[Series] Miracle In December – Xiumin

Miracle In December mengisahkan tentang dua belas pria yang merindukan kekasih mereka. Karena kesalahan besar yang telah mereka buat,, mereka kehilangan wanita yang mereka sayangi. Mereka berusaha melihat apa yang tidak bisa mereka lihat. Mereka berusaha mendengar apa yang tidak bisa mereka dengar. Keegoisan mereka yang membuat mereka buta pada cinta sejati di sekitar mereka. Dan meski mereka bisa menghentikan waktu, dia tidak akan bisa kembali ..

Dua belas cowok dengan cinta yang berbeda namun takdir yang sama …

.

.

Gambar

Miracle In December

Title : Miracle In December

Casting :

Choi Sooyoung, EXO (all member)

Sub Cast :

SMEntertaiment

Rate : 15 (teenagers)

Genre : Sad

Note : Setiap member akan memiliki kisah yang berbeda dengan Sooyoung

Story by :

Dellia

.

.

.

tumblr_inline_mxfmbxzRJ11rt7lky

“ cepat selesaikan menghias pohon natalmu Minseok ah,, kita harus segera ke gereja “ kata Nyonya Kim pada putranya. “ aku tahu omma,, aku akan segera menyusul “ kata pria imut dengan pipi tembem bernama Minseok atau lebih sering dipanggi Xiumin

Nyonya Kim hanya menggeleng kepala lalu meninggalkan putranya,, Xiumin kembali pada pohon natalnya yang hampir selesai dia hias. Warna merah, hijau dan emas mendominasi pohon natal kecilnya. Ada beberapa pita dibagian tengah dan gantungan bola diseluruh pohon. Dia membuka kotak terakhirnya yang memperlihatkan sebuah bintang cukup besar berwarna merah. Xiumin tersenyum kecil lalu mengambilnya,, dia sudah akan meletakan bintan itu dipuncak pohon saat tiba tiba dia teringat sesuatu.

tumblr_inline_mxk3ii9rMI1r5ixog

“ harusnya kau yang memasangkan ini “ dia bergumam dengan murung

Flashback

“ hya !! berikan itu padaku !! “ kata seorang gadis dengan rambut berwarna coklat panjang melewati bahu. “ tidak mau !! aku yang akan meletakannya ! “ kata Xiumin kecil. Keduanya saling berkejaran di dalam ruang keluarga,, rambut si gadis berkibar dengan indah saat dia mencoba mengejar Xiumin. “ kau sudah janji bahwa aku yang akan meletakan bintang itu “

“ tapi aku berubah pikiran “ Sooyoung terdiam ditempatnya,, “ OMMMMAAAAAA … “ dia berteriak dengan suara lumba lumbannya. Nyonya Choi dan Nyonya Kim yang sedang berada di dapur langsung berlari ke arah putra dan putri mereka. “ ada apa sayang ? “

“ Xiumin mengambil bintangku “ kata gadis tadi sambil menunjuk Xiumin. “ Xiumin ah “ Nyonya Kim menatap putranya. “ ini punyaku omma “ Xiumin membela diri. “ tapi Xiumin sudah janji dia akan membiarkan aku meletakan bintang itu diatas pohon natal “

“ aku .. “

“ Kim Minseok !! ayah tidak mengajarimu untuk mengingkari janji kan ? “

“ tapi mom .. “

“ tidak apa apa Nyonya Kim,, Xiumin ah .. Sooyoung memang cengeng “ kata Nyonya Choi meminta maaf. “ tidak Nyonya Choi,, Xiumin kami tidak seharusnya melakukan itu “

“ aku tahu aku tahu “ kata Xiumin akhirnya menyerah. Dia berjalan ketempat Sooyoung yang sedang dipeluk ibunya,, “ ini “ dia memberikan bintang “ aku minta maaf “ Sooyoung keluar dari pelukan ibunya dna mengambil bintang perlahan,, “ terima kasih “ katanya lirih.

“ aku akan membantumu memasangkannya di atas,, kau tidak cukup tinggi untuk melakukannya “

Sooyoung cemberut,, “ siapa bilang ? aku sangat tinggi ! aku bahkan lebih tinggi dari Taeyeon unnie “

“ Taeyeon noona memang pendek “ kata Xiumin

Mereka berdua mendekati pohon natal di pojok ruangan,, Xiumin memegang tangan Sooyoung dengan erat saat dia memanjat tangga untuk meletakan bingtang diatas pohon natal. “ sudah selesai ? “ Nyonya Kim bertanya. “ neh omma “ Xiumin mejawab

“ kalau begitu kita sudah siap makan malam bersama “

“ makan malam ? “ Sooyoung melonjak kegirangan

“ Tsk Tsk food monster “ Xiumin menggeleng

Sooyoung menjulurkan lidahnya,, “ yang terakhir sampai ke meja adalah telur busuk “ Sooyoung berteriak riang sambil berlari. Selama makan malam mereka berdebatan kecil lagi,, Nyonya Kim dan Nyonya Choi hanya tertawa sambil menggelengkan kepala

Flashback End

 .

.

“ Minseok ah ? kau sudah selesai ? “ Nyonya Kim muncul lagi dari balik pintu “ heh ? “ Xiumin tersadar dari lamunannya “ kau sudah selesai menghias pohon natalnya ? “ Nyonya Kim mengulangi

Xiumin tertunduk dan melihat bintang di tangannya,, “ hmm omma .. aku sudah selesai “ dia menjawab ibunya “ aku akan segera kesana “ dia menambahkan sambil melihat bintang di tangannya. Setelah Nyonya Kim menghilang,, Xiumin meletakan kembali bintang itu di sebuah kardus berwarna putih. Dengan senyuman terakhir dia mentap bintang itu sebelum mengambil jaketnya dan menyusul orang tuanya.

 .

.

Xiumin bersama keluarganya sedang berada di gereja untuk berdoa seperti biasa sebelum hari natal tiba. Alunan lagu pujaan terdengan sangat merdu dan damai di telingan semua orang. Beberapa jam terdiam dan berdoa,, Xiumin membuka mata perlahan dan sebuah air mata menetes dipipinya.

EXO_12-- -- (Miracles in December)_Music Video (Korean ver.) - YouTube.mp4_snapshot_03.29_[2013.12.05_11.34.42]

 

Flashback 

Sooyoung berlari secepat yang dia bisa dengan kedua kakinya,, melewati salju tebal yang terasa berat di kakinya dan pandangan orang yang melihatnya dengan aneh. Si rambut cokelat berhenti di sebuah gereja bergaya Eropa, tertunduk di lutunya,, Sooyoung mencoba mengatur nafasnya. Setelah yakin bahwa dia siap,, Sooyoung berjalan perlahan dan masuk kedalam gereja. Begitu di dalam, dia bisa melihat dengan jelas sosok seorang pria yang sangat dia kenal sedang berlutut di depan patung altar. Samar – samar Sooyoung bisa mendengar suara tangisan yang berasal dari pria itu,, hatinya terasa nyeri,, seperti tersayat sayat hanya dengar mendengar setiap isakan pria itu. Sooyoung berusahaka keras menahan air matanya agar dia tidak ikut menangis juga. Perlahan dan dengan hati-hati Sooyoung berjalan mendekat,, pria itu sepertinya tidak menyadari kehadiran Sooyoung,, dia masih berlutut dan menangis.

“ X-Xiumin .. “ kata Sooyoung dengan lembut “ .. “ Xiumin hanya diam,, namun kali ini suara tangisannya berkurang “ a-  aku sudah dengar dari ibumu,, kau … “

“ TUHAN TIDAK ADIL PADAKU !! “ dia tiba-tiba berteriak. Siapapun akan lari ketakutan mendengar pria pendiam dan imut seperti Xiumin tiba tiba berteriak marah seperti orang gila. Namun Sooyoung bahkan tidak melompat kaget,, dia hanya menatap Xiumin dengan penuh kasih dan sedih.

“ APA SALAHKU SAMPAI DIA MELAKUKAN INI PADAKU !!?? “ Xiumin berteriak lagi. Dia merasa marah,, frustasi,, sedih,, kaget,, dan tidak terima dengan takdirnya. Setelah diam beberapa saat,, dia perlahan berdiri. “ aku hanya ingin hidup dengan normal “ katanya dengan suara bergetar “ aku bahkan belum melakukan apapun untuk orang tuaku tapi … “ kalimatnya terhenti

jin-mv

Bahu Xiumin bergerak naik turun,, dia menagis lagi. Dengan tangan yang juga bergetar,, Sooyoung meraih tangan Xiumin dan menarik tubuhnya. Xiumin yang sepertinay telah kehabisan tenaga karena amarahnya dengan pasrah berbalik menghadap sahabat masa kecilnya.

“ tidak ada yang tidak adil padamu Xiumin ah … “ kata Sooyoung lembut “ kita pasti bisa menemukan obatnya “ dia menambahkan “ tidak Youngie .. tidak akan ada yang menemukan obatnya .. tidak ada yang pernah menemukan obat kangker .. “ Mata Sooyoung sudah mulai berair,, hatinya hancur berkeping keping melihat sahabat kecilnya dalam keadaan putus asa dan tidak berdaya. “ k-   kita akan mencoba “

“ aku hanya punya waktu enam bulan “ kata Xiumin lirih dengan senyuman pahit “ sampai aku meninggal “

Kata kata terakhir Xiumin benar benar menghancurkan pertahanan Sooyoung,, dia melompat kedalam pelukan Xiumin,, mendekapnya dengan erat seolah ingin memberikan semua kekuaran dan hidup yang dia punya untuknya. Sooyoung mulai menangis,, Xiumin juga menagis lagi,, mereka berbagi tangisan mereka bersama.

aku akan melakukan apapun agar kau tetap hidup Xiumin .. aku janji  ‘ kata Sooyoung dalam hati

Flashback End

 

“ Nak “ sebuah suara menarik Xiumin dari lamunannya “ ne appa ? “ Dia menoleh kepada orang tuanya yang duduk di sebelahnya,, “ kami akan pulang bersana keluarga Choi,, kau mau pergi ketempat Sooyoung dulu ? “

“ hmm “ Xiumin mengangguk kecil “ hati-hati sayang “ kata Nyonya Kim sambil mencium dahi Xiumin “ sampai jumpa “ Setelah orang tuanya pergi,, Xiumin masih terduduk ditempatnya sambil menatap lurus kedepan. Lama sekali … sampai dia menyadari semua orang sudah menghilang. Dia bangkit dari duduknya dan berjalan ke altar.

“ aku talah melakukan kesalahan besar Tuhan “ dia bergumam sambil mendongak ke atas “ aku yang tidak tahu bahwa cinta adalah sesuatu yang harus disyukuri “ Xiumin tersenyum pahit,,

Flasback

 

Sejak hari itu Xiumin yang Sooyoung kenal telah berubah,, pria imut yang ceria,, lucu dan penuh kehangatan,, baik hati dan ramah kini sudah tidak ada lagi. Xiumin jadi pria yang dingin, pemurung, tanpa harapan, dan tak pernah terlihat lagi … Ya,, bahkan jika Sooyoung datang ke rumah Xiumin,, dia tetap tidak mau menemui Sooyoung,, dia hanya akn mengunci diri di kamar sepanjang hari.

Hari itu adalah minggu pertama musim dingin,, sehari sebelum natal. Kebahagiaan dan kedamaian yang seharusnya dirasakan setiap orang,, sama sekali tidak dirasakan keluarga Kim. Tuan dan Nyonya Kim sedang berdiri di depan ruang rawat tempat putra mereka tertidur dan sama sekali tidak bergerak. Dari kejauhan Sooyoung berdiri dengan wajah yang sudah penuh dengan air mata,, mendekap mulutnya dengan telapak tangan agar suara tangisannya tidak disadarai orang tua Xiumin. Dia mengambil nafas dalam dan menghapus air matanya perlahan sebelum berjalan mendekat.

“ Selamat Malam “ kata Sooyoung perlahan “ oh .. Youngie ! kau datang sayang ? “ kata Nyonya Kim “ iya,, bagaimana keadaan Xiumin ? “ Sooyoung tidak bermaksud bertanya karena dia sudah tahu jawabannya. Nyonya Kim tidak menjawab dan hanya menatap Sooyoung dengan murung,, “ kau mau masuk melihat Xiumin ? “ Tuan Kim bertanya “ hmm “ Sooyoung mengagguk

“ masuklah sayang .. kami akan bicara dengan dokter “ Setelah Sooyoung membungkuk,, Tuan dan Nyonya Kim berjalan menjauh. Langkah mereka terhenti saat Sooyoung tiba tiba memnaggil mereka. “ terima kasih sudah menjaga dan membahagiakan Xiumin selama ini,, aku harap kalian selalu sehat sehingga bisa tetap membuat Xiumin bahagia “

Sooyoung tersenyum sangat manis dan tulus sebelum membungkuk dan masuk ke ruangan. Ruangan itu terlihat remang – remang,, sumber cahaya hanya berasal dari lampu kecil di meja di sebelah tempat tidur Xiumin. Sooyoung mendekat dan duduk di kursi di dekat Xiumin berbaring.

“ Hai .. “ kata Sooyoung lirih “ aku merindukanmu Minnie “ dia tertawa kecil. Sooyoung meraih tangan Xiumin dan menggenggamnya,, “ kau ingat saat dulu kau selalu memberikan bintangmun untukku agar aku bisa meletakannya di atas pohon natal ? Aku merindukan saat saat itu .. “ Mata Sooyoung mulai terasa panas dan berair,, namun dia menahan air matanya.

“ aku kesini untuk berterima kasih dan minta maaf padamu .. “ Air matanya mulai meleleh,, “ terima kasih untuk semua bintang yang sudah kau berikan padaku untuk dipasang di pohon natal kita,, terima kasih untuk menjadi sahabatku dan terima kasih untuk … “

Sooyoung menarik satu tangannya dan menghapus air matanya dengan bergetar,, “ dan aku ingin minta maaf .. mungkin saat kau bangun nanti kau akan meletakan bintangmu sendiri di atas pohon natal “ Air mata Sooyoung sudah seperti air hujan yang jatuh ke bumi,, “ semoga kau selalu bahagia Minnie “

Flashback End

 

tumblr_mxb2ewgeQE1rvtj4so3_500

Xiumin keluar dari gereja dengan langkah perlahan,, salju mulai turun di udara,, untung saja dia memakai mantel tebal hari ini. Tanpa sengaja mata Xiumin tertuju pada sebuah bintang berwarna emas diatas pohon natal besar di depan gereja. Dan lagi,, air mata mengalir dipipinya,, semakin lama semakin besar.

A decorated Christmas tree is lighted up at a Christmas market on its opening day in Dortmund

Flashback

547659_614962071866745_2073860755_n 

Xiumin berpakaian jas hitam rapi dan membawa sebuket bunga. Dia berdiri tidak jauh dari kerumunan orang yang memakai pakaian dengan warna sama dengannya. Setelah beberapa saat kerumunan itu mulai memudar dan menyisakan empat orang yang masih berdiri disana,, Xiumin berjalan mendekat.

“ Minseok ah “ kata Nyonya Kim. Ketiga orang yang lain menoleh,, Xiumin membungkuk dalam. “ kami akan meninggalkanmu disini “ kata Tuan Choi. Tuan dan Nyonya Kim berjalan terlebih dahulu,, kemudian menyusul Tuan dan Nyonya Choi. Namun sebelum Nyonya Choi pergi dia menitipkan sesuatu,, “ dia memberikanku ini sebelum melakukan operasinya,, ini untukmu sayang “ Setelah mengelus kepala Xiumin dengan lembut Nyonya Choi berjalan menjauh menyusul yang lain. Dia sedang duduk disebuah bangku kecil disebelah pemakaman,, dengan berlahan dan tangan bergetar dia membuka surat yang tadi di berikan Nyonya Choi.

Untuk sahabat masa kecilku,, Xiumin oppa ^^

 

Hai minnie ^^

Kau sedang menangis ?? bisakah kau tidak melakukannya,, kau tidak cocok dengan hal-hal cengeng seperti itu 😦 keke

Aku tahu … kau menagis karena salahku,, aku minta maaf karena membuatmu bersedih … tapi percayalah padaku,, aku sangat bahagia sekarang melihatmu dari surga.

Minnie .. ada satu hal yang sampai saat terakhir belum aku beritahukan padamu.

Selama ini,, kau telah menjadi sahabat yang sempurna bagiku. Kau menjagaku,, melindungiku,, menemaniku,, dan melakukan semua hal sedih dan bahagia bersama aku. Selama itulah aku merasa hidupku sempurna,, Sooyoung kecil yang penakut menjadi ceria dan cerah sejak bertemu denganmu ^^ Semakin hari .. perasaanku menjadi berubah padamu. Sooyoung kecil yang polos telah berubah menjadi gadis remaja yang mulai mengenal cinta.

Ya Minnie .. aku jatuh cinta padamu. Jatuh cinta ada sahabat kecilku.

Hari itu saat aku berlari kegereja untuk menghiburmu adalah hari dimana keberanianku akhirnya terkumpul dan aku berencana mengatakan perasaanku padamu. Aku tahu itu terdengan egois,, tapi aku sudah tidak bisa menahan perasaanku,, aku tidak mau kehilanganmu.

Lalau semua berubah saat aku mendengar tentang penyakitmu,, aku tahu betapa sedihnya aku 😦 aku bukan hanya akan kehilangan sahabat tapi juga akan kehilangan cinta pertamaku.

Setiap malam kau terus mengurung dirimu dan menolak bertemu denganku. Kau sangat bodoh !! aku sangat mengkhawatirkanmu !! aku begitu takut kau akan melakukan hal bodoh saat sedang sendiri.

Setiap malah yang kau gunakan untuk mengurung diri,, adalah malam yang sama yang aku gunakan untuk menangis di gereja itu.

Hingga suatu hari … sebuah keputusan besar aku ambil.

Kau harus tetap hidup agar bisa melakukan banyak hal untuk orang tuamu. Kau harus tetap hidup agar aku bisa mengawasimu. Karena itu aku memberikan hatiku ..

Dengan hatiku yang sekarang ada ditubuhmu,, kau bisa selalu merasakan keberadaanku.

Dengan hatiku yang sekarang berada di tubuhmu,, aku akan tetap berada disampingmu

Dan dengan hatiku yang sekarng berada dihatimu .. Dengan cara itulah aku mencintaimu

 

Flashback End

 

“ aku harusnya berterima kasih dengan cintamu “

Xiumin mengahapus air mata yang telah membasahi seluruh wajahnya,, mengambil nafas dalam,, Xiumin melangkahkan kaki menuju mobilnya. Selalu ada penyesalan yang semakin besar setiap kali Natal datang. Penyesalan karena kehilangan cinta yang seharusnya bisa dia sadari sejak awal. Sudah lima tahu sejak kepergian Sooyoung dan sejak saat itu setiap Natal tiba,, Xiumin akan mengunjungi Sooyoung,, mengunjungin tempat peristirahatan gadis yang dia cintai.

.

.

.

TAMAT

Nb : masih ada kisah lain dari member EXO yang lain,, ditunggu ya #bow

Advertisements

15 thoughts on “[Series] Miracle In December – Xiumin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s