[Series] Miracle In December – Suho

Miracle In December mengisahkan tentang dua belas pria yang merindukan kekasih mereka. Karena kesalahan besar yang telah mereka buat,, mereka kehilangan wanita yang mereka sayangi.Mereka berusaha melihat apa yang tidak bisa mereka lihat. Mereka berusaha mendengar apa yang tidak bisa mereka dengar. Keegoisan mereka yang membuat mereka buta pada cinta sejati di sekitar mereka. Dan meski mereka bisa menghentikan waktu, dia tidak akan bisa kembali ..

Dua belas cowok dengan cinta yang berbeda namun takdir yang sama …

.

.

Gambar

Miracle In December

Title : Miracle In December

Casting :

Choi Sooyoung, EXO (all member)

Sub Cast :

SMEntertaiment

Rate : 15 (teenagers)

Genre : Sad

Note : Setiap member akan memiliki kisah yang berbeda dengan Sooyoung

Story by :

Dellia

.

.

.

453

Kim Jongmyeon atau lebih sering dipanggil Suho bahkan baru berusia 17 tahun tapi dia sudah harus menghadiri rapat pemegang saham super membosankan sementara teman-temannya yang lain sedang asik bermain dengan video game mereka atau lebih baik lagi,, berkencan.

“ jadi,, kenaikan saham yang cukup besar ini akan menguntungkan kita cukup banyak dan .. “

Suho tidak mendengar kelanjutan kalimatnya saat dia diam-diam menguap di balik telapak tangannya,, matanya terasa berat sekali,, dan dia dilanda kebosanan stadium akhir. Suho duduk di sebuah kursi berlengan di belakang ayahnya,, dia satu-satunya yang masih berusia belasan dan satu-satunya yang mengantuk diruangan itu. Sementara yang lain adalah orang tua yang sudah mulai beruban dengan jas rapi dan tampak antusias mendengarkan ocehan tentang saham,, angka,, ekonomi dan hal-hal membingungkan lainnya.

Dua setengah jam yang membosankan telah dia lewati,, dia sedang berdiri di balik pintu keluar bersama ayahnya,, membungkuk memberi hormat kemudian bersalaman sambil tersenyum lebar kepada para kolega ayahnya.

“ bagaimana rapat hari ini Suho ? ada yang kau pelajari ? “

suho

Suho berkerut di tempatnya berdiri,, mencoba berfikir cepat untuk mencari jawaban. Tapi sebelum dia menemukan sepatah katapun untuk menjawab salah seorang sekertaris ayahnya berlari dengan cepat ke arah mereka berdua. “ Selamat siang Presdir Kim – Selamat siang Tuan Muda “ katanya sedikit terengah-engah.

Suho membungkuk kecil,, ” selamat siang Pak Jung ” katanya dengan sopan. “ ada apa Sekertaris Jung ? “ Tuan Kim bertanya. “ ada tamu untuk anda Presdir,, perwakilan dari Perusahaan Wu untuk membahas kerja sama kita “

“ ah benarkah ? “ Tuan Kim menjawab dengan santai “ kalau begitu kita ke sana sekarang “ dia menambahkan

Setelah mengucapkan beberapa kata pada Suho,, Tuan Kim dan Sekertaris Jung berjalan bersama meninggalkannya. Beberapa detik mengawasi sampai dia memastikan bayangan ayahnya sudah tidak terlihat,, Suho melemaskan badanya,, meregangkan tangan dan menguaplebar-lebar.

“ owhh !! badanku sakit semua “ dia mengeluh pelan

Suho mengambil handphonennya dan melihat ada sekita 10 panggilan tidak terjawab dan 15 sms dari teman-temannya. Dia mengscoll layar handphonnya untuk mencari sebuah nomor,, “ Hei Wu !! “ kata Suho pada handphonenya. “ kau di kantor ayahmu ? “ kata suara dari seberang telepon. “ hmm .. aku hampir mati kebosanan ! “ keluh Suho

Terdengar suara kekehan dari seberang,, ” aku turut prihatin ” kata Kris

Suho hanya tersenyum kecil sambil melanjutkan berjalan menuju pintu luar,, “ ada perwakilan dari perusahaanmu di sini,, kau ikut ? “

“ hmm,, tapi aku tidak ikut masuk,, aku menunggu di mobil. Kau sudah selesai ? “

“ iya,, kira-kira lima menit yang lalu. Ehmm .. Kris ? “

“ ho ? “

“ boleh aku menumpang padamu sampai ke rumah Kai ? “

“ tentu saja,, aku juga akan kesana “

“ oke kalau begitu,, aku akan .. “

BRUK !!!!!

Suho tidak melihat apapun tapi sepertinya dia menabrak seseorang atau sesuatu di depannya. Dia jatuh diatas pantannya dan dia mendengar seseorang memekik di depannya. “ auch !! “ Suho berdiri setelah beberapa detik sambil menggosok pantatnya

Dia kemudian menatap ke depan,, seseorang yang dia tabrak tampaknya belum bangun, “ anda baik-baik saja ? “ Suho bertanya dengan rasa bersalah. Sepertinya dialah yang menabrak orang ini,, Suho tidak memperhatikan jalan saat dia sedang menelepon Kris.

maxresdefault (1)

“ aku baik-baik saja .. “ kata suara lembut dan lirih. Orang itu masih menunduk sambil memijat kakinya,, sepertinya dia perempuan karena rambutnya yang cokelat panjang bergelombang menutupi sebagian wajahnya.

“ biar aku bantu “ kata Suho sambil mengulurkan tangannya.

120928third

Waktu seperti berhenti di sekelilingnya begitu gadis tadi mengankat wajahnya. Matanya yang hitam pekat,, kulitnya yang putih bersih,, bibirnya yang pink manis,, dan pipinya yang merona seakan memberikan sihir pada seluruh tubuh Suho sehingga membuatnya membeku seperti sebongkah es.

“ ekhemm “ gadis tadi berdeham

Suho kembali dari lamunannya dan menggelengkan kepala dengan cepat,, gadis tadi sedang memandangnya dengan heran. Suho segera membantu gadis tadi berdiri. Dia merasakan ada semacam sengatan listrik saat tangannya bersentuhan dengan kulit halus gadis itu.

“ aku minta maaf .. aku tidak melihat jalanku tadi .. aku tidak tahu kau di depanku .. “ kata Suho

“ tidak apa-apa .. aku juga tidak melihat anda tadi .. “

Namun Suho belum ada dua detik melepaskan gadis tadi dari pegangannya tapi kemudian dia bergerak cepat lagi dan menangkap tubuh gadis tadi di pelukannya saat dia terhuyung ke depan sambil memekik kesakitan. Suho menatap kebawah dan melihat highheel gadis tadi patah dan sepertinya kakinya terkilir. “ maaf .. “ kata gadis tadi dengan canggung

“ aku rasa kakimu terkilir “ kata Suho dengan nada bersalah. “ aku tidak apa-apa,, aku hanya .. “

“ tidak tidak ! kita harus segera mengobatinya atau akan bertambah para “

“ tapi .. “

“ aku sudah menabrakmu dan membuatmu terkilir,, aku harus bertanggu jawab “

“ bukan salah anda .. “

“ tapi aku tetap tidak bisa meninggalkanmu dalam keadaan begini “

Suho memastikan gadis tadi untuk berdiri sendiri sebentar agar Suho bisa membereskan kertas-kertas yang berserakan di bawah. Beberapa saat berikutnya,, Suho sudah memapah gadis tadi di pelukannya menuju ruang kesehatan di bagian belakang. Sepanjang jalan,, Suho tidak dapat menahan diri untuk tidak melirik pada wajah gadis di sebelahnya yang hanya berjarak sekita dua puluh centi dari wajahnya. Jantung Suho berdetak lebih cepat dari biasanya,, dan dia merasa merinding setiap kali mencium bau parfum dari tubuh gadis ini.

“ duduklah disini “, Suho dengan lembut mendudukan gadis tadi di sisi tempat tidur. Dia kemudian berlari ke arah lemari obat untuk mengambil balsem dan perban cokelat. “ ini akan terasa sedikit menyakitkan,, jadi aku harap kau bisa menahannya Nona .. “

“ Sooyoung, Choi Sooyoung “ gadis tadi tersenyum kecil.

Suho bergidik kecil saat melihat senyum manisnya,, serasa ada kupu kupu beterbangan di dalam perutnya. Dia kemudian mengabil kursi di dekatnya,, meraih kaki Sooyoung dan memijatnya perlahan. Sooyoung berjengit kecil bahkan terkadang memekik pelan dan harus menyumpalkan tangannya sendiri agar dia tidak menjerit saat Suho mengobati kakinya. Setelah beberapa menit yang menyakitkan,, Suho sudah selesai memasang perban di kakinya.

“ bagaimana ? “ Suho bertanya dengan cemas

“ jauh lebih baik,, terima kasih Tuan .. “

“ Suho,, namaku Kim Jeongmyun tapi kau bisa panggil aku Suho “

Sooyoung membuka matanya dan mulutnya lebar dalam keterkejutan,,

693985880

“ a-anda ?! anda putra dari Presdir Kim ? “ katanya tidak percaya

Suho mengangguk kecil,,

“ dan saya membiarkan anda mengobati saya ? “ dia terhuyung mudur sekarang

Suho sudah akan menangkapnya lagi tapi Sooyoung buru-buru membungkuk,,

“ maafkan saya Tuan,, saya tidak tahu ini anda ! saya benar-benar minta maaf “ kata Sooyoung sambil membungkuk berulang ulang. Suho yang awalnya keheranan dan sedikit cemas namun kemudian dia tertawa cukup keras sehingga membuat Sooyoung akhirnya berhenti membungkuk.

“ k- kau lucu sekali “ kata Suho yang masih setengah tertawa. “ huh ? “ Sooyoung memiringkan kepalanya. Suhu tidak tahu apa yang merasukinya tapi hanya dengan melihat Sooyoung menatapnya dengan polos sudah mampu membuat seluruh wajahnya memerah. “ aku hanya mengobatimu dan kau malah minta maaf padaku,, memangnya kenapa jika aku putra Presdir Kim ? toh akulah yang bersalah dan menabrakmu “

“ tapi .. “

“ tenang saja Nona Sooyoung,, kau tidak akan dipecat hanya karena aku mengobati lukamu “

Sooyoung tersenyum canggung,, lalu kemudian handphone Suho berbunyi.

“ halo ? “

“ DIMANA SAJA KAU KIM JONGMYOON ? tiba-tiba memutus telepon dan tidak muncul-muncul ! aku sudah dua puluh menit menunggumu ! “ Kris berteriak keras-keras. Suho dengan cepat menjauhkan handphonenya dari telinga seolah hangphone itu bisa menggigit. “ maaf .. maaf ! aku akan kesana sekarang “ katanya dengan santai.

Dan sebelum Kris berteriak lagi Suho segera menutup teleponnya dan menoleh pada Sooyoung,, “ maaf Nona Sooyoung,, sepertinya aku tidak bisa membantumu lebih banyak lagi “ kata Suho yang terdengar sangat menyesal. “ tidak tidak,, tidak apa-apa Tuan “ kata Sooyoung dengan sopan

Suho terkekeh lagi melihat Sooyoung yang masih bersikap kaku padanya,, “ dengar,, kau tidak harus merasa bersalah hanya karena aku adalah anak dari Presdir. Aku yang membuatmu terluka dan sudah seharunya aku menolongmu,, selain itu .. “

Suho tidak tahu dari mana datanya ide gila ini dan apa yang mendorongnya,, “ boleh aku minta nomormu ? “

.

.

Dua tahun kemudian

“ perhatikan langkahmu “ kata Suho lembut sambil membimbing Sooyoung di tangannya. “ Ohh sayang, bagaimana aku bisa memberhatikan langkahku jika kau saja menutup mataku “

Suho tertawa kecil,, “ rasakan langkahmu kalau begitu “

Suho membantu Sooyoung yang ditutup matanya untuk melangkah menuruni sebuah tangga kecil menuju tempat yang lebih rendah.

“ sudah sampai “

Suho melangkah ke belakang Sooyoung untuk melepaskan ikatan yang menutp mata gadis di depannya. Perlahan-laahn Sooyoung membukan matanya dan mengembalikan penglihatannya yang sedikit buram.

seoul_at_night_from_63_building

Dan seketika itu juga, mata dan mulutnya terbuka lebar dalam kekaguman yang tidak bisa dia sembunyikan. Di depannya terhampar pemandangan Seoul malam hari, indah sekali dengan jutaan lampu warna-wanri yang menghiasi kegelapan malam. Suho menyadarkan kekaguman Sooyoung dengan menarik tangannya dan memasang benda berkilau di jari manisnya.

14k-two-tone-heart-shaped-amethyst-channel_o

Mereka berdua berdiri berdampingan di sebuah bukit tinggi di depan gereja putih tempat dimana dua tahun yang lalu mereka resmi menjadi sepasang kekasih. “ selamat hari jadi kita ke tiga sayang, aku mencintaimu “ kata Suho

Sooyoung benar-benar tidak bisa lebih terkejut dari ini, bukan karena cincin di salah satu jarinya atau karena pemandangan indah di depannya, tapi karena pria di depannya. Air mata mulai menggenang di matanya

“ a-aku juga mencintaimu, sayang. Terima kasih “

Suho menghapu air mata yang sudah jatuh di pipinya dengan lembut dan tersenyum tulus, “ Tidak, akulah yang seharusnya berterima kasih padamu “

Sooyoung mengerutkan alisnya,

“ kau memberi kekuatan padaku yang hampir putus asa, memberikan aku cinta yang belum pernah aku punya dan selalu menjadi orang  pertama yang perduli padaku “

“ aku hanya .. “

“ aku sangat mencintaimu “

Dan Suho memotong kalimat Sooyoung dengan menciumnya, memberikan segala rasa terima kasih yang dia punya dalam ciuman hangat itu. Tidak ada yang bisa membuat masing-masing dari mereka bahagia saat ini,, berada di sisi datu sama lain saja sudah menjadi hal paling indah selama hidup mereka.

.

.

Suho sedang menikmati makan malam bersama ayah dan ibunya,, bukan makan malam yang hangat tapi cukup menyenangkan. “ bagaimana kuliahmu Suho ? “ Tuan Kim tiba-tiba bertanya. “ baik abeoji,, aku sudah menemui Profesor Tan dan menyampaikan salammu “

“ benarkah ? bagus kalau begitu “ kata Tuan Kim singkat. “ akhir-akhir ini omma lihat kau jadi rajin ke kantor untuk membantu ayahmu sayang “ sekarang giliran Nyonya Kim yang bicara. “ ne omma “

“ kau pasti sudah belajar banyak untuk bisa menjadi penerus perusahaan “ kata Nyonya Kim cerah

“ aku masih harus banyak belajar omma “

Tuan Kim berdeham keras sebelum bicara, “ kau sudah menujukan banyak prestasi baik Suho,, dan karena itulah aku akan membantumu “

“ maksud ayah ? “

“ kau akan tahu besok,, datanglah seusai rapat kerja ke hotel Grup Lee “

Suho menatap ayahnya curiga namun tidak berkata apa-apa,,, entah karena apa tapi perasaanya tiba-tiba menjadi buru,, dia teringat Sooyoung.

.

.

Sooyoung melonjak kaget dan memekik tertahan saat tiba-tiba sebuah tangan kekar memeluk pinggangnya dari belakang. Dan saat dia menoleh, Suho mengecup pipinya dengn cepat.

“ Hyaa ! kau mengagetkan aku “

“ aku menridukanmu “ kata Suho manja

“ Aku tahu,, tapi lepaskan aku ! kita masih di kantormu, bagaimana jika ada yang melihat kita ? “

Suho menarik tangannya dengan enggan dan duduk di sebelah Sooyoung, mereka sedang ada di taman jauh di bagian belakang gedung Perusahaan Kim. “ aku minta maaf “ kata Suho murung

Sooyoung tersenyum manis dan meletakan telapak tangannya di pipi Suho dengan penuh kasih, “ aku tidak pernah menyalahkanmu, aku justru harus minta maaf karena membuatmu seperti ini “

“ tidak tidak, aku harusnya bersikap gentle dan menceritakan hubungan kita pada ayah “

“ kita akan mencari waktu yang tepat untuk itu “ kata Sooyoung bijak

“ aku janji, aku akan selalu berjuang untukmu “ Suho tersenyum manis

.

.

Mobil Suho berhenti di depan pintu masuk,, dia segera melangkahkan kaki menuju lift dan naik ke lantai tiga. Orang tuanya sudah menunggu di sebuah meja dengan tampaknya keluarga lain di sana.

“ ini pasti anakmu Tuan Kim ? “ kata seorang pria yang seumuran dengan ayahnya sambil tersenyum lebar. “ iya,, ini putar kesayanganku,, Kim Suho “

Suho membungkuk dengan sopan dan kemudian duduk di sebelah ayahnya,,

“ dan ini adalah putri tunggalku,, Lee Sunny “

thumb

Sunny adalah gadis yang manis dan ceria,, matanya yang coket terlihat berkilau,, rambutnya yang lurus diatas bahunya terurai indah. “ selamat siang “ dia menyapa dengan suara yang lembut.

Sunny duduk tepat di sebelah Suho,, mereka kemudian melanjutkan makan siang yang akrab tapi terasa janggal bagi Suho. Selesai makan,, sambil menikmati segelas anggur Tuan Kim dan Tuan Lee banyak bercerita tentang berbagai hal dalam bisnis mereka sementara Suho hanya memutar-mutar minumannya. “ membosankan kan ? “ Sunny berbisik dari bahu Suho

Suho sedikit terlonjak saat tiba-tiba mendengar Sunny yang sedari tadi hanya diam saja berbicara sambil tersenyum padanya. “ kau rasa begitu ? “ Suho balik bertanya. “ hmm “ Sunny mengangguk, “ ayah selalu membawaku ke pertemuan seperti ini sepanjang hari “ Sunny terlihat murung.

“ aku ikut sedih mendengarnya “

“ terima kasih “

Tuan Kim tiba-tiba berdeham dan membuat semua perhatian terarah kepadanya,, “ aku rasa sudah saatnya kita membicarakan inti pertemuan ini “ katanya. “ aku rasa juga begitu “ Tuan Lee menambahkan. “ Suho,, aku ingin kau kemari untuk memperkenalkan kau pada calon istrimu,, atau lebih tepatnya tuanganmu “ kata Tuan Kim dengan cerah.

Suho hampir saja menjatuhkan gelas anggur dari tangannya,, dia membelalak menatap ayahnya denga perasaan campur aduk di dalam hatinya. “ a-apa ? “

“ Tuan Lee adalah sahabat baik ayah,, dan kami sepakat menjodohkan kalian berdua “

Mendadak otak Suho kosong,, dia rasanya mual dan pusing. Wajah Sooyoung tiba-tiba saja muncul di wajahnya,, senyumnya yang tiba-tiba menjadi tangisan membuat Suho menggelengkan kepalanya dengan cepat,, takut untuk sekedar membayangkan.

.

.

Makan siang berakhir lebih lama dari yang Suho bayangkan,, Sunny juga tampaknya cukup kaget dengan pertunangan ini namun keduanya sama sekali tidak bicara apapun.

“ kenapa ayah tidak membicarakan ini dulu denganku ? “ kata Suho saat mereka sudah tiba di rumah. “ kenapa ayah harus bicara dulu denganmu ? “ kata Tuan Kim dingin. “ kenapa ? ayah bilang kenapa ? “ kata Suho dengan nada mencemooh,, dia meningalkan sopan santunnya dan mulai meninggikan suaranya.

“ ini demi masa depan perusahaan Suho,, dan kau pantas melakukan apa yang sudah menjadi tanggung jawabmu “

“ ini bukan bagian dari tanggung jawabku, ayah “ kata Suho dengan keras kepala. “ tentu saja ini tanggung jawabmu karena kau adalah pewaris tunggal “

Tuan Kim sudah berbalik untuk menghadap anaknya,, mengerutkan dahinya menahan amarah juga. Nyonya Kim hanya berdiri terpaku memandang anak dan suaminya bergantian,, tampak ketakutan.

“ tapi aku tidak mau dijodohkan ayah ! aku tidak mencintainya ! “

“ kau tidak pelu cinta ! kalian akan saling mencintai setelah hidup bersama “

“ ayah tidak mengerti ! “

“ aku mengerti dengan baik apa yang terbaik bagimu “

“ INI BUKAN YANG TERBAIK UNTUKKU ! “ Suho berteriak keras “ ini hanya untuk perusahaan ! bukan aku ! “

Dia melewati ayahnya yang tampak terkejut dan kecewa,, membanting pintu kamar di belakangnya dan mengenyakan diri di atas tempat tidur. Bayang-bayang wajah Sooyoung terus melintas di benaknya,, “ maafkan aku .. “

.

.

Sooyoung mengetuk pintu beberapa kali,, “ masuklah “ kata suara dari dalam. Dia menyentuh gerendel pintu dan mendorongnya terbuka,, “ anda mencari saya Presdir Kim ? “

“ hmm,, duduk !! “

Sooyoung sedikit ngeri saat mendengar dari Taeyeon bahwa Presider Kim ingin bertemu denganya di kantor,, dia berjalan ke sofa dan duduk dengan sangat hari-hati.

“ adakah yang bisa saya bantu Presdir? “

Presdir Kim keluar dari mejanya dan duduk di sofa di seberang Sooyoung,, dia membawa sebuah amplop cokelat besar dan menjatuhkannya di meja.

“ bukalah “

Sooyoung membuka dengan perasaan campuran antara penasaran dan takut,,

“ jatuhkan di atas meja “ perintah Presdir Kim lagi. Sooyoung melakukan apa yang diminta Presdir Kim dan mengeluarkan isi dari amplop cokelat itu. Sekita lima puluh lembar foto berserakan di meja. Sooyoung mendadak bergetar lebih hebat dari sebelumnya,, wajahnya langsung pucat pasi tampak ngeri dan ketakutan. “ jelaskan padaku! “ kata Presdir Kim dengan nada dingin.

Sooyoung mencoba mengatakan sesuatu tapi rasanya jantungnya telah meninggalkan rongga dadanya dan berdenyut di tenggorokan sehingga membuat suaranya menghilang.

“ aku sudah tahu tentang kau dan Suho sejak sebulan yang lalu “

Sooyoung memberanikan diri mendongak dan menatap Presdir Kim,, “ saya .. “

“ aku akan memaafkanmu karena telah melakukan kesalahan besar ini .. “ Presdir Kim menatap Sooyoung tajam “ putuslah dengan Suho dan jauhi dia! “

“ M-maaf Presdir ? “

“ aku telah menjodohkan Suho dengan gadis yang lebih sederajat dan pantas untuknya,, jadi jika kau tidak mau aku pecat,, sebaiknya kau pikirkan baik-baik ini “

Sooyoung hanya terdiam dan menahan tangisnya,, merasakan sesak dan perih di hatinya. Sementara itu, tepat di depan pintu, Suho berdiri membeku dengan tangannya yang sudah memegang gerendel pintu. Seluruh tubuhnya bergetar karena marah dan takut.

.

.

Suho duduk di pojok kamarnya yang sangat berantakan dengan tangannya yang penuh darah, pecahan kaca dari figura foto atau perabotan kaca berserakan dimana-mana, bantal dan seluruh kasurnya telah robek dan tidak beraturan.

jika kau berani menolak dan membantah perintah ayah,, maka gadis kampungan itu akan menderita selama hidupnya  “ Kata-kata Tuan Kim masih jelas terngiang di kepalanya.

Suho merasakan sesuatu meleleh di pipinya,, tampaknya dia sudah tidak mampu memedam kesakitan dan ketakutan yang dia rasakan yang akhirnya menjadi air mata

t_031a12314a354b7799bcf970ee465288

.

.

“ hentikan Suho,, kau sudah hampir mabuk “ kata Luhan dengan khawatir. “ lepaskan tanganku “ Suho menolak dengan keras kepala. “ kau akan mati jika minum sekali lagi “ kata Kris. “ LEPASKAN AKU “ dia berteriak

Kesebelas pria yang lain menatapnya dengan cemas,, “ apa yang harus kita lakukan hyung ? “ Tao bertanya. “ dia benar-benar sangat menyedihkan “ kata Xiumin.

Suho yang sudah terkapar di sofa mendadak bangkit dan melempar teleponnya pada Chen,, “ telepon Sooyoung untukku dan suruh dia datang kesini “ katanya

Suho berjalan sempoyongan keluar dari kabin VIP dan menuju ke lantai dansa. Sementara itu, Chen bertukar pandang dengan yang lain dengan ragu sebelum melakukan apa yang diperintahkan Sooyoung.

Satu jam kemudian Sooyoung setengah berlari menuju ke kabin mereka,,“ dimana Suho ? “ katanya dengan terengah-engah. “ di sana “ kata Kai menunjuk lantai dansa.

Sooyoung meggumamkan terima kasih dan berlari pergi. Dia bersusah payah mencari Suho dalam keramaiaan orang-orang dan deru musik yang terlalu keras. Namun saat dia sudah hampir menyerah,, matanya tanpa sengaja menatap seseorang. Dia menemukan Suho berdiri di ujung lain lantai dansa dan menatapnya. Sooyoung baru saja melangkah satu langkah saat dia terhenti dalam keterkejutan dan ketidakpercayaan.

Suho yang berdiri di ujung sana tiba-tiba menarik seorang gadis dan menciumnya begitu saja. Tangannya bergerak menyentuh seluruh bagian punggung gadis itu yang terbuka bahkan hingga ke bagian bawah. Ciuman mereka semakin bergairah dan Suho menurunkan kecupannya ke leher lalu semakin ke bawah.

Sooyoung melangkah dengan berat dan mendekati Suho, dia menyingkirkan gadis itu dan menatap Suho tepat dikedua matanya.

oepY3

” kenapa kau lakukan ini ? kau sedang mencoba menyingkirkan aku ? ” kata Sooyoung dengan suara bergetar. ” iya !! aku ingin kau enyah dari hidupku ! ” kata Suho

“ aku tahu kita pada akhirnya memang harus berpisah cepat atau lambat, namun aku tidak pernah mengharapkan perpisahan kita akan begini menyedihkan Suho “

“ aku sudah tidak mencintaimu lagi “ kata Suho dalam keadaan setengah sadar

“ aku tahu, dan kau tidak harus menggunakan cara ini untuk menyingkirkan aku “

Sooyoung sudah menagis saat dia menatap Suho terakhir kalinya sebelum pergi menjauh. Setelah tidak melihat Sooyoung lagi di depannya, Suho terjatuh dilutunya dan menangis.

“ aku akan menyesali ini seumur hidupku, maafkan aku “

.

.

Lima tahun kemudian,,

Suho tidap pernah menampakan kebahagiaan tulus sejak saat itu, hatinya seolah telah membeku untuk menerima cinta dari manapun.

maxresdefault

Dia berdiri di sana, memandang matahari lewat jendela besar di depannya. Matanya kosong, wajahnya pucat dan  ekpresinya dingin. Suho berbalik beberapa saat kemudian dan menatap di atas meja, sebuah kotak merah dengan kertas di sampingnya. Dia berjalan mendekat dan meraih kertas itu untuk membacanya.

suho-edited

” Kebahagiaan datang dari cinta yang tulus tanpa batas “

Suho keluar dari mobilnya dan melangkah sendiran di tengah butiran salju di udara. Dia menoleh sejenak ke gereja putih di sebelah kanannya sebelum melangkah ke arah lain dan berheti di sana. Semua masih sama di tempat ini, gerejanya, pemandangannya, air mancurnya. Namun hanya satu hal yang berbeda, yaitu hatinya.

cf74c4d4e98a33fa5ea38d094b923ff6

Suho sudah tidak pernah meraskan kehangatan yang sama lagi dalam hatinya sejak Sooyoung menghilang dari hidupnya. Ya, gadis itu menghilang. Dan sekeras apapun dia berusaha mencari, dia hanya akan mendapatkan keputusasaan pada akhirnya. Penyesalan tidak pernah berhenti dia raskan, caranya melepaskan gadis yang telah memberikannya cinta sangatlah salah, dan dia sangat menyesalinya.

825600564

“ Jika hanya memikirkanmu, maka aku bisa mengisi dunia ini dengan dirimu. Karena setiap tetes salju adalah salah satu tetes air mataku untukmu. Tapi hanya ada satu hal yang  tidak bisa aku lakukan dan itu adalah  membuatmu kembali padaku “

.

.

.

TAMAT

Nb : masih ada kisah lain dari member EXO yang lain,, ditunggu ya #bow

Advertisements

11 thoughts on “[Series] Miracle In December – Suho

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s