengambil nafas “ Cintaku untukmu membuat aku merasa seperti gadis normal, cinta itu membuatku selalu merasa bahagia dan sempurna. Kehadiranmu memberi warna baru bagi hidupku, dan membuatku merasa sangat bahagia. Byun Baekhyun, aku sangat mencintaimu “

Baekhyun menagis sekali lagi, tapi kali ini tanpa suara. Air matanya mengalir begitu saja di pipinya, “ Soo .. aku juga sangat mencintaimu “ dia berkata dengan suara bergetar “ mencintaimu dengan seluruh hatiku. Kau adalah gadis pertama yang mampu membuatku gugup dan salah tingkah. Aku selalu ingin berada di dekatmu dan melihatmu tersenyum, itulah kenapa aku mengajukan diri sebagai dokter walimu justru di saat semua dokter mulai menyerah. Aku belajar banyak darimu, bahwa tidak ada yang perlu ditakutkan di dunia ini bahkan jika itu kematian. Karena tanpa kita takuti kematian pasti akan datang. “

Baekhyun terdiam sesaat, merasakan tubuh Sooyoung menjadi semakin dingin. “ aku benar-benar jatuh cinta padamu Soo,, cinta pertamaku. Aku minta maaf karena tidak sempat memberimu banyak hal. Tapi aku berjanji padamu dia kehidupan yang beriikutnya atau jika kita bertemu di surga aku akan segera menemukanmu dan kita akan bahagia selamanya. “

Kemudian saat Baekhyun menoleh, Sooyoung telah terpejam di bahunya sama sekali tidak bergerak. Baekhyun tidak dapat lagi menahan air matanya, dia menangis sekeras yang dia bisa. Gadis di dalam pelukannya memejamkan mata seolah sedang tertidur, wajahnya yang pucat masih terlihat manis dengan senyuman yang menghiasi bibirnya. Namun,, seluruh tubuh Sooyoung sudah sangat dingin dan detak jantungnya sudah tidak terasa lagi. Choi Sooyoung telah tiada dalam dekapannya, setelah mengungkapkan perasaannya, gadis ini telah meninggalkan Baekhyun jauh sekali untuk selamanya.

“ kau medengarku kan Soo ? “ Baekhyun berbicara dalam tangisannya “ aku mencintaimu “

Flashback end,,

.

.

Baekhhyun tidak menyadari senja telah berganti malam saat dia melepaskan cincin dari jari tangannya dan memasukannya lagi ke dalam kotak tua berwarna putih.

“ kau bisa mendengarkan aku kan ? “ Baekhyun bergumam sambil mendongak menatap langit berbintang “ aku bersyukur bahwa kau adalah cinta pertamaku, dan aku .. “ Baekhyun menghela nafas panjang “ Aku rasa cintaku padamu akan kekal abadi seamanya “

Gambar Gambar

.

.

.

TAMAT

NB : Guys, bantu share blog ini ke temen2 kalian yang >u< dan jangan lupa komennya ^^

Khamsahamnida #bow#

Advertisements

13 thoughts on “[Series] Miracle In December -Baekhyun

  1. Kerennn eonni^•^ meskipun nangis -,-
    Baekhyunnya setia bangettt astagaaaa *0*
    Ditunggu yang lainnya eonni^•^

  2. Eh kak! Kok sukses banget sih buat aku nangis 😥 . Pokoknya gak mau tau, kaka harus tanggung jawab udah buat aku nangis :3 #Plak

    Bacon-ah kasian banget sih kamu, udah lupain Soo eonn ya? terus nikah sama aku *plak* . Aku cinta mati tau sama kamu

    Udah deh daripada makin lebay ini coment. Mending nunggui cats lanjutannya

    Fighting kak!!

  3. Daebak ff thor.
    Boleh reques ff ga?
    Ff cast nya sooyoung-baekhyun.Genre terserah author tapi yang pasti harus ada romance and fluf nya.
    Kalo request ku di terima.
    Tolong DM/mention ke @ChoiXiOh1
    Gomawo Thor:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s