[Series] Miracle In December – Kris

Miracle In December mengisahkan tentang dua belas pria yang merindukan kekasih mereka. Karena kesalahan besar yang telah mereka buat,, mereka kehilangan wanita yang mereka sayangi. Mereka berusaha melihat apa yang tidak bisa mereka lihat. Mereka berusaha mendengar apa yang tidak bisa mereka dengar. Keegoisan mereka yang membuat mereka buta pada cinta sejati di sekitar mereka. Dan meski mereka bisa menghentikan waktu, dia tidak akan bisa kembali ..

Dua belas cowok dengan cinta yang berbeda namun takdir yang sama …

.

.

Gambar

Miracle In December

Title : Miracle In December

Casting :

Choi Sooyoung, EXO (all member)

Sub Cast :

SMEntertaiment

Rate : 15 (teenagers)

Genre : Sad

Note : Setiap member akan memiliki kisah yang berbeda dengan Sooyoung

Story by :

Dellia

.

.

.

choi_sooyoung_by_demonconstruct-d5axo9a

Lukisan adalah salah satu karya seni terindah yang pernah ada,, dengan warna warna yang membentuk suatu gambaran yang cantik,, semua orang pasti akan menyukai sebuah lukisan.

Tapi bagi seorang Kris,, lukisan bukan hanya sekedar gambaran tangan,, baginya lukisan adalah bahasa lain dari cinta.

.

.

abfa7963d391443caa00cc0dc301a109

Kris duduk di sebelah jedela besar yang tertutup korden putih,, matanya memandang kosong sementara tangannya menyentuh gambaran pesil di depannya dengan perlahan. Kris sedang mengambar sebuah gambar sederhana,, sketsa seorang gadis dengan rambut panjang,, pipi tembem,, dan senyuman hangat. “ melukis dengan cinta .. “ dia bergumam sangat lirih hampir seperti bisikan. Senyuman sedih muncul di wajah tampannya,,

 

Flasback,, 

bebek

“ apa itu yang kau gambar ? “ kata seorang gadis kecil dengan rambut cokelat berkilau melewati bahunya sambil menujuk kertas di depan seorang cowok yang seumuran denganya. “ ini ? “ si cowok menunjuk gambarnya dengan bingung.

“ hmm “

“ tidak bisakah kau melihat ini adalah naga ? “ kata cowok kecil itu dengan bangga. “ naga ? “ si rambut cokelat kecil memiringkan kepalanya “ aku kira itu bebek “ dia menambahkan dengan polos. “ hya !! kau tidak lihat dia punya gigi yang tajam dan sayap lebar ? mana ada bebek yang bergigi tajam ? “ cowok kecil itu cemberut.

Si rambut cokelat kecil tertawa kecil,, “ gambar mu jelek sekali !! aku bahkan tidak bisa melihatnya dengan jelas “ dia sekarang tertawa kencang

Cowok kecil tadi menekuk tangannya di depan dada dan cemberut lagi,, “ lihat saja,, suatu hari aku akan menjadi pelukis hebat dan kau harus memanggil ku picaso !! “ dia menambahkan dengan serius

.

.

Delapan tahun kemudian,,

53456-girls-generations-snsd-sooyoung-double-m-milano-collection  EXO_M_KRIS_3

“ pikaso !! “ sorang gadis tinggi dengan rambut cokelat berlari dengan cepat sambil melambaikan tangan. Sementara itu,, tidak jauh darinya seorang pria tampak dengan putus asa menepuk dahinya kemudian berbalik. “ hey pikaso !! “ sapa gadis tadi sekali lagi.  “ berapa kali harus aku bila padamu ? jangan panggil aku dengan nama konyol itu lagi “

“ kenapa ? bukankah kau sendiri yang minta ? “

“ iya,, tapi itu dulu saat aku masih kecil. Kau tidak lihat para gadis melihat ku dengan aneh !! “ katanya sambil melihat kesekeliling. Si rambut cokelat tampak sedikit murung namun segera kembali tersenyum,, dia mengulurkan tangannya dan mencubit pipi cowok yang tadi dia panggil Picaso. “ owuu .. lihat Kris ku!! sekarang dia sudah besar dan dipuja banyak gadis  “ katanya

“ hya !! hentikan Choi Sooyoung !! “. Sooyoung melepaskan tangannya dan mereka berdua berjalan bersamaan. “ bagaimana dengan lomba melukis untuk bulan depan ? kau jadi ikut ? “ Sooyoung bertanya. “ tentu saja,, aku harus memenangkannya ! “ kata Kris dengan semangat. “ santai saja Kris,, kau sudah banyak menang ! “

“ aku ingin memberikan mendalinya untuk ibu sebagai hadiah ulang tahun “. Sooyoung berhenti mendadak dan berbalik pada Kris,, “ apa ? “ dia melongo. Sooyoung tersenyum lebar,, “ itu manis sekali “ kata Sooyoung ceria. Kris hanya tertawa kecil melihat tingkah sahabatnya,,

.

.

“ baiklah anak-anak,, hari ini kita akan melukis sesuatu yang sederhana tapi bermakna “. Pak Han sedang berdiri di depan kelas,, sementara seluruh muridnya memandangnya dengan penasaran. “ keluarkan alat melukis kalian dan setelah itu aku akan memberitahu tugasnya “ dia menambahkan senyum penuh arti pada akhir kalimatnya

“ dia sedikit sinting “ Kris berbisik sangat pelan tapi masih bisa didengar Sooyoung. “ kau yang sinting,, Pak Han adalah guru palih hebat yang pernah ada “ kata Sooyoung yang juga sama-sama berbisik. “ iya,, dia memang jenius – tapi orang jenius biasanya sinting “ kata Kris sambil mengerakan telunjuknya berputar di samping kepalanya. Sooyoung tidak dapat menahan diri untuk terkekeh,, “ kalau begitu kau juga sinting ! “

“ aku ? kenapa ? “ Kris menunjuk dirinya sendiri.  “ karena kau selalu besar kepala setiap para gadis itu berteriak padamu ! “. Kris menyeringai,, “ itu bukan salahku,, salahkan mereka yang mudah terpikat oleh pesona ketampananku “ kata Kris dengan percaya diri.

Sooyoung berpura – pura muntah,, “ kau malah terdengar menyebalkan “ kata Sooyoung mencibir. Kris sudah akan menjawab lagi namun batal karena tampaknya bukan hanya dia tapi Sooyoung juga melihat sepasang kaki berjalan ke arah mereka berdua.

“ perlu waktu selama inikah untuk kalian berdua mengambi peralatan lukis di dalam tas kalian ? “ Pak Han sudah berdiri di depan mereka dengan kedua tangan di pinggannya. “ tidak Pak “ kata Sooyoung. “ maafkan kami “ Kris menambahkan. Pak Han hanya menggelengkan kepala dan berbalik sebelum kembali berjalan ke depan kelas. Kris dan Sooyoung saling menunjuk di belakang,, menyalahkan satu sama lain.

“ Nah !! sekarang tugas kalian adalah mengambar seseorang “. Sooyoung yang sedang memukul  – mukul bahu Kris berhenti mendadak dan menoleh ke depan. “ tapi bukan sembarang orang .. “ Pak Han menambahkan lagi dengan ekspresi penuh misteri seperti biasa “ kalian akan menggambar orang yang kalian cintai “

Tanpa disadari baik oleh dirinya sendiri maupun Kris,, sebuah senyum kecil muncul di bibir Sooyoung. “ Pak ? “ seorang murid yang duduk dua bangku di depan Sooyoung mengangkat tangan ke udara. “ Iya Luhan ? “

“ bagaimana kalau kita punya banyak orang yang kita cintai ? misalnya orang tua kita kan ada dua ? “

Pak Han menggaruk dagunya,, berfikir sejenak. “ Terima kasih Luhan,, kau memberiku satu ide lagi “ Pak Han menjawab “ kita jadikan saja tugas ini sebagai tugas pribadi antara kalian dan aku “

“ maksudnya Pak ? “ kali ini Sooyoung bertanya dengan antusias. “ Orang yang kalian cintai disini bukanlah orang tua atau saudara,, melainkan orang lain yang membuat kalian jatuh cinta “

Semua anak terdiam dan menahan nafas,, bahkan Kris yang sejak tadi mengeluh pun ikut terdiam. Kris memang cerdas dalam hal melukis,, tapi dia punya sikap dan sopan santun yang lumayan buruk. Dia tidak pernah patuh pada guru di sekolahnya tapi selalu mampu menyelesaikan semua tugas mereka dengan baik dan bahkan memenangkan banyak kejuaraan melukis sejak dia masuk SMP.

“ kalian punya waktu sebanyak mungkin hingga kalian lulus dari sekolah ini untuk menyelesaikan tugasku,, sebagai hadiah atas lukisan kalian,, aku akan memajang lukisan kalian di Museum Kota “

“ tapi bagaimana jika kami tidak jatuh cinta bahkan sampai kami lulus? “

Sooyoung dengan cepat menoleh pada pemilik pertanyaan itu dan mendelik padanya,, “ apa ? “ Kris mengangkat bahunya dengan polos. Sooyoung sudah akan menggumamkan sesuatu tapi Pak Han sudah berdiri di depan mereka lagi untuk kedua kalinya. “ kau akan Kris,, kau pasti jatuh cinta “ kata Pak Han yang tampak sangat yakin.

“ dari mana anda tahu Pak ? “ Kris masih bertanya dengan keras kepala. Pak Han menghela nafas kecil dan untuk kesekian kalinya tersenyum penuh misteri. “ tahukah kalian bahwa lukisan bukan hanya sekedar karya seni saja ? “ Pak Han bertanya pada seluruh kelas “ lukisan adalah salah satu bahasa lain di dalam cinta “ dia menambahkan saat tidak ada seorang pun yang menemuka bersuara.

“ bahasa lain dalam cinta “ Sooyoung bergumam kecil,, diam-diam dia menoleh ke samping dan tersenyum kecil. “ kalian bisa mengungkapkan cinta dengan lukisan yang kalian buat,, dan kalian bisa membuat lukisan dengan cinta yang kalian rasakan “ dia mengakhiri kalimatnya tepat saat bel berbunyi.

“ itu akan menjadi tugas kalian,, temukanlah cinta yang membuat kalian melukis dan buatlah lukisan dengan cinta yang kalian rasakan “ dia menambahkan sebelum akhirnya benar benar keluar dari kelas

.

.

45(94)

“ Hya Picaso !! “ Sooyoung berteriak tepat di telingan Kris. Kris yang sedang duduk di balkon kamar Sooyoung sambil melamun melonjak kaget,, dan mengosok telinga kanannya dengan jengkel. “ apa apaan kau ini ? “

“ kau yang apa apaan ? aku memanggilmu dari bawah sampai tenggorokanku pindah ke mulut tapi kau sama sekali tidak mendengar “ kata Sooyoung yang juga jengkel. “ ah benarkah ? “ Kris merenges. Sooyoung hanya memutar bola matanya dan duduk di samping Kris,, “ kenapa kau datang ? “

“ orang tuaku tidak pulang lagi malam ini “ kata Kris murung. Sooyoung melihat kesedihan di wajah Kris,, dia selalu melompat ke balkon kamarnya setiap kali merasa buruk atau kesepian. “ kau mau aku menginap lagi seperti biasa? “ dia bertanya dengan lembut. “ hmm “ Kris hanya mengangguk “ tapi aku tidak punya cemilan “ dia menambahkan.

Sooyoung tertawa kecil,, “ kita akan beli di toko dekat sana sebelum ke rumahmu “ kata Sooyoung menghibur. “ terima kasih Youngie .. “

“ sama sama Picaso “

Mereka kembali terdiam dan menatap langit malam yang penuh bintang,, “ Youngie .. “

“ hmm ? “

“ kau sudah dapat ide untuk tugas dari Pak Han ? “

Sooyoung mendadak menegakkan kepalanya,, “ ehm .. entahlah,, aku belum yakin “ dia berkata lirih “ kau ? “

“ aku sama sekali tidak dapat ide “ kata Kris “ bagaimana jika aku tidak bisa menyelesaikan tugas ku ? “

“ maksudmu ? “

“ bagaimana kalau aku tidak jatuh cinta sampai lulus SMA nanti ? “

Sooyoung melongo beberapa saat sebelum meledak tertawa,, “ apa yang lucu ? “ Kris bertanya setengah heran setengah jengkel. “ kau “ jawab Sooyoung singkat sambil masih sedikit tertawa. “ kenapa ? “ Kris mengerutkan alsinya. Setelah berusaha keras menghentikan tawanya,, Sooyoung menghela nafas sebelum bicara. “ Pak Han memberikan tugas ini bukan agar kita jatuh cinta Tuan Master Melukis “

“ lalu ? “

“ ingatkah kau jika aku selalu bilang padamu jika ada sesuatu yang kurang dengan lukisanmu ? “

“ ehmm .. “ Kris mencoba mengingat ingat “ iya .. “

“ sekarang aku sudah tahu apa itu “ Sooyoung menjentikan jarinya. “ apa ? “ Kris menatap Sooyoung dengan mata lebar. “ kau tidak menggunakan cinta untuk menulis “

Kris berusaha keras memahami perkataan Sooyoung,, “ perlukah aku menggunakan cinta untuk melukis ? “

“ tentu saja kau perlu “ Sooyoung tersenyum manis “ karena dengan menggunakan cinta saat kau melukis,, bahkan saat kau dalam keadaan paling sakit sekalipun kau tetap bisa merasakan kebahagian dengan memandang lukisan itu “

.

.

“ ini “ Kris menyerahkan sebotol jus jerus pada Sooyoung. “ terima kasih “ Sooyoung tersenyum cerah. Mereka sedang duduk di salah satu bangku di dekat air mancur kecil di depan gedung sekolah untuk menikmati istirahat siang mereka.

MiD14

“ Youngie .. “ kata Kris tiba-tiba. “ hmm ? “ Sooyoung bergumam tanpa mengalihakn pandangannya dari nampan makanannya. “ aku ingin bertanya sesuatu “ Kris terdengar sedikit ragu-ragu. “ apa ? “ Sooyoung masih belum menaikan wajahnya. “ kau sudah pernah jatuh cinta ? “

Sooyoung menyemprotkan lagi seluruh jus yang baru saja dia minum dan terbatuk sangat keras,, Kris yang terkejut segera menepuk-nepuk punggungnya. “ ada apa denganmu ? “ Kris bertanya setengah khawatir setengah heran. “ a-   aku t-  tidak apa-apa “ Sooyoung menjawab dengan terbata-bata.

Setela sepuluh menit memulihkan diri dari tersedak hebatnya,, Sooyoung akhirnya sudah bisa mebrnafas lagi. “ yakin sudah lebih baik ? “ Kris bertanya lagi. “ hmm “ Sooyoung hanya mengangguk lemah. “ kenapa kau ini ? “

“ aku hanya sedikit terkejut “

“ kenapa terkejut ? “

“ pertanyaan mu membuatku terkejut bodoh !! “

“ kenapa dengan pertanyaan ku ? “ kata Kris polos

“ bagaimana di siang hari bolong seperti ini kau tiba-tiba menanyakan hal seperti itu ? “ kata Sooyoung jengkel. “ aku hanya bertanya apa kau pernah jatuh cinta ? aku tidak bertanya apakah kau pernah membunuh ? jadi biasa saja Sooyoungie “

Sooyoung menggeram dengan putus asa dan memutar bola matanya,, “ kau belum menjawabnya “

“ kau sudah membuatku hampir mati tersedak dan sekarang aku masih harus menjawab ? “ Sooyoung memkik jengkel. “ bukan aku yang menyuruhmu tersedak “ Kris menjawab enteng. “ oke oke ! ” Sooyoung akhirnya menyerah.

Wajah Sooyoung mulai berwarna merah sebelum dia menjawab,, tapi itu bukan karena dia masih marah. “ sejujurnya .. aku pernah jatuh cinta “ katanya lirih

Dan sekarang giliran Kris yang tersedak jusnya,, dia batuk sangat keras dan menumpahkan kaleng jusnya. Sooyoung membelai punggung Kris perlahan,, “ kenapa tersedak ? kau tidak percaya aku pernah jatus cinta ? “ kata Sooyoung. “ b-   bukna itu .. “ kata Kris dengan suara serak. “ lalu ? “

Kris mengambil nafas dalam dan berdeham sebelum menjawab,, “ kau tidak pernah cerita padaku “. Sooyoung menjadi salah tingkah,, “ kau tidak pernah bertanya “

“ haruskah aku bertanya terlebih dahulu agar kau menceritakannya ? bagaimana aku tahu kau sedang jatuh cinta atau tidak ? “

Sebuah senyum pahit muncul di bibir Sooyoung,, “ aku tidak punya keberanian untuk mengatakannya padamu “ katanya lirih dengan tatapan matanya yang murung. “ kau harusnya memberitahu aku,, aku kan sahabatmu “

Sesuatu berjengit di dalam hati Sooyoung,, “ bagaimana rasanya ? “

“ apa ? “

“ jatuh cinta “

“ jantungmu akan berdebar kencang setiap kali kau hanya melihatnya,, setiap malam kau selalu memimpikannya,, dan dalam sedih ataupun senang orang yang pertama kau ingat adalah dia “

Kris terdiam dan mendengarkan dengan baik,, mencoba meresapinya dalam hati. “ jika melihatnya terluka,, kau akan sepuluh kali lebih terluka dan jika kau melihatnya bahagia,, kau akan sepuluh kali lebih bahagia “ Sooyoung menjelaskan dengan serius.  “ aku masih belum paham “ kata Kris dengan polos setelah dia cukup lama.

Sooyoung memutar bola matanya lagi,, “ kau akan paham jika kau sudah merasakannya “

“ siapa pria itu ? “ Kris bertanya penasaran

“ siapa ? “

“ pria yang kau sukai ! siapa dia ? apa aku mengenalnya ? “

Sooyoung berfikir sejanak,, wajahnya sudah semerah tomat tapi Kris sama sekali tidak merasa heran. “ aku belum siap mengatakannya .. jika waktunya tepat,, aku akan memberitahumu “

.

.

Kris dan Sooyoung sedang mengobrol di belakang kelas bersama Sehun dan Luhan saat tiba – tiba pintu kelas terbuka dan Pak Yoon muncul dari baliknya. “ selamat siang semua “

“ selamat siang Pak “

“ sebelum memulai kelas kita siang ini,, aku membawa teman baru untuk kalian “. Mendadak seluruh kelas penuh bisikan yang semakin lama semakin keras.

“ kelas kita sudah cukup penuh tanpa harus ditambah anak baru “ Kris menggerutu. “ diamlah Kris! “ kata Sooyoung tajam. Seorang gadis dengan rambut panjang berwarna hitam melewati bahunya berjalan ke dalam kelas,, kulitnya putih pucat,, matanya hitam pekat,, dan senyumnya sangta manis.

seohyun

“ perkenalkan dirimu Nona “ kata Pak Yoon. “ selamat siang semua,, namaku Seo Jung Hyun,, tapi kalian bisa memanggilku Seohyun “ kata Seohyun dengan suara yang sangat lembut.

Seluruh kelas mulai ramai lagi,, Sooyoung yang keheranan karena tidak mendengar Kris mengerutu lagi menoleh kesebelah. Kris seperti sedang terkena hipnotis,, matanya memandang kosong kedepan dengan mulut terbuka lebar,, tangannya memegang dadanya seolah jantungnya akan melompat keluar.

“ Kris ? “ Sooyoung memanggil dengan suara lirih. Kris sama sekali tidak bergerak,, Sooyoung mengulurkan tanganya dan mencolek bahunya. “ Kris ?!! “ Kris masih belum bergerak,, dia akhirnya melayangkan pukulan cukup keras dan membuat Kris berjengit. “ apa ? “ katanya jengkel. “ ada apa denganmu ? “. Bukannya menjawab Kris malah tersenyum lebar,, “ aku rasa .. aku akan segera menyelesaikan tugas ku “

.

.

Kris mulai sibuk melakukan cara untuk memastikan perasaannya sendiri pada Seohyun. Dia mencoba mendekatinya setiap kali ada kesempatan dan mencoba mengenalnya lebih jauh. Dan dengan semakin berjalannya waktu,, hanya perlu sebulan untuk Kris memastikan bahwa dia memang telah jatuh cinta pada Seohyun pada pandangan pertama.

Sepanjang waktu Kris menghabiskan banyak waktunya dengan Seohyun,, menemaninya ke semua tempat,, jalan-jalan denganya,, makan bersama,, nonton film,, dan banyak hal. Kris tampaknya punya dunia baru yang sekarang dinikmatinya.

.

.

“ hai Youngie “ sapa Kris saat suatu hari dia berkunjung ke balkon kamar Sooyoung. Sooyoung yang sedang berbaring di aksurnya sambil membaca majalan sempat telejut namun kemudian tersenyum manis, “ hai “ katanya terdengar sedikit canggung. Dia berjalan mendekati Kris dan duduk di sampingnya,, “ hei,, kau merubah gaya rambutmu ? “ Kris tiba – tiba berkata dan terdengar  sangat heran.

unnamed

“ sebegitu kagetnya kah dirimu ? “ Sooyoung tersenyum kecil. “ eh ? “ Kris menggaruk kepalanya “ yeah .. kau jarang terlihat di sekolah,, jadi aku tidak tahu banyak yang kau lakukan “ dia menambahkan sambil nyengir

“ bukan aku yang tidak terlihat di sekolah,, tapi kau yang tidak punya waktu untuk melihatku lagi “

Kris menghela nafas panjang,, “ yeah .. aku harap kau memakluminya,, Seohyun dan aku semakin dekat dan kami banyak menghabiskan waktu bersama “

Sooyoung mengangguk kecil,, dan kemudian keduanya larut dalam suasana sepi yang canggung. “ aneh ya ? “ kata Sooyoung yang akhirnya bersuara. “ apa ? “

“ suasana canggung seperti ini dulu tidak pernah terjadi pada kita,, tapi lihat sekarang “ Sooyoung tersenyum pahit. Kris sepertinya juga menyadarinya,, “ hmm .. semua bisa berubah Soo “

“ apa persahabatan kita juga berubah ? “ celetuk Sooyoung

“ neh ? “

“ hanya aku atau kau juga merasakannya Kris,, kita jadi semakin jauh .. tidak seperti dulu “

Kris mencoba mencari kata yang tepat,, “ kita akan tumbuh dewasa suatu hari nanti dan punya kehidupan masing – masing Soo,, kau dan keluarga kecil mu dan aku dengan keluarga kecil ku. Kita akan menikah dan menjalani hidup masing masing “

“ dan itu artinya persahabatan kita berakhir ? “ Sooyoung menelan ludah, mencoba menahan sesuatu di hatinya. “ entahlah .. “ kata Kris.

Mereka terdiam lagi,, “ bagaimana kau dengan Seohyun ? “

“ kami semakin dekat,, dan aku semakin yakin dengan perasaanku “ kata Kris ceria “ aku bahkan telas menyelesaikan lukisanku “ dia menambahkan sambil menarik lukisan yang dia bawa.

Sooyoung bisa melihat dengan jelas,, Kris melukis seorang gadis dengan rambut hitam panjang bergelombang,, mata hitam pekat,, dan senyum manis. Sedetik kemudian Sooyoung tersenyum hangat,, “ ini Seohyun ? “ dia bertanya lirih

“ hmm “

“ jadi kau sudah memutuskan bahwa dia yang menjadi lukisanmu ? “

“ hmm “

“ kau melukisnya dengan cinta ? “

“ hmm “ Kris menganggu bersemangat “ dengan seluruh cinta yang aku rasakan “

Kris menatap lukisannya dengan bangga,, namun kemudian menoleh dengan cepat saat mendengar suara lain. “ kau menagis ? “ Kris bertanya setengah heran setengah khawatir. “ hmm “ Sooyoung meangguk kecil. “ kenapa Soo ? ada apa ? “

Di tengah tangisannya,, Sooyoung tertawa kecil namun terdengar lemah. “ aku senang kau masih mengkhawatirkan aku “

“ Soo .. “ Kris mengeluh kecil. “ jika kelak kau atau aku sudah memiliki keluarga kecil kita masing-masing .. tidak bisakah kita tetap jadi sahabat ? “

Kris megulurkan tangannya dan menghapus air mata Sooyoung,, “ kita akan jadi sahabat selamanya “ katanya dengan tulus. Dan tangisan Sooyoung semakin keras dalam pelukan Kris,, seolah dia mencoba memberitahu sesuatu.

.

.

Satu tahun kemudian,,

Kris mengemudikan mobilnya sendiri di jalanan Seoul yang masih ramai meskipun matahari sudah mulai menghilangkan cahayanya. Wajahnya tampak sulit ditebak,, ada kebahagiaan,, kesedihan dan juga sedikit kebingungan dalam matanya.

“ Sooyoungie ? “ katanya begitu dia tiba di taman kota.

Seorang wanita dengan mantel hitam duduk di sebuah bangku,, “ Kris,, kau datang ? “

“ hmm “ Kris mengangguk sebelum duduk di sebelah Sooyoung “ ada apa ? “. Sooyoung terdiam sebentar sebelum mengambil sesuatu dari tas merahnya,, “ ini “ dia mengulurkan sebuah benda berwarna ungu “ aku akan menikah bulan depan “

DSCN0192 ungu depan

Kris memandang undangan berbentuk buku di tangannya. Membuka halaman pertama dia,, dia melihat foto Sooyoung dan calon suaminya tersenyum sangat bahagia,, di bawahnya tertulis dengan warna emas ‘ Choi Sooyoung dan Jung Kung Ho ‘

dolos-kpop-fotos-3-jpg

“ s-   selamat “ kata Kris dengan sangat lirih tapi masih bisa di dengar Sooyoung

Sooyoung memandang pria di sampingnya dengan putus asa,, dia mencoba menahan sesuatu yang sepertinya akan meledak. “ dan ini .. “ dia menyerahkan sesutau berbentuk persegi panjang besar dibalut dengan pembungkus berwarna cokelat. “ apa ini ? “

“ bukalah “ kata Sooyoung dengan suara bergetar

Kris membuka bungkusan cokelat tadi perlahan,, sedikit demi sedikit hingga bagian tengahnya mulai terlihat. Kris bisa menebak bahwa itu adalah sebuah lukisan,, namun gerakan tangannya terhenti saat dia telah membuka seluruh bungkusan yang ada.

kris_wu_pencil_sketch_by_eftela-d75m2we

“ i-  ini .. “ katanya dengan suara yang tercekat. Kris menolah dan leihat Sooyoung sduah berlinang air mata,, “ bodoh “ Sooyoung bergumam dengan tangan yang membekap mulutnya. Kris menoleh lagi ke lukisan di tanganya dengan tidak percaya. Sooyoung memberinya lukisan seseorang,, lukisan seorang pria dengan rambut pirang,, mata tajam,, dan senyum manis. Tertulis di bagian bawah :

dengan seluruh cinta yang aku punya – untuk Kris.

“ S-Sooyoung .. “

“ aku tidak bisa mengatakannya padamu Kris .. “ Sooyoung telah menghapus air matany, namun suranya masih bergetar “ aku mencintaimu sejak hari dimana kau melukis untukku .. sebuah lukisan sederhana yang kau berikan untukku “

Kris menatap Sooyoung tepat di kedua matanya,, melihat dengan jelas penyesalan dan kesakitan yang telah gadis ini simpan. ” dan cintaku terus tumbuh sejak hari itu,, aku bahkan berfikir bahwa aku tidak akan bisa hidup tanpa mu “

“ k- kenapa Soo .. kenapa tidak kau katakan sejak dulu ? “ suara Kris sekarang juga bergetar. “ aku tidaka punya kesempatan “ Sooyoung terdengar lemah “ kau tidak pernah menyadari perasaanku .. kau terus menganggapku sebagai sahabat dan karena itu aku tidak punya kesempatan .. sampai kemudian Seohyun datang dan aku menyadari bahwa aku sudah benar – benar sangat terlambat .. “

“ maafkan aku .. “ Kris memohon. “ aku takut sekali saat aku bertanya mungkinkah persahabatan kita berakhir,, aku cukup terluka saat harus menerima bahwa aku hanya akan jadi sahabatmu selamanya .. “

“ aku .. “ Kris mencoba berkata sesuatu namun tidak ada yang bisa keluar dari mulutnya. Sooyoung mulai menangis lagi sekarang,, dan entah kenapa bagian hati Kris yang paling dalam juga ikut terasa perih saat melihat tangisan Sooyoung.

” aku melukis ini pada malam terakhir kali kau datang ke balkonku,, hari dimana akhirnya kau mengatakan perasaanmu pada Seohyun dan aku tidak pernah menyerahkan tugas ini pada Pak Han “

Kris tidak menyadari apa yang dia lakukan berikutnya dan dari mana dia dapat keberanian itu,, tapi dengan lembut dia mencakup wajah Sooyoung dan bergerak mendekat. Satu ciuman tulus yang digunakannya untuk mengungkapkan betapa menyesalnya dia sekarang,, dan bahwa dia .. pada akhirnya telah menyadari,, Sooyoung punya tempat lebih di hatinya

“ bisakah kita mulai lagi sejak awal ? “

Kris bertanya dengan mata yang mulai tergenang air mata. Sooyoung hanya terdiam beberapa saat sebelum mengangkat tangan kanannya. Kris tidak perlu dijelaskan dua kali, dia sudah paham saat melihat benda kecil berwarna perak melingkar di jari manis Sooyoung.

“ semua sudah terlambat .. “ kata Sooyoung lirih dan lemah

.

.

“ Kris .. “

Lamunan Kris terpotong oleh sebuah suara,, seorang gadis berambut pirang dengan wajah cantik memandangnya.

“ neh noona ? “

“ Pak Han meneleponmu untuk memastikan kau akan datang ? “

“ Ehh Jessica noona,, aku akan segera berangkat “

“ oke,, akan kusampaikan padanya “

Jessica tersenyum kecil dan menghilang di balik pintu kayu. Kris masih tidak bergerak setelah Jessica menghilang dari pintu,, sekali lagi dia memandang lukisan di depannya dengan sedih.

mv_exo_-_miracles_in_december_chinese_ver._www.k2nblog.com_.mp4_000080627

“ masih bisakah aku menyerahkan lukisan ini ? “ dia bergumam

Kris menghela nafas panjang sebelum berdiri dari duduknya dan akhirnya berjalan keluar dari kamarnya.

a147a58fgw1eb81f32shqj21hc0u0adu

.

.

Salju mulai turun saat Kris tiba di depan gedung sekolahnnya yang dulu,, terasa dingin dan menyesakkan.

“ selama sore Pak Han “ Kris menyapa begitu dia tiba di ruang guru. “ oh Kris,, apa kabar ? “

“ baik Pak,, terima kasih “

Ruang guru sudah sepi saat Kris duduk di bangku di sebelah kanan,, tidak banyak yang berubah dari sekolah lamanya. Dia kemudian menoleh ke dinding di belakang punggung Pak Han,, ada puluhan lukisan disana. Matanya langsung tertuju pada satu tempat kosong sebelah kanan dan sebuah senyuman pahit muncul di bibirnya.

“ ada apa Kris ? “

Kris tersadar dari lamunannya,, “ saya mau menyerahkan ini Pak “ katanya sambil menyodorkan dua benda berbentuk persegi panjang pipih.

“ apa ini ? “ Pak Han bertanya smabil membuka bungkusan kedua benda tadi “ lukisan .. “ dia bergumam saat melihat dua lukisan di tangnnya.

Satu lukisan adalah lukisan seorang pria berambut pirang,, sedangkan yang lain hanya berupa sketsa pensil seorang gadis manis berpipi tembam. “ ini tugas yang anda berikan pada saya beberapa tahun yang lalu “

Pak Han tersenyum kecil,, “ kenapa ada dua ? “

“ yang ini milik saya “ dia menunjuk sketsa cewek “ saya ingin menukar yang dulu dengan ini “ Kris menambahkan. “ dan yang ini ? “ Pak Han menaikan satu alisnya. “ ini milik .. “ tenggorokan Kris terasa tercekat “ milik sahabat saya “.

Pak Han menatap Kris penuh arti dan tersenyum lagi,, “ The selfish me who only now thought about myself,, and the unmindful me who didn’t know your feelings “ Pak Han mengeja tulisan di belakang lukisan Kris,, dia lalu beralih membaca tulisan lain di lukisan yang kedua “ dengan seluruh cinta yang aku punya – untuk Kris “ dia mengakhiri dengan menatap sedih pada Kris.

“ kau sudah belajar banyak ? “ Pak Han bertanya. “ hmm “ Kris hanya mengangguk. “ kau memang pelukis hebat Kris,, tapi kau tidak pernah melukis dengan hatimu .. karena itulah kau tidak bisa merasakan cinta yang seharusnya begitu dekat denganmu “ kata Pak Han bijaksana.

.

.

Kris berjalan keluar dari pintu menuju halaman depan gedung lagi,, langit sudah berubah gelap dan salju masih turun. Kris mendongak dan melihat langit yang sepi dari bintang dan hanya ada bulan penuh yang tertutup awan hitam.

EXO_12-- -- (Miracles in December)_Music Video (Korean ver.) - YouTube.mp4_snapshot_03.26_[2013.12.05_11.34.33]

“ aku terus memperbaiki diri untuk menjadi sesuatu yang kau inginkan .. karena dirimu,, sekarang aku menggunakan cinta disetiap lukisan ku agar aku bisa membuat semua orang bahagia .. “ Kris terhenti “ kecuali aku .. “

Dia menuruni tangga dan untuk terakhir kali berhenti sejenak,, “ aku sudah terlambat menyadari cintamu yang tulus padaku dan sekarang aku membutuhkanmu justru saat kau telah jauh dan dimiliki orang lain. Maafkan aku Sooyoung, tapi aku tidak bisa berhenti mencintaimu, selamanya “

.

.

.

TAMAT

Nb : masih ada kisah lain dari member EXO yang lain,, ditunggu ya #bow

Advertisements

23 thoughts on “[Series] Miracle In December – Kris

  1. hueee !! 😥
    aku nangis nih..yang MID Luhan udah aku baca bikin nyesek juga..
    dan apalagi yang umin oppa 😦
    heh..kris oppa gimana sih !! masa baru sadar ? tapi ini bikin aku rapopo loh min..
    lanjut ya ! keren deh pokoknya 🙂

  2. Pingback: [Series] Miracle In December – Kris | Choi Sooyoung Fanfiction

  3. Pingback: [Series] Mirecle In December | Choi Sooyoung Fanfiction

  4. Pingback: [Series] Mirecle In December – Kris Ver | Choi Sooyoung Fanfiction

  5. Wuahhhh keren banget kaakk sampe netes gini :’D tuhh kan dasar kris udah jelas jelas cinta sama Soo eonni tapi gak sadar jugaa

  6. Kris bodoh,bodoh,bodoh,,,knp lma bngt sih bru sdarnya,knp pas soo udh dimiliki orng lain 😦
    okey,fix..skrng air mata gua bnar2 trun tanpa prmisi ;( nyesek bngt akhrnya 😦

  7. Nah, ini nih yang sering terjadi oleh kebanyakan orang. Entah siapa yang kurang peka. Bahkan untuk cinta yang sangat tulus dan dekat saja, sulit untuk dirasakan.

    Jika menggunakan hati, sebenarnya tak perlu kita mengungkapkannya secara langsung. Sinyal2 yang diberikan saja sudah dapat langsung ditangkap. Tapi, kalau memang menggunakan semua indra kita 🙂

    Keren chingu ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s